Berfungsi Sebagai Pewarna Alami, Daun Jati Bisa Menghasilkan Warna Apa Saja?
Jati selama ini dikenal sebagai pohon yang menghasilkan kayu dengan mutu tinggi untuk industri furnitur dan juga konstruksi. Tak hanya bagian kayunya saja yang dapat dimanfaatkan, bagian daun pohon jati pun menyimpan beragam manfaat untuk kehidupan sehari-hari. Sebagian orang percaya bahwa membungkus daging dengan daun jati bisa membuat aroma daging lebih sedap. Beberapa orang lainnya juga memanfaatkan daun jati sebagai pembungkus makanan layaknya daun pisang. Menariknya lagi, daun jati pun kabarnya dapat dijadikan pewarna alami yang menghasilkan aneka warna menarik untuk tekstil. Benarkah demikian?
Tanaman jati yang tumbuh di Indonesia berasal dari India. Tanaman yang mempunyai nama ilmiah Tectona grandis secarahistoris, nama tectona berasal dari Bahasa Portugis (tekton) yang berarti tumbuhan yang memiliki kualitas tinggi. Di negara asalnya, tanaman jati ini dikenal dengan banyak nama daerah, seperti chingjagu (di wilayah Asam), saigun (Bengali), tekku (Bombay), dankyun (Burma). Tanaman ini dalam Bahasa Jerman dikenal dengannama teck atau teakbun, sedangkan di Inggris dikenal dengan nama teak.
Secara morfologis, tanaman jati memiliki tinggi yang dapat mencapai sekitar 30 hingga 45 m dengan pemangkasan, batang yang bebas cabang dapat mencapai antara 15-20 cm. Diameter batang dapat mencapai 220 cm. Kulit kayu berwarna kecoklatan atau abu-abu yang mudah terkelupas. Pangkal batang berakar papan pendek dan bercabang sekitar 4. Daun berbentuk jantung membulat dengan ujung meruncing, berukuran panjang 20-50 cm dan lebar 15-40 cm, permukaannya berbulu. Daun muda (petiola) berwarna hijau kecoklatan, sedangkan daun tua berwarna hijau tua keabu-abuan.
Tanaman jati tergolong tanaman yang menggugurkan daun pada saat musim kemarau, antara bulan November hingga Januari. Setelah gugur, daun akan tumbuh lagi pada bulan Januari atau Maret. Tumbuhnya daun ini juga secara umum ditentukan oleh kondisi musim.
Daun jati telah sejak lama dimanfaatkan secara tradisional oleh sebagian masyarakat Indonesia (khususnya di Pulau Jawa) sebagai obat penawar rasa sakit dan sebagai pewarna pada kain, aneka kerajinan tangan, dan bahkan beberapa makanan daerah seperti gudeg. Daun jati telah terbukti berkhasiat sebagai obat dan berpotensi sebagai pewarna alami. Dari sebuah penelitian, ekstrak daun jati muda dapat menghambat kinerja bakteri tuberkulosis penyebab penyakit TBC.[1]
Ragam Warna yang Dihasilkan Daun Jati
Pemanfaatan daun jati muda sebagai pewarna alami yang memberikan warna merah karena daun jati memiliki kandungan pigmen alami antosianin. Ekstrak daun jati muda menghasilkan warna kuning pada pH asam, warna coklat pada pH 7, dan warna coklat kehijauan pada pH basa.[2]
Daun jati muda dapat mewarnai serat kapas denganwarna ungu, ungu kemerahan dan coklat, karenadaun jati muda mengandung antosianin. Antosianin dapat mewarnai bahan kapas secara permanen karena kain yang telah dicelup tidak luntur warnanya setelah dilakukan beberapa kali pencucian, sehingga dapat memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai zat warna tekstil.[3]
Karakteristik daun akan menentukan warna yang dihasilkan pada kain. Daun jati muda menghasilkan warna keunguan yang lebih pekat dibandingkan daun yang tua. Kadar pigmen antosianin yang tinggi pada pucuk daun jati menimbulkan warna keunguan pada kain katun.[4]
Untuk mengeluarkan zat warna alami dari daun jati, kabarnya Anda cukup mengukus daun-daun jati yang masih muda. Warna yang dihasilkan dari proses pengukusan biasanya akan lebih cerah. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, daun jati dapat menghasilkan beberapa warna menarik seperti ungu kemerahan hingga abu-abu.
[1] Sulistiawati, E & Prima S. 2017. Ekstraksi Zat Warna Alami Dari Daun Jati Muda (Tectona grandis) Dan Kayu Secang (Caesalpinia sappan) Dengan Metode Ultrasound Assisted Extraction Untuk Aplikasi Produk Tekstil [Skripsi]. Surabaya (ID): Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
[2]Ibid.
[3]Rosyida, A & Didik AW. 2014. Pemanfaatan Daun Jati Muda Untuk Pewarnaan Kain Kapas Pada Suhu Kamar. Jurnal Arena Tekstil. 29(2): 115-124.
[4] Fazruza, M dkk. 2018. Eksplorasi Daun Jati Sebagai Zat Pewarna Alami Pada Kain Katun Sebagai Produk Pashmina Dengan Teknik Ecoprint. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. 3(3): 1-16.


Leave a comment