Rutin Memantau Tekanan Darah Turunkan Risiko Kematian Ibu Hamil

Ilustrasi: pemeriksaan tekanan darah Ilustrasi: pemeriksaan tekanan darah

Dilansir dari Harvard Health Publishing, penyebab kematian utama pada ibu hamil yang paling umum adalah hipertensi. Sayangnya, wanita mengandung dengan tekanan darah tinggi ini terus meningkat dari waktu ke waktu. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan sebagai pencegahan sekaligus menurunkan risiko kematian, salah satunya memantau tekanan darah pada ibu hamil.

Tekanan Darah Tinggi dapat Memicu Preeklamsia

Tekanan darah tinggi atau hipertensi pada wanita hamil adalah salah satu gejala yang tidak boleh disepelekan. Bagi sebagian besar orang, mungkin akan menganggap remeh. Hal ini karena kondisi hipertensi pada ibu hamil yang bervariasi dan bisa normal dalam waktu tertentu. Meskipun begitu, hipertensi pada ibu hamil dapat menyebabkan beberapa penyakit serius, atau bisa disebut dengan komplikasi. Jika hipertensi terlalu parah dan sudah menyebabkan komplikasi, ini membuat tim medis semakin kesulitan untuk menanganinya.

Kesulitan penanganan medis akhirnya membuat banyak dokter angkat tangan dengan permasalahan tersebut. Alhasil, hipertensi dapat meningkatkan risiko kematian pada wanita hamil. Alasan lain mengapa hipertensi menjadi sebuah masalah serius, yaitu tekanan darah tinggi merupakan faktor utama dalam preeklamsia. Preeklamsia berpotensi mengancam jiwa dan dapat memengaruhi kesehatan wanita hamil, di akhir kehamilan dan pada minggu-minggu awal setelah kelahiran.

Preeklamsia pada wanita hamil menjadi sebuah momok tersendiri yang perlu diwaspadai. Seiring dengan tekanan darah tinggi, beberapa tanda preeklampsia adalah sakit kepala dan perubahan visual. Gejala lain yang banyak dialami oleh wanita hamil, yaitu terganggunya fungsi ginjal dan hati. Tentu ini sangat berbahaya, karena ginjal dan hati adalah dua organ vital yang perlu dijaga kesehatannya, apalagi jika Anda sedang hamil.

Baca juga:  Bagaimana Cara Membuat Jelly Lidah Buaya Sendiri di Rumah?
Ilustrasi: terapi kognitif untuk mengatasi depresi (sumber: wfae.org)

Ilustrasi: ibu hamil (sumber: wfae.org)

Preeklamsia tidak hanya disebabkan oleh hipertensi pada wanita hamil. Usia seorang wanita ketika hamil juga bisa menjadi penyebab preeklamsia. Semakin tua usia seorang wanita hamil, akan meningkatkan risiko preeklamsia. Ada baiknya Anda memperhatikan usia jika ingin memiliki anak atau sedang menyusun promil. Usia wanita hamil yang aman terhadap preeklamsia, yaitu 20 tahun hingga 27 tahun. Kehamilan di atas usia 27 tahun atau lebih memiliki risiko cukup besar terhadap preeklamsia dan berbagai macam gangguan kehamilan.

Untuk menghindari hipertensi yang dapat menyebabkan kematian pada ibu hamil, ada baiknya melakukan pemantauan tekanan darah secara rutin di rumah. Anda bisa menggunakan alat pengukur tekanan darah atau tensi jenis manual maupun digital. Lebih mudah jika Anda menggunakan jenis tensi digital. Jangan lupa untuk selalu mencatat perubahan tekanan darah Anda secara rutin. Catatan ini juga akan mempermudah dokter kandungan saat Anda melakukan pengecekan kesehatan.

Baca juga:  Prosedur dan Biaya Melakukan Suntik Tetanus Toxoid (TT) Untuk Ibu Hamil

Pemantauan Tekanan Darah Turunkan Risiko Kematian Wanita Hamil

Dalam sebuah penelitian mengenai hubungan hipertensi dan risiko kematian pada wanita hamil, sebuah percobaan dilakukan pada beberapa ibu hamil di Amerika. Wanita yang didiagnosis hipertensi selama kehamilan diberi mesin tekanan darah, yang memungkinkan mereka untuk memeriksa tekanan darah beberapa kali seminggu selama periode postpartum. Mereka lalu mengirim hasil tekanan darah melalui pesan singkat ke tim perawatan kesehatan masing-masing.

Setelah meninjau hasil ini, tim kesehatan dapat mengarahkan seorang wanita untuk mengonsumsi atau mengubah dosis obat tekanan darah mereka. Dari hasil pemantauan tekanan darah, kriteria kronis dapat ditetapkan ketika ibu hamil harus mengunjungi dokter atau perlu dikirim ke ruang gawat darurat karena peningkatan tekanan darah atau gejala yang memburuk.

Ilustrasi: pemeriksaan tekanan darah (sumber: romper.com)

Ilustrasi: pemeriksaan tekanan darah (sumber: romper.com)

Dari hasil penelitian yang dilakukan, mereka menemukan bahwa hampir setengah dari peserta (42%), perlu minum obat untuk menurunkan tekanan darah atau mengubah dosis obat tekanan darah mereka, beberapa wanita (15%) perlu dirawat di rumah sakit karena peningkatan tekanan darah, dan hampir semua wanita (94%) sangat puas dan terbantu dengan metode pemantauan tekanan darah mereka dari rumah.

Secara intuitif, pendekatan ini masuk akal. Wanita yang memiliki tekanan darah tinggi selama kehamilan, punya risiko lebih besar untuk memiliki tekanan darah tinggi pada periode postpartum. Studi ini menunjukkan bahwa pemantauan di rumah dapat membantu wanita menjaga tekanan darah mereka dalam kisaran yang lebih aman. Sehingga, ketika risiko meningkat atau komplikasi terjadi, dapat diatasi dengan cepat.

Baca juga:  Jangan Dibuang, Daun Ubi Jalar Ternyata Juga Dapat Diolah Menjadi Aneka Masakan

Dari studi tersebut, wanita hamil juga perlu mengetahui tingkat kesehatannya melalui pengukuran tekanan darah secara rutin, terutama pada periode postpartum, yang disebut trimester keempat. Baru-baru ini, ACOG mengakui betapa pentingnya periode ini bagi kesehatan fisik dan mental wanita hamil.

Tidak setiap wanita perlu memantau tekanan darahnya, atau melakukan beberapa kunjungan dengan dokter kandungannya jika mereka dalam keadaan normal. Namun, bagi wanita yang terkena tekanan darah tinggi selama kehamilan, perawatan seperti itu sangat penting. Selain itu, penting untuk dipahami bahwa preeklampsia hampir menggandakan risiko seorang wanita terserang penyakit kardiovaskular. Jadi, perawatan kesehatan pasca-persalinan yang efektif dapat memiliki manfaat jangka panjang bagi beberapa wanita.

Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi selama kehamilan, penting bagi Anda untuk selalu melakukan pemantauan tekanan darah. Anda tidak harus melakukan pemantauan dengan dokter, Anda bisa melakukannya sendiri menggunakan alat tensi sederhana. Konsultasikan juga hasil pengukuran tekanan darah Anda kepada dokter kandungan Anda. Cara ini akan efektif untuk mencegah berbagai macam gangguan selama kehamilan dan kelahiran.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*