Waspada Terhadap Gangguan Thelazia Gulosa, Salah Satu Jenis Cacing Mata
Bayangkan apabila Anda sedang berkaca dan menemukan adanya makhluk kecil yang berkeliling di sekitar mata. Hal itu bisa saja terjadi. Salah satunya yang dialami oleh seorang wanita dari Oregon, sebagai manusia pertama yang teridentifikasi secara medis terinfeksi cacing mata.
Gejala awal yang mungkin dirasakan adalah Anda merasa mata mengalami iritasi. Hal tersebut dapat terasa seperti ada rambut atau bulu mata di dalam mata Anda. Seperti ada sesuatu yang mengganjal.
Apabila Anda biarkan, setelah beberapa lama, mungkin Anda dapat menarik cacing dari dalam mata. Hal tersebut diucapkan oleh seorang peneliti dari US Center untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Richard Bradbury.
Ketika penglihatan maupun kenyamanan Anda mulai terasa mengganggu, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan. Dari sebuah kasus, ditemukan sekitar 14 cacing yang sudah diambil, setelah kedatangan pasien selama hampir 20 hari. Hewan kecil tersebut tidak bisa diambil sekaligus, harus melalui beberapa waktu. Hal itu dikarenakan tindakan dokter hanya dapat dilakukan ketika cacing terlihat di mata pasien.
Cacing itu disebut Thelazia Gulosa. Hewan tersebut dapat menyebabkan iritasi mata. Tetapi, biasanya tidak akan menimbulkan kerusakan permanen. Cacing akan bergerak merangkak ke atas dan bawah mata, sehingga bisa menyebabkan mata Anda berair. Hal tersebut tentu akan sangat mengganggu penderita.
Selain cacing di atas, ada cacing lain yang masih satu keluarga dengan Thelazia. Jenis cacing tersebut telah ditemukan pada manusia sebelumnya, tetapi untuk kasus Thelazia merupakan kasus pertama kalinya cacing menyerang seseorang (manusia) dalam 20 tahun terakhir di Amerika Serikat. Dan, situasi (kasus) tersebut tergolong langka.
Para peneliti menduga jika ada seseorang yang terinfeksi cacing mata, bisa saja dikarenakan kegiatan berkuda. Untuk kasus seorang wanita di atas, mungkin terjadi pada saat dirinya menunggang kuda di Gold Beach, Oregon, sebuah wilayah peternakan sapi.
Menurut Dr. Audrey Schuetz, seorang profesor patologi di Mayo Clinic, Rochester Minn, mengatakan bahwa cacing dapat ditularkan melalui lalat yang kemungkinan menempel pada wajah, yang membawa larva di mulut mereka.
Secara umum, lalat tertarik dengan kelembapan dan kandungan garam yang ada dalam air mata. Larva dapat ditularkan melalui bagian berdaging di mata. Sebagian besar orang menghindari interaksi dengan cacing mata dengan cara menghalau tangan ketika lalat mendekat. Pada kasus seorang wanita Oregon itu, mungkin saja terjadi ketika ia sedang menunggang kuda, dan terganggu dengan adanya lalat yang menghalangi pandangannya.

Abby Beckley diketahui sebagai penderita pertama kasus infeksi Thelazia Gulosa pada 2016
Beberapa cacing yang telah ditemukan, kemudian dikirim ke CDC untuk dianalisis, dan membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Hal tersebut termasuk penelitian yang dipublikasikan di Jerman pada tahun 1928, yang secara spesifik mengidentidikasi Thelazia.
Thelazia sendiri dikenal sebagai jenis cacing yang langka. Hanya ada sekitar 160 kasus yang ditemukan, termasuk yang ditemukan di Oregon. Walaupun tidak akan menimbulkan penyakit yang parah, tetapi adanya cacing tersebut bisa menghalangi pandangan Anda.
Menurut Dr. Audrey Schuetz, seorang profesor bidang patologi di Mayo Clinic, Rochester Minn mengatakan, sebagai langkah antisipasi tentang menularnya cacing mata tersebut, Anda bisa menggunakan topi dengan jaring terpasang untuk melindungi wajah dari lalat.

Leave a comment