Gangguan Kesehatan Seiring Bertambahnya Usia, Bagaimana Mengatasinya?

Ilustrasi: masalah kesehatan pada usia lanjut (sumber: ninkatec.com) Ilustrasi: masalah kesehatan pada usia lanjut (sumber: ninkatec.com)

Penuaan adalah proses alami perubahan fungsi tubuh, termasuk perubahan fisiologis yang terjadi seiring bertambahnya usia dan dapat memengaruhi kesehatan manusia.[1] Karena itu, tubuh akan lebih rentan terhadap penyakit. Oleh sebab itu, Anda harus lebih peka dalam mengenali masalah kesehatan dan siap mengatasinya ketika sakit itu menyerang.

Tidak bisa dipungkiri, banyak dari kita yang sulit untuk mengontrol gaya hidup, mulai dari makanan, olahraga, sampai aktivitas harian ketika masih muda. Efeknya mungkin belum terasa saat masih berusia belia, tetapi akan menjadi ancaman ketika kita beranjak tua. Berikut adalah masalah kesehatan yang mulai mengancam seiring bertambahnya usia dan kiat untuk mengatasinya.

Jantung Bekerja Lebih Keras

Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah dan arteri menjadi lebih kaku. Jantung Anda akhirnya harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Hal ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan masalah jantung lainnya.

Untuk mengatasinya, Anda disarankan aktif bergerak, berjalan, berlari, berenang, dan sedikit olahraga ringan secara rutin. Selain itu, Anda bisa mengonsumsi buah, sayur, dan biji-bijian untuk menjaga kesehatan jantung. Mengelola stres dan menjaga tidur berkualitas juga dapat membantu memperbaiki dan menyembuhkan jantung dan pembuluh darah Anda.

Kulit Mengendur

Masalah kesehatan selanjutnya adalah kulit lebih kering dan kurang kenyal dibandingkan sebelumnya. Anda mungkin juga melihat kerutan, bintik-bintik penuaan, dan kutil, atau pertumbuhan kecil pada kulit. Itu karena kulit Anda menghasilkan lebih sedikit minyak alami dan kehilangan beberapa jaringan lemak tepat di bawah kulit seiring bertambahnya usia.

Untuk mengatasinya, Anda bisa mencoba mandi dengan air hangat dan mengenakan tabir surya secara teratur. Periksa kulit Anda sesering mungkin dan beri tahu dokter jika Anda melihat adanya perubahan, seperti tahi lalat. Hindari merokok untuk mencegah kulit cepat keriput.

Baca juga:  Rekomendasi Resep MPASI Tepung Beras untuk Bayi Usia 6 Bulan

Fungsi Penglihatan dan Pendengaran Menurun

Semakin tua, Anda mungkin merasa sulit untuk fokus pada objek dari dekat atau merasa silau dengan perubahan cahaya yang tiba-tiba, sehingga membutuhkan bantuan kacamata. Dalam hal pendengaran, Anda mungkin juga akan kesulitan mengikuti percakapan di ruangan yang penuh sesak atau mendengar pada frekuensi tinggi.

Untuk mengatasinya, ada baiknya untuk memeriksakan fungsi penglihatan dan pendengaran Anda secara teratur. Kenakan kacamata hitam untuk melindungi mata Anda di luar ruangan. Jika diperlukan, kenakan penyumbat telinga untuk melindungi atau memblokir suara keras.

Mengalami Penyakit Gusi dan Gigi

Anda mungkin memperhatikan gusi Anda tampak menjauh dari gigi Anda. Beberapa obat membuat mulut Anda terasa lebih kering. Mulut kering ini berpotensi membuat Anda berisiko lebih tinggi mengalami kerusakan gigi dan infeksi.

Untuk mengatasinya, Anda disarankan rajin sikat gigi dua kali dan benang satu kali untuk menghilangkan sisa makanan dan plak di antara gigi Anda. Ini adalah cara terbaik untuk membantu mencegah penyakit gusi dan kehilangan gigi. Temui dokter gigi Anda untuk pemeriksaan dan pembersihan rutin.

Ilustrasi: perawatan lansia (sumber: sixtyandme.com)

Ilustrasi: perawatan lansia (sumber: sixtyandme.com)

Tulang Lebih Rapuh dan Radang Sendi

Pada awal usia 40-an dan 50-an, tulang Anda akan mulai melemah, kurang padat, dan lebih rapuh, sehingga meningkatkan risiko patah tulang. Bahkan pada usia 40-an, Anda mungkin menjadi lebih pendek 1 hingga 2 inci. Itu terjadi ketika disk di tulang belakang Anda menyusut.

