Apa Sih Perbedaan Coca Cola Zero dan Biasa?

Coca Cola Zero (sumber: healthline) Coca Cola Zero (sumber: healthline)

Coca-Cola bisa dibilang sebagai minuman soda sejuta umat. Bagaimana tidak? Hampir di setiap warung dan pusat perbelanjaan selalu tersedia Coca Cola. Minuman rasa kola ini sebenarnya terdiri dari beberapa varian. Nah, beberapa orang masih banyak yang kebingungan, apa perbedaan Coca Cola Zero dan yang biasa?

Tentang Coca Cola

Coca-Cola merupakan merek minuman ringan terpopuler dan paling laris dalam sejarah hingga saat ini. Diciptakan pertama kalinya di Atlanta, Georgia oleh Dr. John S. Pemberton, Coca-Cola pertama diperkenalkan sebagai minuman Fountain dengan mencampurkan sirup rasa cola dan air berkarbonasi. Pertama kali terdaftar sebagai merek dagang di tahun 1887, di tahun 1895 Coca-Cola telah terjual di seluruh wilayah Amerika Serikat.

Coca-Cola masuk di Indonesia sejak tahun 1927 dan dibotolkan secara local sejak 1932 di Jakarta. Produksi pertama sebanyak 10.000 cs dengan dibantu 3 truck dan 25 orang karyawan. Perusahaan dagang yang mengelola produk dari Coca-Cola saat itu adalah De Netherlands Indische Mineral Water Fabric di bawah manajemen Bernie Vonings dari Belanda.

Setelah proklamasi kemerdekaan RI, perusahaan ini diambil alih dan berubah nama menjadi Indonesia Beverages Limited (IBL). IBL menjalin kerjasama dengan tiga perusahaan dari Jepang yaitu Mitsui Toatsu Chemical Inc, Mitsui & Co. Ltd dan Mikuni Coca-Cola Bottling Co membentuk PT. Djaya Beverages Bottling Company (DBBC) pada tahun 1971.

Baca juga:  Agar Uang & Waktu Anda Tidak Sia-Sia, Simak Info Terbaru Posisi Tidur yang Benar Setelah Smoothing Ini!

Pada tanggal 12 Oktober 1993, PT. Coca-Cola Amatil Limited (CCA) di Sydney, Australia mengambil alih kepemilikan DBBC dan mengubah namanya menjadi PT. Coca-Cola Amatil Indonesia di Jakarta. Pada saat ini terdapat 11 pabrik pembotolan dengan sekitar 9.000 karyawan yang melayani lebih dari 400.000 pelanggannya di wilayah nusantara.

Sebelas pabrik tersebut antara lain berada di Semarang, Medan, Padang, Bandar Lampung, Makassar, Surabaya, Bandung, Denpasar, Jakarta, Banjarmasin, dan Manado. Sepuluh dari 79 sebelas unit operasi diakuisisi oleh PT. Coca-Cola Amatil Limited pada tahun 1993- 1995.

Sedangkan satu unit sisanya yang berada di Manado (PT. Bangun Wenang Beverages Co) kepemilikan sahamnya masih dimiliki oleh masyarakat lokal (PMDN). Kesuksesan Coca-Cola beroperasi di wilayah nusantara bahkan Asia tidak lepas karena keunikan produk, sistem pemasaran, dan pemahaman terhadap budaya lokal.[1]

Varian Coca Cola

Ilustrasi: minum Coca Cola (sumber: tickernews.co)

Ilustrasi: minum Coca Cola (sumber: tickernews.co)

Coca-Cola Original

Coca-Cola Original adalah minuman berkarbonasi rasa kola. Dalam setiap sajian (250 ml) Coca Cola Original mengandung 27 gram gula. Coca-Cola Original tersedia dalam kemasan kaleng 250 ml, PET 250 ml, 390 ml, 1 liter, 1.5 liter, hingga botol kaca (beling).

Baca juga:  Review Bedak Tabur Maybelline Fit Me Loose Finishing Powder

Komposisi Coca-Cola Original

Air berkarbonasi, gula, pewarna alami karamel (kelas IV), pengatur keasaman (asam fosfat), konsentrat kola, kafein. Mengandung kafein 24 mg/sajian. Maksimum konsumsi 150 mg/hari.

Coca-Cola Zero Sugar

Coca-Cola Zero Sugar adalah minuman berkarbonasi rasa kola yang diklaim bebas gula dan kalori. Coca-Cola Zero Sugar tersedia dalam kemasan kaleng isi 250 ml dan botol PET isi 390 ml.

Komposisi Coca-Cola Zero Sugar

Air berkarbonasi, pewarna alami karamel (kelas IV), pengatur keasaman (asam fosfat, trinatrium sitrat), pemanis buatan (sukralosa, asesulfam K), pengawet (natrium benzoat), konsentrat kola, kafein. Mengandung kafein 32 mg/sajian. Maksimum konsumsi 150 mg/hari. Mengandung pemanis buatan, disarankan tidak dikonsumsi oleh anak di bawah 5 (lima) tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Coca-Cola Light

Coca-Cola Light adalah minuman berkarbonasi rasa kola yang juga diklaim bebas gula dan kalori, namun dengan rasa yang lebih ringan dari Coca Cola Zero Sugar. Produk ini hanya tersedia dalam kemasan kaleng ukuran 330 ml.

Baca juga:  Jangan Sampai Salah, Ini Aturan Minum Susu Beruang (Bear Brand)

Komposisi Coca-Cola Light

Air berkarbonasi, pewarna alami karamel (kelas IV), pengatur keasaman (asam fosfat, asam sitrat), pemanis buatan (sukralosa asesulfam-K), konsentrat kola, pengawet (natrium benzoat), kafein. Mengandung pemanis buatan. Disarankan tidak dikonsumsi oleh anak di bawah 5 (lima) tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui. Mengandung kafein 42 mg/sajian. Maksimum konsumsi 150 mg/hari.

Perbedaan Coca Cola Zero dan Biasa

Seperti yang telah dijelaskan pada varian dan kandungan setiap produk Coca-Cola sebelumnya, Coca Cola biasa (original) memiliki kandungan gula cukup tinggi, yakni 27 gram. Sedangkan, pada Coca Cola Zero kabarnya tidak mengandung gula, tetapi mengandung pemanis buatan jenis sukralosa dan asesulfam K. Meski demikian, dari segi rasa rupanya Coca Cola Zero cukup identik dengan Coca-Cola Classic atau yang biasa.

[1] Christiana, W. 2013. Pengaruh Kualitas Presentasi Dalam Program Plant Visit Di PT. Coca-Cola Amatil Indonesia Central Java Terhadap Tingkat Pengetahuan Audiens Mengenai Profil Perusahaan (Skripsi). Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*