Tips Atasi Perut Keroncongan, Hidung Meler, dan Menguap
Ada hal-hal tertentu yang sering tidak sadar dilakukan tubuh, seperti perut keroncongan, hidung meler, dan menguap. Ada berbagai faktor yang memengaruhi kondisi tersebut, di antaranya lingkungan dan kekebalan tubuh. Tak sedikit orang juga menilai ketiga refleks tubuh tersebut bisa menular pada orang lain. Lantas, bagaimana cara mengatasinya?
Penyebab Perut Keroncongan
Perut bunyi adalah kondisi yang sangat umum terjadi dan biasanya menjadi tanda bahwa Anda sedang lapar. Namun, kondisi ini terkadang juga bisa disebabkan oleh hal lain, seperti kadar gula darah yang rendah, masuknya udara ke dalam usus, dan beberapa kondisi medis yang memengaruhi sistem pencernaan. Berbagai kondisi ini perlu diperiksa langsung oleh dokter dan diatasi sesuai penyebabnya.
Keroncongan di perut Anda secara medis dikenal sebagai borborygmi yang dianggap mencerminkan rasa lapar. Meski begitu, ada pula kondisi perut keroncongan terjadi justru setelah makan karena perut dan usus mendorong cairan dan makanan melalui saluran pencernaan. Suara-suara dari perut juga mungkin terjadi sebagai tanda adanya infeksi usus atau masalah lainnya. Faktor lain seperti stres pun bisa memicu perut keroncongan.
Cara Atasi Perut Keroncongan
Perut berbunyi secara tiba-tiba dan terdengar oleh banyak orang tentu akan membuat Anda malu. Namun, Anda tidak perlu khawatir, sebab ada banyak cara untuk mencegahnya terjadi. Jika perut bunyi dipicu oleh rasa lapar, konsumsi makanan sehat dan bergizi bisa menjadi solusi untuk mengatasinya.
Selain makan secara teratur, makan secara perlahan juga perlu Anda biasakan. Dengan makan secara perlahan, tubuh dapat mencerna makanan lebih baik sehingga mampu mencegah terjadinya perut bunyi. Tak hanya itu, hindari berbicara saat makan agar tidak menelan lebih banyak udara dan meningkatkan risiko tersedak.
Untuk mengurangi risiko perut bunyi, Anda disarankan membatasi konsumsi makanan mengandung gas, seperti kacang, brokoli, dan kol. Anda pun diharuskan mengurangi makanan mengandung asam, seperti soda, kopi, tomat, dan buah jeruk.
Meski tergolong normal, kondisi perut berbunyi bisa mengkhawatirkan jika disertai demam, mual, muntah, sembelit, diare, buang air besar berdarah, perut kembung, berat badan turun tanpa sebab, atau nyeri ulu hati. Jika mengalami perut bunyi dengan gejala tersebut, Anda disarankan segera memeriksakan diri ke dokter.
Penyebab Hidung Meler
- Infeksi. Saat Anda terserang flu, selaput lendir menghasilkan lebih banyak lendir sebagai bagian dari sistem pertahanan Anda: Lebih banyak lendir yang keluar berarti lebih sedikit kuman yang masuk.
- Alergi. Serbuk sari, ragweed, atau pemicu lainnya merangsang sel kekebalan yang menghasilkan histamin. Histamin membuka pembuluh darah tepat di bawah selaput lendir, dan itu menyebabkan peningkatan produksi dan pelepasan cairan dan lendir. Seperti halnya infeksi, respons ini mungkin berguna untuk mencairkan pemicu yang mengganggu dan menghilangkannya dari area tersebut.
- Udara dingin dan kering. Permukaan bagian dalam hidung ditutupi dengan selaput lendir yang menghangatkan dan melembapkan udara dengan baik sebelum mencapai paru-paru. Saat Anda menghirup udara kering dan dingin melalui hidung, selaput ini melembapkan udara dengan mengeluarkan air dan lendir.
- Makanan pedas. Rempah-rempah seperti capsaicin bertindak sebagai iritasi pada sinus dan selaput lendir, yang melepaskan cairan sebagai respons.
