Meraup Untung Besar Dari Bisnis Ikan Asin, Dengan Omzet Puluhan Juta Rupiah Per Pekan
Siapa sangka ternyata bisnis ikan asin mampu mendatangkan omzet puluhan juta rupiah? Hal tersebut dialami oleh salah seorang pemilik usaha ikan asin di bantaran Sungai Musi, Kelurahan 5 Ulu, Palembang, Marliah. Ia mengatakan bahwa dalam sepekan, dirinya bisa meraup omzet sekitar Rp 30 juta dengan mempekerjakan 15 orang tenaga kerja lepas.
Bisnis ikan asin dinilai tidak pernah putus, karena selalu saja ada permintaan dari pasar. Jika di Palembang sendiri tidak terserap, dapat dikirim ke kabupaten terdekat, seperti Banyuasin dan Ogan Ilir.
Hanya saja, usaha tersebut sangat bergantung kepada pasokan bahan baku yang bisa saja tidak lancar, apabila ombak sedang tinggi. Pada saat cuaca baik, ia akan mendapatkan pasokan sekitar 3-4 ton per pekan, atau sekitar 500 kilogram per hari.
Namun, apabila ombak sedang tinggi, misalnya di bulan Desember-April, hanya dapat mendatangkan pasokan sekitar 300 kilogram per pekan. Apabila dalam keadaan seperti itu, tenaga kerja lepas terpaksa dikurangi.
Harga jual ikan asin dapat bervariasi, mulai dari Rp 13.000 hingga Rp 130.000. Selain rasanya yang gurih, ikan asin sering disajikan sebagai makanan pendamping sayur dan sambal.
Berikut ini akan disajikan daftar perkiraan harga ikan asin untuk tahun 2017 ini.
Daftar Harga Ikan Asin 2017
| Nama Ikan Asin | Harga (Rp) |
| Ikan Asin Belanak (100gr) | 13.500 |
| Ikan Asin Bili (100gr) | 14.000 |
| Ikan Asin Bulu Ayam (100gr) | 13.500 |
| Ikan Asin Cue Rebus (100gr) | 13.500 |
| Ikan Asin Gabus Besar (100gr) | 17.000 |
| Ikan Asin Gabus Kecil (100gr) | 17.000 |
| Ikan Asin Japu (100gr) | 13.500 |
| Ikan Asin Kacang (100gr) | 13.500 |
| Ikan Asin Pakang (100gr) | 13.500 |
| Ikan Asin Peda Merah (pcs) | 10.000 |
| Ikan Asin Samge (100gr) | 9.000 |
| Ikan Asin Selar Panjang (100gr) | 13.500 |
| Ikan Asin Sepat Besar (100gr) | 14.000 |
| Ikan Asin Sepat Kecil (100gr) | 12.000 |
| Ikan Asin Tembakang (100gr) | 13.500 |
Untuk mendapatkan keuntungan dari bisnis ikan asin, sebaiknya Anda memperhatikan hal berikut ini:
- Memilih tempat berjualan yang tepat. Biasanya, tempat berjualannya dapat dilakukan di berbagai tempat, seperti berjualan ikan asin di pasar tradisional, di toko atau ruko khusus ikan asin di tempat strategis. Di manapun tempatnya, syarat utama yang harus diperhatikan adalah tingkat kelembapan tempat dan suhu ruangan yang sedang (tidak terlalu lembap atau terlalu panas).
- Jumlah stok ikan asin. Apabila stok yang Anda punya tidak terlalu banyak, maka Anda tidak perlu mempersiapkan tempat terlalu mendetail. Tetapi, apabila stok ikan asin yang Anda miliki banyak (lebih dari 1 ton), maka Anda sebaiknya memiliki tempat penyimpanan khusus yaitu kamar es, untuk menempatkan stok ikan asin.
- Memilih ikan asin berkualitas tinggi. Ikan asin yang digemari masyarakat, biasanya yang memiliki kadar garam sedikit atau sedang. Biasanya ikan akan memiliki warna agak putih garam, dan adanya kandungan garam yang tinggi juga dapat di rasakan pada telapak tangan, ada seperti serbuk butiran halus garam yang sangat terasa jika di perhatikan dengan seksama.
Selain itu, apabila dipegang, ikan akan cenderung sedikit lengket. Untuk ikan yang kadar garamnya sedikit atau sedang, dapat dirasakan dengan cara memegangnya. Biasanya ikan akan terlihat segar dan tidak lengket.
- Jumlah pembelian ikan asin. Untuk mendapatkan harga yang murah, sangat di anjurkan membeli setiap jenis ikan asin. /dus atau /karton, sesuai dengan berat timbangan pada setiap kemasan ikan, anda boleh membeli dari setiap ikan asin dengan kemasan dalam karton yang memiliki berat antara 10 s/d 30 Kg.
- Menentukan harga jual. Dalam menentukan harga jual, Anda sebaiknya memperhatikan juga harga jual pedagang ikan asin yang lain, supaya harga yang Anda tawarkan dapat bersaing. Ada 2 hal yang patut diperhatikan dalam menentukan harga jual, yaitu harga jual grosir (per kilogram), dan harga jual untuk eceran (di bawah timbangan per kilogram).
Selain hal-hal di atas, perlu juga diperhatikan aspek pasar dan pemasarannya. Sebaiknya perlu dilakukan riset dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan prospek pengembangan usaha sehingga dapat memberi kesejahteraan, minimal kepada pelaku usaha.


Leave a comment