Baca juga:  Sering Dianggap Sama, Apa Saja Perbedaan Primer dan Pelembap?

Selain kekuatan tulang semakin menurun, sendi Anda akan terasa lebih kaku. Pasalnya, cairan dan tulang rawan yang melapisi sendi bisa berkurang atau hilang seiring bertambahnya usia. Saat jaringan di antara persendian Anda rusak, Anda mungkin mengalami radang sendi.

Untuk mengatasinya, pastikan Anda mendapatkan cukup vitamin D dan kalsium. Beberapa orang bisa mendapatkan vitamin D dengan menghabiskan waktu di bawah sinar matahari. Sementara sumber kalsium yang baik dalam makanan Anda termasuk produk susu, kacang almond, dan sayuran seperti brokoli serta kangkung. Dokter Anda mungkin juga merekomendasikan suplemen kalsium.

Sering Buang Air Kencing

Sekitar 10% orang berusia 65 tahun atau lebih mungkin merasa sulit untuk mengontrol kandung kemih atau disebut inkontinensia urine. Banyak dari orang-orang ini mengalami sedikit kebocoran saat batuk atau bersin, tetapi beberapa kehilangan banyak kencing sebelum mereka bisa ke kamar mandi. Bagi wanita, menopause bisa menjadi faktor pemicunya, sedangkan pada pria, kondisi tersebut akan diperparah dengan adanya pembesaran prostat.

Beberapa kondisi, seperti diabetes, dapat memperlambat usus Anda. Sementara itu, sejumlah obat mungkin membuat Anda sembelit. Ini termasuk obat-obatan yang mengobati tekanan darah, kejang, penyakit parkinson, dan depresi. Suplemen zat besi dan obat nyeri narkotika juga dapat menyebabkan sembelit.

Dalam kebanyakan kasus, gejala dapat dikontrol atau bahkan disembuhkan. Untuk itu, hindari kafein, alkohol, soda, dan makanan tinggi asam yang bisa memperburuk keluhan Anda. Latihan kegel pun dapat mengencangkan otot dasar panggul dan dapat membantu mengontrol kandung kemih. Sementara untuk menghindari sembelit, makanlah banyak makanan berserat tinggi seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, serta minum lebih banyak air putih.

Baca juga:  Kandungan Lipstik Purbasari (Varian Color Matte dan Metallic)

Kekuatan Otot Menurun

Seiring bertambahnya usia, Anda akan kehilangan massa otot yang dapat menyebabkan kelemahan dan berkurangnya aktivitas. Kondisi ini dapat meningkatkan kemungkinan Anda mengalami rasa sakit setelah menjalani aktivitas yang biasa Anda lakukan tanpa masalah, seperti berkebun atau berolahraga. Anda yang sering mengalami tegang atau kram otot rentan mengalami kondisi ini.

Untuk mengatasinya, lakukan olahraga ringan setiap hari, seperti jalan cepat atau angkat beban ringan. Ini akan membantu kekuatan dan fungsi otot. Periksa dengan dokter Anda untuk mengetahui seberapa banyak aktivitas yang tepat untuk Anda. Makan banyak buah-buahan, sayuran, dan protein tanpa lemak seperti ikan dan ayam, serta jauhi gula dan makanan yang tinggi lemak jenuh.

Kehidupan Seks Berubah

Selama menopause, jaringan vagina wanita menjadi lebih kering, lebih tipis, dan kurang elastis. Itu mungkin membuat seks menjadi kurang menyenangkan. Payudara kehilangan jaringan dan lemak, sehingga dapat terlihat lebih kecil dan kurang berisi. Sementara bagi pria, mereka mungkin merasa lebih sulit untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi.

Untuk mengurangi ketidaknyamanan kehidupan seks, Anda bisa berolahraga secara teratur, mengonsumsi makanan sehat, minum cukup cairan, menghindari rokok dan minum alkohol, serta mengelola stres dalam hidup. Selain itu, cobalah sesuatu yang baru dengan posisi seks yang baru, mencari waktu hubungan seks yang berbeda dari biasanya, dan fokus pada foreplay yang bisa memuaskan kehidupan seks Anda.

[1] Utami, dkk. 2022. Keperawatan Gerontik. Jakarta: Get Press, hlm. 2.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*