Benarkah Memencet Jerawat di Segitiga Wajah Tingkatkan Risiko Kematian?
Apakah Anda memiliki kebiasaan memencet jerawat? Memang, kebiasaan tersebut tidak bisa ditahan dan sulit untuk dihentikan. Meskipun begitu, sebaiknya Anda segera menghentikan kebiasaan tersebut. Apalagi jika Anda sering mengalami jerawat di bagian segitiga wajah, karena bisa jadi nyawa adalah taruhannya.
Jerawat atau biasa disebut dengan Akne vulgaris, merupakan peradangan folikel sebasea yang ditandai oleh munculnya komedo, papula, pustula, kista, dan nodul di tempat predileksinya, seperti wajah.[1] Meskipun jerawat ringan dapat dihilangkan dengan memencetnya, sebaiknya Anda tidak melakukannya di area tertentu, terutama di segitiga wajah.
Kenapa Memencet Jerawat Berisiko Kematian?
Dilansir dari allure, segitiga kematian yang ada di wajah sebenarnya merupakan topik yang sudah menyebar luas sejak dulu. Topik tersebut tidak hanya dipelajari di kuliah kedokteran atau kecantikan, bahkan sebagian masyarakat saat ini juga sudah membicarakannya, meskipun masih ada beberapa orang yang belum paham betul mengenai seluk beluknya.
Segitiga kematian di wajah dapat Anda temukan jika Anda menarik garis imajiner di bagian kedua sudut mulut ke arah alis. Di bawah permukaan kulit di bagian pusat segitiga tersebut, adalah tempat sinus kavernosa, yang menampung saraf-saraf dan pembuluh darah esensial. Pembuluh darah esensial tersebut berperan membawa darah kembali ke otak.
Jika kulit permukaan di bagian segitiga kematian tersebut terinfeksi jerawat dan dipencet, infeksi dapat menyebar dan meresap ke dalam pembuluh darah. Skenario terburuk yang bisa terjadi, yaitu menyebabkan trombosis sinus kavernosa (pembentukan gumpalan darah), stroke, hingga kematian. Sebaiknya, Anda mengobati jerawat dengan obat khusus atau melakukan perawatan wajah. Sebisa mungkin, hindari memencet jerawat, tidak hanya di bagian segitiga wajah, tetapi bagian kulit lainnya.
Pada awalnya, mungkin Anda akan merasa puas dengan hasil dan proses ketika memencet jerawat, apalagi, jerawat ringan juga bisa dihilangkan. Namun, ini tidak akan berlangsung lama. Beberapa hari setelah Anda memencet jerawat, akan ada jerawat baru yang muncul. Bisa jadi hanya satu, namun bagi sebagian besar orang dengan kulit berminyak, jumlahnya akan lebih dari satu. Ini artinya, kulit Anda sudah terinfeksi dengan bakteri penyebab jerawat yang kian menyebar.
Semakin sering Anda memencet jerawat, semakin banyak jerawat yang akan timbul. Menurut beberapa orang yang memiliki kebiasaan memencet jerawat, jerawat dapat menyebar dengan cepat dan lebih sulit untuk dihilangkan. Bahkan, jerawat yang sudah meradang bisa berisiko menyebabkan luka atau bopeng di wajah. Ada juga yang merasakan pertumbuhan jerawat yang tidak terkontrol setelah memencet jerawat. Bahkan, tak jarang jerawat yang semula kecil, ukurannya menjadi lebih besar setelah dipencet.
Bagaimana Cara Menyembuhkan Jerawat yang Tepat?
- Jika jerawat sudah kian meradang dan terjadi infeksi atau memiliki risiko terhadap luka, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter kulit atau dokter kecantikan. Biasanya, untuk jerawat ringan, dokter akan memberikan obat topikal atau obat oles berupa krim dan salep. Sementara, untuk jerawat yang sudah parah dan infeksi, dokter akan memberikan obat luar sekaligus obat minum berupa antibiotik. Ini akan membantu membunuh virus penyebab jerawat sekaligus menyembuhkan infeksi yang terjadi.
- Anda juga bisa mengonsumsi makanan tertentu untuk menyembuhkan jerawat. Konsumsilah makanan yang mengandung banyak vitamin C dan E. Dua vitamin tersebut akan membantu meningkatkan daya tahan kulit terhadap bakteri penyebab jerawat, sekaligus melindungi kulit dari penyebab jerawat. Selain itu, vitamin juga akan membantu kulit menyembuhkan diri dengan cepat dari jerawat. Sehingga, jerawat tidak akan lama berada di kulit Anda.
- Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mengobati jerawat, yaitu dengan menjaga kebersihan kulit. Gunakan sabun wajah yang cocok di kulit Anda. Seperti yang Anda ketahui bahwa sabun wajah memiliki kategorinya masing-masing. Anda bisa memilih sabun wajah untuk kulit berminyak atau kering. Setidaknya, bersihkan muka dengan sabun wajah 2 kali dalam sehari.
Jika Anda ingin memiliki kulit bebas jerawat, selain menjaga kebersihan dan mengonsumsi makanan sehat, lakukan perawatan wajah. Treatment, seperti menggunakan masker, pelembap, scrub, dan serum, setiap hari akan membuat kulit lebih sehat. Selain itu, treatment tersebut juga dapat menghilangkan jerawat sekaligus nodanya.
[1] Andi. 2009. Pengetahuan dan Sikap Remaja SMA Santo Thomas 1 Medan terhadap Jerawat (Skripsi). Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Medan.


Leave a comment