Perbedaan Anjing Pomeranian dan Mini Pom yang Perlu Anda Ketahui

Anjing pomeranian (sumber: hewany.com) Anjing pomeranian (sumber: hewany.com)

Pencinta anjing pastinya sudah begitu familier dengan jenis anjing toy seperti Pomeranian. Belakangan juga muncul “jenis” anjing pomeranian yang banyak diperjual-belikan di pasaran Indonesia, seperti teacup, mini pom, hingga toy pom. Lantas, apa sih perbedaan dari jenis anjing Pomeranian tersebut?

Perbedaan Pomeranian dan Mini Pom

Berdasarkan penjelasan dari pusat informasi Pomeranian, PetPom, rupanya tidak ada jenis yang diakui seperti teacup, miniature (mini), toy Pomeranian atau nama lain yang menyiratkan bahwa ada jenis anjing yang terpisah dan berbeda, lebih kecil dari Pom standar, yang khusus.

Hanya ada satu jenis anjing Pomeranian di AS dan di semua negara lain di dunia. Teacup dalam kaitannya dengan Pomeranian adalah istilah pemasaran – dan jika anjing itu benar-benar kecil, itu mengacu pada anjing kecil yang ukurannya di bawah standar.

Namun demikian, istilah ini dapat digunakan oleh breeder sebagai kata kerja (bermakna kecil) untuk menggambarkan seekor Pomeranian yang termasuk dalam skala berat rendah dari standar berat yang diterima. Beratnya sekitar 3 atau 4 pon (1,36 -1,81 kg).

Baca juga:  Memilih Mainan Terbaik Bagi Anak-Anak

Yang tidak dapat diterima adalah jika ada seorang breeder yang sengaja membiakkan pom secara tidak etis, untuk menghasilkan anjing yang berukuran lebih kecil dari standar yang ditetapkan yang dianggap aman, mungkin dengan berat di bawah 3 lbs (1,36 kg).Seekor anjing pom yang berada di bawah berat yang diterima kemungkinan besar akan memiliki banyak masalah kesehatan.Pom di bawah berat standar breed sangat sering memiliki organ yang kurang berkembang, diabetes, masalah tiroid, dan banyak lagi.

Karakteristik Pomeranian

Ciri khas Pomeranian yaitu moncong tajam menyerupai serigala. Telinganya kecil, tegak, dan runcing, halus lunak. Ekornya melingkar diselimuti bulu.[1]Pomeranian berasal dari nama sebuah provinsi di Jerman. Pomeranian adalah tipikal anjing yang lucu, penuh semangat, cerdas, dan bersahabat. Pomeranian memiliki tinggi 17 sampai 30 sentimeterdan beratnya 3 sampai 7 kilogram.

Anjing pomeranian (unsplash: Alvan Nee)

Anjing pomeranian (unsplash: Alvan Nee)

Fisik dan mental pomeranian dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti genetik, perawatan, pelatihan, dan kebutuhan sosial. Anjing pomeranian yang memiliki kondisi fisik dan mental yang baik bisa dilihat darikeaktifan mereka dalam beraktivitas, ekspresi wajah, dan anatomi tubuh mereka.

Baca juga:  Update Jenis dan Harga Susu Bear Brand Semua Varian

Perawatan Pomeranian

Pemeliharaan pomeranian bukan hal sulit, namun tetap membutuhkan beberapa perlakuan khusus terkait perawatan. Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian adalah tubuh yang kecil, bulu lebat, tempurung lutut yang rentan, dan persendian lemah menjadi suatu pertimbangan perhatian khusus dalam pemeliharaan agar anjing pomeranian terhindar dari cedera maupun hal buruk lainnya.

Bulu panjang dan tebal seperti anjing pomeranian harus sering disisir, karena pomeranian memiliki dua jenis bulu (double-coat) yang sangat mudah kusut dan menggumpal. Penyebab dari bulu kusut biasanyaadalah bulu basah yang terjadi karena beberapa hal seperti liur anjing, urine anjing, dan makanan. Penyebablain adalah kerontokan bulu. Saat musim kerontokan bulu pomeranian, umumnya bulu kapasnya mengalamikerontokan yang lebih besar dibandingkan dengan bulu jarumnya sehingga penggumpalan bulu akan terjadijika bulu-bulu mati yang telah rontok tidak disisir.

Pomeranian termasuk golongan toy group bermoncong pesek yang mudah mengalami kepanasan dan sulit untuk menurunkan suhu tubuhnya karena panas terik matahari. Ketika pomeranian berada di luar ruanganuntuk dijemur, maka perhatian ekstra perlu diberikan untuk mengetahui tanda-tanda kepanasan seperti napasyang lebih cepat dan lidah yang menjulur. Heat Stroke umumnya mudah menyerang anjing. Suhutubuh anjing lebih tinggi daripada suhu tubuh manusia dan kemampuan untuk menurunkan suhu tubuh lebihrendah dari pada manusia karena manusia bisa mengeluarkan keringat untuk menurunkan suhu tubuh,sedangkan anjing menurunkan suhu tubuhnya hanya dari hidung, mulut, dan pori-pori dibawah telapak kakinya saja.

Baca juga:  Dimakan Dengan Nyala Api, Berani Coba Cemilan Khas India yang Satu Ini?

Tempurung lutut dan persendian pomeranian merupakan bagian badan yang sangat rentan cedera, Kasus seperti fraktur yang disebabkan oleh terjatuh dari tempat yang tinggi adalah jenis-jenis cedera yang rentan dialami. Pomeranian adalah anjing yang aktif oleh sebab itu, untuk mencegah terjadinya cederasebaiknya hindarkan anjing pomeranian dari tempat-tempat yang tinggi. Fraktur merupakan patahnyatulang yang biasanya dialami anjing kecil akibat kecelakaan, terjatuh, dan luka.[2]

[1]Budiana, NS. 2008. Anjing. Jakarta: Penebar Swadaya, hlm 179.

[2] Cendana, KD dkk. 2018. Model Desain Taman Ramah Anjing Pomeranian. Jurnal Arsitektur Lansekap. 4(2): 202-209.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*