Benarkah Peralatan Masak Antilengket Aman untuk Kesehatan?

Ilustrasi: peralatan masak antilengket (sumber: reviewed.com) Ilustrasi: peralatan masak antilengket (sumber: reviewed.com)

Di Indonesia, peralatan memasak tidak hanya terbuat dari kayu, tetapi juga bambu, gerabah, hingga teflon. Peralatan masak yang dikategorikan sesuai dengan materialnya ini adalah bentuk dari perkembangan peradaban manusia.[1] Nah, dari semua jenis alat masak yang ada, peralatan masak antilengket atau teflon menjadi pilihan utama banyak orang. Selain karena mudah dicuci, juga karena lebih modern. Namun, apakah peralatan masak anti lengket aman untuk kesehatan?

Bukan Teflon yang Berbahaya

Teflon adalah salah satu dari banyak jenis peralatan masak antilengket yang ada di pasaran. Meskipun sangat populer, alat tersebut telah menjadi subjek pengawasan dan kritik yang intens. Beberapa ahli bahkan mengatakan, teflon sebagai material alat masak anti lengket bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker, penurunan tingkat kesuburan, gangguan tiroid, dan gangguan ginjal.

“Peralatan masak antilengket dibuat dengan dasar logam aluminium atau baja tahan karat yang telah di-sandblasting untuk memberikan permukaan yang ‘berpasir’ agar lapisan antilengket dapat menempel,” jelas ilmuwan eksposur Samantha Radford dalam HuffPost. “Setelah itu, permukaan antilengket disemprotkan ke wajan hingga terbentuk beberapa lapisan.”

Baca juga:  Mengenal Bahan Beracun pada Wajan Teflon, Termasuk PFAS

Sederhananya, lapisan dasar semua alat masak antilengket adalah sama, tetapi lapisan tambahan berubah tergantung pada jenis produk yang Anda gunakan. Misalnya, peralatan masak teflon memiliki lapisan kedua yang terbuat dari polytetrafluoroethylene, atau PTFE.

Selama bertahun-tahun, penggunaan teflon pada suhu tinggi telah dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan, termasuk perubahan enzim hati, penurunan respons vaksin pada anak-anak, kadar kolesterol tinggi, kanker, dan banyak lagi. Namun, menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention), bukan teflon itu sendiri yang menyebabkan bahaya, tetapi bahan kimia yang sebelumnya digunakan untuk membuat produk. Itu termasuk asam perfluorooctanoic, atau PFOA. Penggunaan PFOA secara resmi dilarang di Amerika Serikat pada tahun 2014.

“Lapisan antilengket membentuk penghalang yang mencegah makanan, terutama molekul protein, dari mengikat ke permukaan logam,” kata Ilmuwan makanan Bryan Quoc Le. “Biasanya, ada sejumlah asam amino yang mengandung belerang dalam makanan, terutama daging. Ini bereaksi terhadap logam dalam peralatan masak dan menempel. Lapisan antilengket tidak bereaksi terhadap senyawa ini dan oleh karena itu mampu menghalangi reaksi agar tidak terjadi dengan lapisan logam dasar di bawahnya.”

Ilustrasi: peralatan masak antilengket (sumber: cnet)

Ilustrasi: peralatan masak antilengket (sumber: cnet)

Bahan Peralatan Masak Antilengket Selain Teflon

Bahan produk alat masak antilengket selain teflon yang cukup populer adalah enamel dan keramik. Namun, produk ini tidak setahan panas teflon. Teflon bisa bertahan hingga suhu 660 derajat Celsius. Di suhu 660 derajat Celsius, teflon akan terurai menjadi tetrafluoroetilen, difluorocarbene, karbon monoksida, dan karbon dioksida yang menyebabkan efek kesehatan jangka panjang.

Baca juga:  Hati-Hati, Ini Daftar Mainan Anak yang Berbahaya

Bahan kimia beracun dari teflon sebagian besar menargetkan sistem endokrin dan sistem reproduksi. The Environmental Working Group melakukan penelitian di tahun 2003 dalam kasus ‘Teflon Toxicosis.’ Hasilnya, cairan teflon yang menginfeksi burung, bisa menyebabkan paru-parunya infeksi dan pendarahan.

Sementara itu, enamel dan keramik hanya mampu bertahan hingga suhu 450 derajat Celsius. Bahan tersebut akan terkelupas dan bercampur dengan besi atau baja di bawah lapisan enamel atau keramik. Selain berbahaya untuk kesehatan, lapisan antilengket yang terkelupas membuat peralatan memasak tidak berfungsi dengan baik.

Cara Tepat Menggunakan Alat Masak Antilengket

Saat ini, sangat jarang ditemukan wajan antilengket yang benar-benar ramah lingkungan. Untuk itu, pastikan Anda menggunakannya dengan tepat. Selain memperhatikan daya tahan panasnya, Anda juga perlu mengetahui bagaimana cara merawat produk dengan baik.

Baca juga:  Yummy Bites untuk Bayi Usia Berapa?

Sebaiknya, hindari memasak sesuatu yang membutuhkan waktu lama menggunakan alat masak antilengket berbahan enamel atau keramik. Jika Anda ingin memasak daging yang membutuhkan waktu berjam-jam, gunakan peralatan masak dari teflon. Ini untuk menghindari lapisan anti lengket mengelupas dan tercampur dengan masakan.

Saat memasak, baik menggunakan peralatan antilengket berbahan keramik, enamel, ataupun teflon, hindari menggunakan alat pengaduk berbahan besi atau alumunium. Gunakan alat pengaduk yang berbahan ringan seperti kayu, bambu, atau silikon antipanas. Ini akan memperkecil gesekan di bagian pelapis alat masak.

Selain cara tersebut, Anda perlu membersihkan peralatan memasak dengan tepat. Jangan cuci alat masak dalam keadaan panas. Ini akan membuat lapisan teflon, enamel, maupun keramik mengelupas dan cepat rusak.

[1] Cristiana, Davidescu & Ani Yunaningsih. 2020. Edukasi Alat Dapur Tradisional untuk Pelestarian Warisan Budaya. Jurnal Altasia Universitas Langlangbuana, VOl. 2(3): 311-316.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*