Obat untuk Mata Ikan, Apa Perbedaan Callusol Kuning dan Hijau?

Ilustrasi: mengobati mata ikan (sumber: chelsheaflo.com) Ilustrasi: mengobati mata ikan (sumber: chelsheaflo.com)

Kapalan dan mata ikan merupakan lapisan kulit yang menebal dan mengeras. Biasanya, terdapat pada telapak kaki, terutama kulit dan jari kaki, kadang pada telapak dan buku jari tangan. Kapalan bentuknya datar dengan penebalan kulit yang tidak menimbulkan sakit. Pada mata ikan, terdapat tonjolan kecil dan bening di tengah dan jika ditekan terasa sakit.[1] Nah, salah satu obat yang bisa digunakan untuk mengatasi kapalan dan mata ikan adalah Callusol. Namun, beberapa dari Anda mungkin ada yang masih bingung apa perbedaan antara Callusol kuning dan hijau. Berikut ulasannya.

Indikasi Callusol

Callusol merupakan salah satu obat kulit yang dijual bebas di apotek, sehingga Anda tidak perlu menggunakan resep dokter untuk mendapatkannya. Obat ini juga termasuk jenis obat luar kategori C. Oleh sebab itu, obat ini boleh digunakan wanita hamil jika memiliki manfaat lebih besar daripada risikonya.

Obat Callusol ini dipakai untuk mengobati beberapa macam penyakit kulit, seperti kutil, mata ikan, dan kapalan. Selain itu, obat ini juga diklaim dapat mengangkat penyakit kulit yang berhubungan dengan pengerasan epidermis kulit. Obat akan membantu mengelupas bagian kulit yang menonjol. Sehingga, kulit akan terlihat normal kembali tanpa ada perubahan tekstur.

Baca juga:  Jangan Sampai Salah, Begini Cara Memakai Salep Mata untuk Bayi

Kandungan Callusol

Dalam satu kemasan obat Callusol, mengandung asam salisilat 0,2 gr, polidocanol 0,2 gr, dan asam laktat 0,05 gr. Banyaknya dosis setiap bahan yang ada pada obat dikatakan sudah dicocokkan dengan penyakit yang akan diobati. Sehingga, aman dipakai sebagai obat luar.

Asam salisilat yang terkandung dalam Callusol biasa disebut dengan asam ortohidroksibenzoat. Ini merupakan salah satu jenis asam dengan sifat iritan lokal, dan biasa dipakai secara topikal. Sehingga, tidak heran jika Anda akan menemukan asam salisilat di berbagai macam obat kulit, terutama jenis obat jerawat atau penyakit kulit yang berkaitan dengan epidermis kulit.

Kandungan polidocanol pada obat Callusol tidak kalah penting dengan asam salisilat. Polidocanol sendiri merupakan salah satu obat luar yang berperan sebagai anestesi lokal dan anti-pruritus. Penambahan polidocanol dalam obat membuat Callusol dapat menghilangkan rasa gatal maupun nyeri pada penyakit kulit. Selain itu, polidocanol juga berfungsi untuk mempercepat proses pengeringan dan pengelupasan kulit yang mengeras atau terlalu menonjol.

Sementara dua kandungan Callusol di atas bersifat menyembuhkan dan menghilangkan nyeri, asam laktat pada produk berfungsi mengendalikan pertumbuhan penyakit kulit. Asam laktat sebagai antibakteri, memberikan dampak positif untuk kesehatan kulit. Zat tersebut akan mengontrol dan menekan pertumbuhan kulit yang tidak normal, sehingga kutil dan mata ikan dapat berhenti tumbuh dan lebih cepat hilang.

Baca juga:  Urutan & Cara Layering Skincare Yang Benar
Callusol Kuning dan Hijau

Callusol Kuning dan Hijau

Perbedaan Callusol Kuning dan Hijau

Callusol sebelumnya diproduksi dalam kemasan berwarna kuning keoranyean. Namun, pada kemasan baru kini sudah berganti menjadi box dengan perpaduan warna putih, hijau, dan kuning. Lantas, apa bedanya Callusol kuning dan hijau? Rupanya tak ada perbedaan antara kedua produk tersebut. Callusol kemasan kuning kabarnya sudah tidak tersedia. Namun demikian, beberapa apotik kemungkinan masih ada yang memiliki stok lama Callusol yang kemasannya kuning. Harga Callusol sendiri cukup murah berkisar mulai Rp30 ribuan.

Cara Penggunaan & Dosis Callusol

Callusol adalah jenis obat luar. Anda hanya perlu mengoleskan Callusol minimal 1 kali dalam sehari jika penyakit tersebut ringan, di bagian kulit yang bermasalah. Pakailah Callusol di malam hari sebelum Anda tidur, ini akan mempercepat proses penyembuhan kulit. Jika penyakit kulit Anda tergolong parah, maka Anda bisa menggunakan Callusol sebanyak 1-4 kali dalam sehari.

Agar obat dapat berfungsi dengan baik, sebaiknya Anda mengikuti petunjuk dokter atau petunjuk yang tertera di balik kemasan obat. Sebelum dipakai, obat harus dikocok dahulu agar semua bahan yang ada tercampur merata. Setelah itu, Anda baru bisa memakai obat ini sesuai dengan dosis yang disarankan atau petunjuk dokter.

Baca juga:  New Cell Night Cream, Produk Purbasari Untuk Wajah Dengan Kandungan Kolagen

Perlu Anda ketahui bahwa Callusol membutuhkan waktu beberapa hari untuk menyembuhkan kutil, mata ikan, dan kapalan. Hindari juga bagian kulit yang mengalami luka terbuka saat Anda mengoleskan Callusol. Karena ini, akan memperparah luka tersebut, dan menimbulkan infeksi pada kulit yang luka.

Efek Samping Callusol

Bagi Anda yang memiliki gejala alergi atau kurang tepat mengaplikasikan Callusol, sebaiknya Anda waspada dengan efek samping yang bisa ditimbulkan. Callusol dapat meningkatkan risiko terjadinya kulit kering dan iritasi kulit jika dipakai secara bersamaan dengan obat jerawat. Selain itu, asam salisilat, asam laktat, dan polidocanol yang terkandung dalam Callusol, dapat menyebabkan efek samping, seperti iritasi, kulit kering, rasa tidak nyaman, dan hiperpigmentasi atau penggelapan pada kulit.

[1] Wijayakusuma, H. 2008. Ramuan Lengkap Herbal Taklukkan Penyakit. Jakarta: Pustaka Bunda, hlm 104.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*