BAHAYAKAH ATTAPULGITE UNTUK IBU HAMIL? LALU APA OBAT DIARE PENGGANTINYA?
Diare dapat terjadi pada semua usia, mulai bayi, anak-anak, hingga dewasa. Karena berbagai faktor, diare juga kerap ditemui pada ibu hamil. Berbeda dengan kondisi normal, ibu hamil tak boleh sembarangan memilih obat anti diare. Obat anti diare (mencret) dengan kandungan attapulgite dan pectin bahkan belum dikategorikan aman untuk ibu hamil. Untuk itu, berikut kami ulas beberapa jenis obat diare yang dapat digunakan ibu hamil.
Penyebab Diare pada Ibu Hamil
Diare adalah peradangan pada saluran cerna yang mengakibatkan meningkatnya frekuensi buang air besar dengan konsistensi lembek hingga cair. Untuk mencegah terjadinya komplikasi berbahaya, diare harus segera ditangani.[1] Diare saat hamil bisa menyebabkan ibu kehilangan banyak cairan yang berisiko mengalami dehidrasi, hingga bisa sebabkan kematian.
Ibu hamil dapat mengalami diare karena perubahan pola makan dan terlalu sensitif terhadap makanan baru. Ada beberapa makanan yang semula tidak pernah mengganggu pencernaan, tetapi saat hamil, dapat menyebabkan efek samping seperti gas, sakit perut, dan diare. Beberapa makanan yang mengandung gas dan sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan saat hamil adalah brokoli, bawang, kol, kubis, lobak, sawi, hingga kacang-kacangan.
Selain makanan, ibu hamil yang mengonsumsi suplemen kehamilan, baik untuk kesehatannya maupun jabang bayi yang sedang tumbuh, juga dapat mengganggu pencernaan sehingga menyebabkan diare. Sebelum mengonsumsi suplemen, ada baiknya berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter, apalagi bagi Anda yang mudah mengalami diare.
Perubahan hormon juga menjadi penyebab diare yang patut dicurigai. Hormon saat hamil dapat mempercepat sistem pencernaan, yang membuat seseorang alami diare. Sebaliknya, hormon yang melambat juga bisa menimbulkan ibu hamil mengalami sembelit atau susah buang air besar.
Cara Kerja Obat Attapulgite
Attapulgite adalah obat umum untuk meredakan diare yang tersedia dalam bentuk tablet. Obat ini bekerja dengan cara menyerap bakteri atau racun penyebab diare, lalu membuangnya bersama feses. Selain itu, juga membantu membuat tinja menjadi lebih padat saat keluar dan mengurangi frekuensi buang air besar.
Obat dengan kandungan attapulgite juga diklaim membantu meredakan kram perut yang kerap dialami orang yang sedang diare. Meski begitu, obat attapulgite tidak bisa digunakan untuk semua kasus diare. Obat ini diketahui kurang efektif dalam mengatasi diare yang disebabkan oleh infeksi, seperti infeksi rotavirus, disentri, atau amebiasis, sehingga tidak digunakan sebagai terapi utama.
Di pasaran, obat dengan kandungan attapulgite yang mungkin Anda temukan adalah Akita, Arcapec, Atagip, Attapulgite, Coro-Sorb, Diagit, Diapet NR, Diapecta, Diarrstop SP, Entrostop, Licopec, Lidiastop, Molagit, New Antides, Neo Diastop, New Diatabs, Neo Diagon, Neo Enterodine, Pularex, Salfaplas, Selediar, Teradi, dan Tagyt.
Walaupun termasuk dalam obat bebas yang bisa dibeli tanpa resep dokter, attapulgite tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan, terutama bagi ibu hamil. Pasalnya, attapulgite tidak diabsorbsi dan hanya bekerja secara lokal sehingga dikhawatirkan dapat menyebabkan efek samping pada ibu hamil. Saat menyusui, komponen attapulgite pun dapat dikeluarkan melalui ASI sehingga bisa memberikan efek tertentu pada bayi. Berikut adalah beberapa pilihan obat diare yang dikatakan lebih aman dan telah direkomendasikan dokter untuk ibu hamil.
Pilihan Obat Diare Ibu Hamil
- Loperamide, adalah obat yang memperlambat gerak usus agar menghasilkan feses dalam bentuk lebih padat saat diare.
- Kaopectate, kaolin itu sendiri merupakan sejenis mineral alami, sementara pektin adalah jenis sumber serat yang larut air.
- Oralit, adalah salah satu obat yang aman untuk mengatasi diare pada ibu hamil karena mengandung senyawa elektrolit dan mineral seperti natrium klorida, kalium klorida, glukosa anhidrat, natrium bikarbonat, dan trisodium citrate dihydrate.
- Antibiotik, kemungkinan besar diare bisa terjadi karena infeksi bakteri atau parasit. Pada kasus ini, dokter akan meresepkan antibiotik sebagai obat diare untuk ibu hamil.
Diare adalah penyakit yang sebetulnya bisa sembuh sendiri. Hal ini yang membuat dokter biasanya akan menyarankan beberapa hal sebelum akhirnya meresepkan obat untuk pasien mereka. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan ibu hamil apabila mengalami diare.
Cara Aman Atasi Diare Ibu Hamil
- Perbanyak minum air putih. Terus-menerus buang air dapat menyebabkan tubuh kekurangan banyak cairan karena keluar bersama feses. Selain air putih, ibu hamil juga bisa mencoba konsumsi air kelapa karena minuman sehat ini berfungsi untuk menggantikan cairan dalam tubuh yang terbuang dan mencegah dehidrasi.
- Mengonsumsi makanan probiotik. Probiotik merupakan jenis bakteri baik untuk tubuh sehingga berfungsi membantu membunuh bakteri jahat penyebab diare yang berkembang di saluran pencernaan.
- Hindari mengonsumsi buah-buahan. Mengonsumsi buah memberikan dorongan untuk buang air terus. Saat diare, disarankan untuk tidak mengonsumsi buah-buahan terlebih dulu hingga diare reda.
- Hindari minum susu dan kopi. Selama mengalami diare, sebaiknya ibu hamil menghentikan konsumsi susu untuk sementara waktu. Susu dapat memberikan sensasi mual, ingin muntah, dan keinginan untuk buang air terus-menerus. Sama halnya dengan susu, ada baiknya juga menghindari kopi karena kandungan kafeinnya bisa menimbulkan sensasi melilit.
Dokter mungkin akan merekomendasikan pola makan seperti diet BRAT untuk sementara waktu. Diet ini mengharuskan ibu hamil hanya makan pisang, nasi, saus apel, dan roti tawar panggang karena mudah dicerna sistem pencernaan. Setelah diare membaik, Anda boleh menghentikan diet BRAT karena pola makan ini tidak mampu mencukupi kebutuhan gizi ibu hamil dan janin.
[1] Kusyani, dkk. 2022. Asuhan Keperawatan Anak dengan Kejang Demam dan Diare. Jakarta: Penerbit NEM, hlm. 24


Leave a comment