Perlindungan Pernapasan Pasca Banjir
Hujan lebat dan kenaikan muka air laut berkontribusi terhadap kejadian banjir besar yang merupakan salah satu dampak dari perubahan iklim. Lonjakan air yang mengalir deras ke dalam gedung sering menyebabkan bahaya langsung, seperti kematian akibat tenggelam, cedera yang diderita saat mencari tempat berlindung atau melarikan diri, dan hipotermia setelah terpapar air dingin tanpa tempat berlindung atau panas. Di antara ancaman yang kurang terlihat adalah risiko yang lebih tinggi terhadap masalah kesehatan pernapasan seperti asma dan reaksi alergi. Lalu, bagaimana mengatasinya?
Bencana banjir di kawasan perkotaan erat hubungannya dengan alam dan manusia. Banjir disebut sebagai bencana alam jika disebabkan oleh kejadian alam seperti curah hujan yang ekstrem, badai besar, dan topan. Di sisi lain, banjir di kawasan perkotaan disebut sebagai bencana akibat perbuatan manusia ketika tidak ada sistem pembuangan sampah yang baik.[1]
Meskipun tidak dapat sepenuhnya mencegah banjir, tetapi Anda dapat mengambil sejumlah langkah pencegahan seperti memperbaiki atap dan saluran air. Anda bisa memeriksa secara rutin ventilasi, selokan, dan cerobong asap untuk mencegah kebocoran. Membangun penghalang di dinding luar dan sekitar jendela menjadi langkah tepat mencegah masuknya hujan deras dan air banjir. Selain itu, Anda pun bisa memasang pompa untuk mengalirkan air dari ruang bawah tanah, dan katup aliran balik pada saluran pembuangan untuk mencegah air kembali ke rumah.
Tindakan Pasca Banjir
- Periksa bangunan secara menyeluruh terkait kelembapan dan pertumbuhan jamur segera setelah banjir reda.
- Kuras air banjir dan buang sedimen yang tersisa.
- Hapus bahan berpori yang terkena dampak. Jika memungkinkan, keringkan di luar ruangan di bawah sinar matahari.
- Memaksimalkan penerangan dengan membiarkan semua jendela dan pintu terbuka, atau gunakan kipas angin besar untuk mengeringkan bangunan secepat mungkin.
- Gunakan dehumidifiers di ruang lembap seperti ruang bawah tanah.
- Tingkatkan filter udara di sistem HVAC ke MERV 13, atau gunakan pembersih udara portabel dengan filter HEPA untuk mengurangi paparan spora jamur di udara.
Saat banjir melanda, risiko penularan dan serangan penyakit tertentu pun menjadi meningkat. Nyatanya, ada beberapa jenis penyakit langganan yang sering menyerang saat bencana alam tersebut terjadi. Penelitian yang dilakukan di New Orleans setelah Badai Ida pada tahun 2021 mengidentifikasi faktor-faktor umum, baik dalam kasus perumahan maupun banjir dengan dampak besar, pada kesehatan pernapasan.
Bahaya Pasca Banjir
- Bahan kimia beracun. Banjir dapat membawa air yang terkontaminasi bahan kimia beracun, logam berat, pestisida, biotoksin, limbah, dan patogen yang terbawa air ke dalam bangunan. Setelah itu, beberapa kontaminan beracun menempel di sedimen kering yang tertinggal. Bahkan, dikhawatirkan terhirup ke dalam paru-paru, sehingga berpotensi memengaruhi kesehatan pernapasan Anda.
- Pertumbuhan jamur. Bahan lembap di dalam gedung setelah banjir menciptakan kondisi sempurna untuk pertumbuhan jamur yang cepat. Anak-anak sangat rentan terhadap masalah kesehatan yang dipicu oleh jamur. Paparan jamur dengan konsentrasi tinggi bisa memicu komplikasi pernapasan seperti asma, rinitis alergi, dan sinusitis. Bahkan, keluhan lain seperti iritasi mata dan batuk juga turut menyertai akibat paparan jamur tersebut.
Jamur dapat menyebabkan banyak efek kesehatan. Bagi sebagian orang, jamur dapat menyebabkan hidung tersumbat, sakit tenggorokan, batuk atau mengi, mata terbakar, atau ruam kulit. Orang dengan asma atau yang alergi terhadap jamur mungkin mengalami reaksi yang parah. Sementara itu, orang dengan sistem kekebalan yang lemah atau penyakit paru-paru kronis dapat terkena infeksi di paru-paru mereka dari jamur.
Tips Lindungi Pernapasan Pasca Banjir
- Kenakan masker wajah N95 yang pas, sarung tangan, dan sepatu boot karet untuk membersihkan.
- Bersihkan dan desinfeksi segala sesuatu yang telah bersentuhan dengan air menggunakan sabun, detergen, dan/atau produk pembersih antibakteri.
- Buang bahan berjamur dalam kantong plastik yang tersegel.
Tak hanya masalah jamur, penyakit pasca banjir lainnya adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Penyakit ini terjadi karena virus, bakteri, atau organisme lain yang muncul di lingkungan tak sehat, seperti banjir. Gejala utama penyakit ini serupa dengan gejala flu umum, misalnya batuk dan demam yang disertai sesak napas atau nyeri dada. Lakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.
[1] Purnayenti, Sri. 2019. Banjir dan Kebakaran, Bencana Klasik di Kota Besar. Jakarta: Penerbit Duta, hlm. 1.


Leave a comment