Vaksin COVID-19 Bersamaan dengan Vaksin Influenza, Apa yang Terjadi?

Ilustrasi: vaksin COVID-19 (pexels: Nataliya Vaitkevich) Ilustrasi: vaksin COVID-19 (pexels: Nataliya Vaitkevich)

Banyak hal yang perlu ditanyakan mengenai pemberian vaksin COVID-19 dan salah satunya adalah apakah vaksin ini bisa disuntikan secara bersamaan dengan vaksin influenza atau tidak. Dalam hal ini, para ahli melakukan sejumlah penelitian untuk mengetahui penggunaan vaksin COVID-19 yang tepat supaya  kinerjanya lebih optimal.

Apa Vaksin COVID-19 yang Diberikan dengan Vaksin Influenza?

Vaksin coronavirus menjadi harapan untuk mengendalikan penyakit supaya penularannya bisa dicegah. Diketahui, produksi vaksin apa pun, termasuk vaksin COVID-19, dapat berasal dari berbagai sumber. Sumber yang dimaksud, yakni mekanisme virus yang dilemahkan atau di-inaktivasi, DNA atau RNA, dan subunit protein dari partikel virus.[1] Masing-masing kandidat vaksin dapat memakai salah satu dari mekanisme ini dengan hasil vaksin yang memiliki spesifikasi sendiri-sendiri.

Dengan sumber produksi vaksin, tidak semua jenis vaksin bisa disuntikkan secara bersamaan. Hal ini juga berlaku pada vaksin influenza dan COVID-19. Hanya ada beberapa vaksin coronavirus yang bisa diberikan secara bersamaan dengan vaksin influenza. Selain itu, ini untuk mempertimbangkan efek samping yang bisa terjadi.

Dilansir dari HuffPost, vaksin flu atau influenza sangat penting dan menurut rekomendasi kesehatan, vaksin ini harus diberikan pada siapa pun yang berusia enam bulan ke atas. Bisa dikatakan, akan ada jutaan orang yang mendapatkan vaksin flu pada waktu yang bersamaan dengan dirilisnya vaksin COVID-19.

Baca juga:  Waspada, Ini Bahaya yang Mengintai dari Konsumsi Creamer Nabati Berlebihan
Ilustrasi: suntik vaksin COVID-19 (pexels: Nataliya Frank Merino)

Ilustrasi: suntik vaksin COVID-19 (pexels: Nataliya Frank Merino)

Masih dari sumber yang sama, suntikan influenza dan COVID-19 bisa diberikan saat bersamaan. Hal ini diperjelas oleh CDC (Centers for Disease Control and Prevention), vaksin influenza bisa diberikan secara bersamaan dengan COVID-19 untuk mencegah penyakit,  dengan ketentuan memenuhi syarat sehat untuk vaksin COVID-19.

Jenis vaksin COVID-19 yang boleh diinjeksikan bersamaan dengan vaksin flu adalah jenis vaksin mRNA seperti Moderna dan Pfizer. Ada juga vaksin Johnson & Johnson sekali pakai yang diklaim aman diberikan bersamaan dengan vaksin flu. Meskipun diketahui aman dan pernyataan ini benar, FDA (Food and Drug Administration) belum mengklaim persetujuannya.

Untuk membenarkan fakta penggunaan vaksin COVID-19, seorang dekan dari University of New Haven bernama Karl Minges mengatakan, tidak ada alasan untuk tidak bisa menggunakan dua vaksin ini sekaligus. Vaksin COVID-19 dan influenza yang diberikan tidak akan menimbulkan reaksi perlawanan antar-vaksin. Menurut Minges, vaksin COVID-19 menggunakan mekanisme yang sangat berbeda dengan influenza dalam kinerjanya.

Baca juga:  BAHAYAKAH ATTAPULGITE UNTUK IBU HAMIL? LALU APA OBAT DIARE PENGGANTINYA?

Untuk menyikapi pernyataan tersebut, Moderna baru-baru ini sedang bekerja untuk mengembangkan vaksin influenza dan vaksin COVID-19. Eksperimen dilakukan dengan menggabungkan vaksin COVID-19 dan vaksin influenza. Jika vaksin baru dari Moderna ini berhasil dirilis, akan sangat menguntungkan bagi banyak orang. Anda tidak perlu mendapatkan dua vaksin dalam dua suntikan. Ini juga akan sangat berguna bagi pasien yang takut jarum suntik, karena mereka tidak perlu menghadapi rasa takut dua kali.

Efek Samping Vaksin Influenza dengan Vaksin COVID-19

Ilustrasi: vaksin COVID-19 (pexels: Nataliya Vaitkevich)

Ilustrasi: vaksin COVID-19 (pexels: Nataliya Vaitkevich)

Sama seperti ketika Anda mendapatkan vaksin COVID-19 pertama, pemberian vaksin yang ditimpa dengan vaksin influenza juga memiliki efek samping. Efek samping yang paling umum setelah suntik vaksin flu, antara lain nyeri, kemerahan di tempat injeksi, sakit kepala, demam, mual, nyeri otot, dan kelelahan. Gejala ini akan tumpang tindih dengan efek samping vaksin COVID-19, yakni pusing, demam, dan kelelahan.

Perlu diketahui, tidak semua orang akan mengalami efek samping yang sama. Seorang dokter keluarga dari Ohio bernama Aaron Clark mengatakan, respon setiap orang sedikit berbeda, tetapi efek samping vaksinasi pasti terjadi. Untuk menangani efek sampingnya, Anda bisa mencoba beberapa treatment, seperti mengompres bekas suntikan dengan es, meminum obat pereda nyeri atau demam, dan beristirahat dengan cukup.

Baca juga:  Bahaya Kebiasaan ‘Mager’ Sejak Dini, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Dibandingkan dengan orang yang hanya mendapatkan satu jenis vaksin, konon pasien dengan dua vaksin sekaligus bisa mengalami gejala efek samping yang lebih berat. Tak hanya satu hari, biasanya efek sampingnya akan terasa dalam waktu dua hari atau lebih.

Untuk mengurangi gejala nyeri otot, bengkak, dan kemerahan pada bekas suntikan, prosedur vaksinasi harus diberikan secara tepat. Dokter akan menyuntikkan vaksin di lengan yang berbeda. Mungkin Anda akan mendapatkan suntikan vaksin influenza di lengan kiri dan injeksi vaksin COVID-19 di lengan kanan atau sebaliknya. Setelah suntikan pertama selesai, ahli medis juga akan menyarankan Anda untuk segera makan dan tidur. Hal ini mampu mempercepat kinerja vaksin, sekaligus mencegah gejala efek samping seperti kelelahan, mengantuk, dan pusing.

[1] Aditama, Tjandra Yoga. 2020. COVID-19 dalam Tulisan Prof. Tjandra. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, hal. 4.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*