Bisa Menyebabkan Asma, Yuk Ikuti Tips Gunakan Kompor Gas Secara Aman!
Penggunaan kompor gas sangat umum karena mudah dibeli dan dari segi biaya sangat terjangkau, apalagi dengan adanya subsidi dari pemerintah terkait produk kompor gas dan tabung gas tertentu.[1] Namun, ada hal yang perlu dikhawatirkan seputar kompor gas. Kompor gas bisa memengaruhi kualitas udara di rumah, sehingga bisa menyebabkan asma. Untuk itu, Anda perlu mengetahui tips gunakan kompor gas yang aman.
Kompor Gas Terkait dengan Asma Anak
Kompor gas mempengaruhi kualitas udara di dalam dan di luar rumah Anda, menyebarkan polutan yang meningkatkan risiko asma dan penyakit lainnya. Memasak dengan kompor gas menghasilkan nitrogen dioksida dan melepaskan partikel udara kecil tambahan yang dikenal sebagai PM2.5, yang keduanya mengiritasi paru-paru.
Nitrogen dioksida telah dikaitkan dengan asma pada anak. Dilansir dari Harvard Health Publishing, selama tahun 2019 saja, hampir dua juta kasus asma anak di seluruh dunia diperkirakan disebabkan polusi nitrogen dioksida.
Menurut analisis penelitian observasional, anak-anak yang tinggal di rumah dengan kompor gas untuk memasak, 42% lebih mungkin menderita asma. Sementara studi observasional tidak dapat membuktikan bahwa memasak dengan gas adalah penyebab langsung asma, data juga menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat nitrogen dioksida, semakin parah gejala asma pada anak-anak dan orang dewasa.
Memasak dan memanggang yang dilakukan dengan peralatan gas dapat mengeluarkan konsentrasi nitrogen dioksida yang tinggi. Sebuah studi baru-baru ini yang diterbitkan oleh para peneliti di Stanford menghitung bahwa emisi nitrogen dioksida luar ruangan dari pembakar gas atau oven tertentu naik di atas standar yang ditetapkan Environmental Protection Agency (EPA). Itu terjadi hanya dalam beberapa menit. Meskipun begitu, saat ini EPA belum menetapkan standar untuk tingkat aman di dalam ruangan.
Organisasi seperti Massachusetts Medical Society dan American Medical Association mencoba meningkatkan kesadaran klinisi dan masyarakat tentang risiko ini. Namun, banyak dari informasi ini masih terasa janggal bagi sebagian besar orang.
Waspada! Kompor Gas Bisa Bocor Kapan Saja
Studi Stanford menguji kompor gas di 53 rumah. Semua kompor mengeluarkan gas metana, bahkan ketika dimatikan. Kebocoran ini setara dengan 76% dari total emisi gas metana mereka. Baik metana dan nitrogen dioksida berkontribusi terhadap polusi udara dengan membentuk ozon dan kabut asap di permukaan tanah. Metana juga merupakan gas rumah kaca utama dan memperburuk perubahan iklim. Khususnya, dalam penelitian ini, baik emisi metana maupun nitrogen dioksida tidak terkait dengan usia atau harga kompor gas.
Terlebih lagi, sebuah studi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health and PSE Healthy Energy menunjukkan bahwa peralatan gas juga mengandung bahan kimia beracun lainnya. Para peneliti mengumpulkan gas yang tidak terbakar dari kompor dan membangun jaringan pipa di wilayah Boston yang lebih luas.
Dalam analisis mereka, mereka mengidentifikasi 21 polutan udara berbahaya yang dikenal sebagai volatile organic compounds (VOC). Misalnya, benzena, heksana, dan toluena ada di hampir semua sampel gas yang diuji. Paparan beberapa VOC meningkatkan risiko asma, kanker, dan penyakit lainnya.
Tips Pakai Kompor Gas yang Aman
- Gunakan kipas angin yang menggerakkan udara ke luar. Meskipun hal ini akan berkontribusi pada polusi luar ruangan, hal ini mengurangi paparan terhadap udara yang tidak sehat pada konsentrasi yang lebih tinggi di ruang terbatas.
- Gunakan pembersih udara. Meskipun tidak menghilangkan semua polutan, pembersih udara dapat meningkatkan kualitas udara dalam ruangan. Pilih pembersih udara yang memiliki tingkat pengiriman udara bersihnya tinggi.
- Beralih ke peralatan listrik untuk memasak. Masalah biaya, sebaiknya Anda sisihkan terlebih dahulu jika ingin memiliki paru-paru sehat. Anda bisa memakai oven listrik, microwave, rice cooker, dan ketel listrik.
- Ganti kompor gas dengan kompor listrik. Tak harus kompor listrik yang mahal, sudah banyak produk kompor listrik murah dengan fitur lengkap. Anda bahkan bisa membelinya secara online.
Selain itu, sebagai alternatif kompor gas, Anda bisa menggunakan kompor bertenaga surya. Mungkin ini terbilang cukup mahal dibandingkan kompor listrik dan gas, tetapi lebih sehat dan ramah lingkungan.
[1] Azzahra, Septianissa, dkk. 2020. Uji Performa Kompor Induksi dan Kompor Gas Terhadap Pemakaian Energi dan Aspek Ekonomisnya. Energi dan Kelistrikan: Jurnal Ilmiah Institut Teknologi PLN, Vol. 12(2):149-155.


Leave a comment