Cara Atasi Hidung Meler
Biasanya hidung meler ini akan terjadi saat terserang beberapa penyakit seperti pilek, flu, sinusitis, serta alergi. Cara mengatasi hidung meler dengan cepat sebenarnya sederhana dan bisa dilakukan di rumah, seperti meminum banyak cairan. Air membantu untuk menjaga tubuh agar terhidrasi dengan baik sehingga kuman penyebab pilek pun hilang.
Selain lebih banyak minum air hangat, Anda juga bisa menghirup uap air untuk melegakan hidung. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2015 menyimpulkan bahwa inhalasi uap cukup efektif untuk pasien flu biasa. Ini mengurangi waktu pemulihan penyakit sekitar satu minggu lebih cepat dibandingkan dengan tidak menghirup uap sama sekali. Anda cukup menambahkan beberapa tetesan minyak esensial dekongestan agar uap bekerja lebih baik mengatasi hidung meler atau ingusan yang sedang dialami.
Menggunakan alat pelembap udara atau humidifier di dalam kamar juga membantu meringankan hidung meler atau ingusan yang Anda alami. Mesin tersebut mengubah air menjadi uap air yang perlahan mengisi udara. Ketika dihirup, ini akan mengencerkan lendir dan membantu mengosongkan cairan di hidung yang berlebih sehingga pernapasan kembali normal.
Penyebab Menguap
Menguap adalah salah satu respons tubuh yang sering dikaitkan dengan rasa kantuk, kelelahan, maupun kebosanan. Refleks yang tidak terkendali ini membuat mulut menjadi terbuka lebar dan paru-paru mendapatkan pasokan udara yang banyak. Udara tersebut kemudian dikeluarkan secara perlahan-lahan. Selama periode waktu menguap, gendang telinga akan mengalami peregangan dan mata dapat tertutup, yang bisa membuatnya lebih berair.
Meski begitu, reflek menguap ternyata memiliki banyak fungsi bagi tubuh Anda. Menguap dikatakan bisa membantu mempersiapkan tubuh memahami transisi antara terjaga dan istirahat. Misalnya, menguap sering terjadi setelah periode relaksasi dan saat bangun dari tidur. Kondisi tersebut berfungsi sebagai sinyal internal bahwa sudah waktunya tidur, atau waktu istirahat dari aktivitas (seperti mengemudi). Beberapa ahli percaya menguap dapat membantu mendinginkan otak melalui efek kompleks pada sirkulasi di sekitar dan sinus.
Cara Atasi Sering Menguap
Studi terbitan Evolutionary Psychology pada 2007 menemukan bahwa kompres dingin di dahi bisa mengurangi menguap yang menular hingga sembilan persen. Kompres dingin dipercaya membantu mencegah kenaikan suhu di otak sehingga menguap pun berkurang. Selain kompres dingin, Anda bisa minum air lebih sering untuk mengatur suhu tubuh dan otak sehingga tetap normal.
Berada di dalam satu ruangan dalam waktu lama bisa membuat Anda bosan. Rasa bosan bisa menurunkan konsentrasi dan kewaspadaan. Akibatnya, tubuh pun menjadi lebih lelah dan Anda mudah menguap. Sebagai cara mengatasi agar tidak sering menguap, cobalah keluar ruangan untuk menyegarkan pikiran atau beristirahat sejenak di tengah pekerjaan.
Beberapa penyebab sering menguap yang umum dijumpai, di antaranya kelelahan dan mengantuk di siang hari. Untuk itu, Anda harus menjaga kualitas tidur dengan cara mengatur jam tidur sebanyak 7-8 jam. Ada baiknya menghindari bermain gadget dan mengonsumsi kafein sebelum tidur.
Sering menguap bisa juga ditimbulkan akibat kondisi kesehatan, seperti masalah otak dan saraf. Jika Anda sering menguap akibat efek samping obat, sampaikan pada dokter agar dosis diturunkan atau obat diganti.



Leave a comment