Tidak Menyakitkan, Ini Pengalaman Membersihkan Karang Gigi

Ilustrasi: membersihkan karang gigi Ilustrasi: membersihkan karang gigi

Untuk menghindari penyakit pada gigi sekaligus membuatnya tampil bersih dan indah, Anda disarankan untuk rutin melakukan scaling. Treatment membersihkan karang gigi tersebut memang perlu dan wajib dilakukan, terutama bagi Anda yang memiliki pengalaman sakit gigi akibat kerak atau lainnya.

Kapan Harus Membersihkan Karang Gigi?

Scaling gigi dilakukan oleh banyak orang untuk menghindari penyakit periodontitis, yakni peradangan pada jaringan pendukung gigi yang disebabkan oleh mikroorganisme spesifik yang mengakibatkan kerusakan progresif jaringan ikat periodontal dan tulang alveolar, dengan pembentukan saku, resesi, atau keduanya.[1] Dengan membersihkan karang gigi, mikroorganisme yang bersarang pada permukaan atau sela-sela gigi bisa dihilangkan. Sehingga, risiko terjadinya periodontitis menjadi lebih rendah atau hilang. Selain itu, scaling gigi juga bisa mencegah bau mulut dan gigi berlubang.

Bagi Anda yang belum pernah melakukan scaling, mungkin treatment seperti ini terbilang aneh. Meskipun begitu, membersihkan karang gigi adalah hal yang wajib dilakukan, terkait dengan kesehatan mulut dan gigi. Anda perlu melakukan treatment ini setidaknya setiap 6 bulan sekali.

Selama 6 bulan tersebut, gigi Anda akan ditempeli dengan plak dari aktivitas bakteri atau sisa makanan yang menempel di gigi. Plak tersebut akan mengeras dan tidak bisa dibersihkan hanya dengan memakai sikat gigi. Sikat dan pasta gigi hanya mampu membersihkan kotoran halus dan lunak, sementara untuk plak atau karang gigi, harus dikikis dengan teknik scaling di dokter gigi.

Baca juga:  Efek Setelah Berhenti KB Suntik 1 Bulan
Alat scaling gigi

Alat scaling gigi

Pengalaman Membersihkan Karang Gigi

Dilansir dari Kompasiana, karang gigi adalah plak yang mengeras dan tumbuh sedikit demi sedikit. Plak tersebut bisa mengeras akibat campuran protein dan sisa makanan yang tidak dibersihkan. Karang gigi tersebut bisa dihilangkan untuk mencegah peradangan pada gigi dan gusi.

Anda bisa membersihkan karang gigi di klinik gigi, rumah sakit, dan puskesmas. Bagi Anda yang memiliki BPJS, Anda tidak akan dikenakan biaya untuk melakukan treatment tersebut, asalkan sudah mendapat rujukan dari dokter umum. Sementara itu, jika Anda tidak memiliki kartu BPJS, maka Anda akan dikenakan biaya tertentu untuk melakukan treatment scaling.

Sebelum melakukan scaling, Anda perlu memilih klinik yang sesuai. Jika Anda peserta BPJS, maka Anda akan diarahkan secara langsung ke dokter gigi khusus. Sementara, jika Anda bukan peserta BPJS, maka Anda bisa bebas memilih dokter gigi atau klinik terdekat. Sebaiknya, Anda memilih dokter gigi keluarga, sehingga Anda juga bisa melakukan scaling secara beramai-ramai dengan keluarga Anda.

Baca juga:  Cara dan Manfaat Pijat Wajah untuk Kulit Awet Muda

Setelah mendaftarkan diri, Anda akan dipanggil untuk melakukan pemeriksaan gigi oleh dokter. Pada tahap pemeriksaan ini, dokter akan melihat seberapa buruk karang gigi atau plak yang menempel di gigi Anda. Selain itu, dokter juga akan menganalisis, apakah Anda memiliki gangguan pada gigi dan gusi, seperti peradangan, sariawan, bentuk gigi tidak sempurna, atau berlubang.

Ilustrasi: scaling/membersihkan karang gigi

Ilustrasi: scaling/membersihkan karang gigi

Setelah proses pemeriksaan, dokter akan menyuruh Anda untuk membuka mulut lebar-lebar dan mulai membersihkan gigi Anda. Gigi akan dibersihkan satu per satu menggunakan alat khusus bernama scaller. Alat ini berbentuk seperti capit dengan ujung yang bisa berputar dan mirip dengan jarum. Selain ditempelkan pada gigi dari pangkal hingga ujung, juga akan ditempelkan pada sela-sela gigi untuk melepas karang gigi yang terselip di antara gigi.

Proses scaling gigi terbilang agak lama, terutama saat dokter mulai membersihkan bagian belakang gigi seri dan gigi geraham. Dua jenis gigi tersebut memang memiliki plak yang paling banyak dibanding gigi lainnya. Ini karena air liur dan sisa makanan sering terhenti di bagian tersebut, sehingga plak akan menumpuk dan mengeras. Setelah proses scaling selesai, dokter akan memberikan air untuk berkumur. Air ini akan membantu mengangkat plak yang tersisa atau tidak sengaja jatuh ke gusi.

Baca juga:  Manfaat dan Cara Tepat Melakukan Flossing untuk Kesehatan Gigi

Ada perbedaan rasa, sebelum dan sesudah melakukan scaling. Sebelum scaling, gigi terlihat kuning dengan plak atau karang di sela-sela gigi. Karang tersebut membuat gigi terasa berat dan penuh, selain membuat mulut agak berbau. Setelah scaling, gigi menjadi lebih putih dan bersih. Selain itu, gigi juga terasa lebih ringan dan tidak ada benda yang menempel di sela-sela gigi, membuat gigi terasa lebih longgar.

Selain harus melakukan scaling, agar gigi dan mulut tetap bersih dan terjaga, Anda harus membersihkannya secara rutin. Gosok gigi Anda memakai sikat dan pasta gigi setidaknya 3 kali dalam sehari. Ini juga akan menurunkan risiko bau mulut dan gigi berlubang.

[1] Sugiarti, Titik & Yunita Dyah Puspita Santik. Kejadian Periodontitis di Kabupaten Magelang. Higeia Journal of Public Health Research and Development Universitas Negeri Semarang, Vol. 1(4): 97-108.

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*