Hindari Penyakit Kardiovaskular dengan Mengetahui Kondisi Kardiometabolik
Serangan jantung dan stroke merupakan bentuk penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab utama kematian di banyak negara. Ada banyak faktor risiko penyakit kronis tersebut, salah satunya adalah kondisi kardiometabolik. Untuk menghindari sejumlah penyakit kardiovaskuler, Anda perlu mengetahui seberapa parah kondisi kardiometabolik Anda.
Apa Itu Kardiometabolik?
Dilansir dari Harvard Health Publishing, sistem kardiovaskular mencakup jantung, darah, dan pembuluh darah. Kesehatan kardiometabolik adalah istilah yang mengacu pada kombinasi dari banyak faktor risiko ini.
Secara medis, kardiometabolik juga dapat didefinisikan sebagai sekumpulan kelainan metabolisme yang ditandai dengan lima kriteria yaitu obesitas abdominal, peningkatan kadar trigliserida, penurunan HDL-kolesterol, peningkatan kadar glukosa darah puasa, dan peningkatan tekanan darah.[1] Semua ini yang mengontrol kondisi sistem kardiovaskular.
Di sisi lain, untuk memperkirakan berapa banyak orang di AS yang memiliki kesehatan kardiometabolik optimal, para peneliti yang menerbitkan laporan ilmiah dalam Journal of American College of Cardiology menganalisis hasil survei dari lebih dari 55.000 orang dewasa di AS. Langkah-langkah optimal didefinisikan sebagai lima hal berikut.
Standar Kondisi Kardiometabolik Normal
- Indeks massa tubuh dan lingkar pinggang dalam rentang ideal.
- Gula darah normal (tanpa minum obat penurun gula darah).
- Kadar kolesterol ideal (tanpa minum obat penurun kolesterol).
- Tekanan darah normal (tanpa minum obat untuk menurunkan tekanan darah).
- Tidak ada bukti penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung atau stroke sebelumnya.
Studi ini menemukan, pada 2018, hanya 6,8% dari populasi AS yang memiliki kesehatan kardiometabolik yang optimal. Ini adalah jumlah yang sangat sedikit. Selain itu, para peneliti menyimpulkan berikut.
Tingkat Kardiometabolik Semakin Turun
- Tingkat kesehatan kardiometabolik yang optimal menurun. Sementara 6,8% populasi memiliki kesehatan kardiometabolik yang optimal pada tahun 2018, angka tersebut adalah 7,7% pada tahun 2000 dan 8,4% pada tahun 2004.
- Kelebihan berat badan dan peningkatan gula darah adalah penyebab terbesar kardiometabolik tidak normal. Pada tahun 2000 hingga 2018, proporsi mereka yang memiliki berat badan ideal turun dari 34% menjadi 24%, sedangkan mereka yang memiliki kadar gula darah normal turun dari 59% menjadi 37%.
- Kesenjangan kesehatan sangat signifikan. Misalnya, kesehatan kardiometabolik yang lebih buruk lebih umum di antara orang-orang yang bukan kulit putih, laki-laki, miskin, kurang berpendidikan, atau lebih tua. Ini mungkin mencerminkan determinan sosial kesehatan, seperti di mana orang tinggal dan bekerja.
- Kesehatan kardiometabolik yang baik diperkirakan akan semakin menurun. Data ini dikumpulkan sebelum pandemi COVID-19, dan ada bukti bahwa aktivitas fisik menurun dan kebiasaan tidak sehat meningkat selama pandemi.
Meskipun begitu, dalam kelompok usia termuda (usia 20 hingga 34), proporsi mereka yang memiliki kesehatan kardiometabolik optimal sedikit meningkat, dari sekitar 14% pada tahun 2000 menjadi sekitar 15% pada tahun 2018. Secara keseluruhan, kadar kolesterol ideal juga meningkat, dari sekitar 30% populasi pada tahun 2000 menjadi 37% pada tahun 2018. Banyak peserta penelitian memiliki kesehatan kardiometabolik menengah (tidak buruk). Mereka mungkin hanya membutuhkan perbaikan kecil untuk pindah ke kelompok yang optimal.
Tips Meningkatkan Kondisi Kardiometabolik
- Ketika penelitian menemukan orang Amerika gagal dalam tindakan kesehatan dan bahwa ada kesenjangan kesehatan antara populasi yang berbeda, mudah untuk berkecil hati. Tapi ini juga bisa menjadi ajakan pribadi untuk bertindak.
- Menghindari serangan jantung atau stroke adalah hal sangat penting. Pikirkan tentang kesehatan kardiometabolik Anda sendiri. Lakukan langkah-langkah kecil dahulu yang dapat dikelola dan diskusi dengan dokter Anda dalam mencapai tujuan .
- Periksakan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah Anda secara berkala. Cari tahu langkah-langkah apa yang dapat membantu Anda meningkatkan kardiometabolik jika tidak dalam kisaran yang ideal.
- Melakukan olahraga yang cukup juga sangat mempengaruhi kondisi kardiometabolik normal. Ini harus diimbangi dengan diet sehat dan menambahkan lebih banyak aktivitas fisik ke hari Anda.
- Berhenti merokok. Meskipun tidak termasuk dalam studi terbaru ini, merokok adalah salah satu faktor risiko terpenting untuk kesehatan kardiometabolik yang buruk, serta berbagai jenis kanker dan masalah kesehatan lainnya. Tim perawatan kesehatan Anda dapat membantu Anda membuat rencana untuk berhenti merokok.
Meningkatkan kesehatan kardiometabolik bisa jadi sulit dilakukan sendiri. Bicaralah dengan dokter Anda tentang langkah apa yang harus diambil dan cara terbaik untuk memantau kemajuan Anda.
[1] Wahyuni & Martha Debora Korompis. 2020. Pengaruh Latihan Fisik terhadap Faktor Risiko Kardiometabolik (Kadar Glukosa Darah) pada Wanita Usia Reproduktif. Jurnal Ilmiah Bidan Poltekkes Kemenkes Manado, Vol. 7(2): 21-31.


Leave a comment