Marak Beredar Cream Pemutih Berbahaya di Pasaran, Yuk Kenali Ciri-cirinya
Demi memiliki kulit wajah yang putih tak jarang membuat banyak wanita atau pria termakan berbagai macam iklan kosmetik yang menjanjikan kulit bersih, putih, dan mulus dalam kurun waktu singkat. Padahal banyak ditemukan sejumlah produk kosmetik seperti cream atau bedak yang bisa saja mengandung bahan-bahan berbahaya.
Normalnya, kulit membutuhkan waktu setidaknya 1 bulan untuk proses regenerasi menggantikan sel kulit lama dengan sel kulit yang baru. Namun, jika ada merek cream pemutih di pasaran yang memberikan janji untuk membuat kulit putih dalam kurun waktu kurang dari satu bulan? Lalu apakah bahan yang digunakan dari proses pembuatan krim tersebut? Bisa jadi mengandung bahan dasar berbahaya.
Bisa jadi produk kosmetik tersebut dibuat dari bahan dasar berbahaya. Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) melarang dan menyita peredaran produk kosmetika yang dijual bebas di Indonesia, antara lain yang mengandung merkuri, asam retinoat, hidrokinon (hidroquinon) dan resorsinol. Dilansir dari laman Alodokter, berikut penjelasan tiap bahan berbahaya tersebut.
Merkuri
Kemampuan merkuri menghambat pembentukan melanin, membuatnya banyak digunakan pada krim atau sabun pencerah kulit untuk wajah. Kandungan merkuri dalam krim wajah bisa ada yang mencapai 10 persen, sementara pada sabun mencapai 3 persen. Jika produk mengandung merkuri yang sangat tinggi maka warnanya akan tampak abu-abu atau krem.
Risiko kesehatan akibat merkuri termasuk ruam kulit, perubahan warna kulit, luka parut, serta semakin rentan terhadap infeksi jamur dan bakteri. Selain itu, ada pula risiko kerusakan ginjal dan gangguan psikologis seperti cemas, depresi dan atau psikosis. Merkuri yang terbuang melalui saluran air juga dapat mengganggu lingkungan. Tidak hanya yang menggunakan krim berbahaya mengandung merkuri yang berisiko, namun juga anggota keluarga yang menyentuh krim saat digunakan atau menghirup udara mengandung merkuri.
Misalnya, ibu hamil yang terpapar merkuri, janinnya akan terpengaruh sehingga berisiko mengalami kelainan perkembangan saraf. Demikian juga pada ibu menyusui. Merkuri dapat diteruskan pada bayi melalui air susu ibu (ASI). Bayi juga tergolong sangat sensitif terhadap merkuri yang dapat mempengaruhi perkembangan otak dan sistem saraf.
Asam Retinoat
Asam retinoat mampu membersihkan pori-pori, mengurangi jerawat, dan mengurangi jaringan parut bekas jerawat. Selain digunakan untuk mengatasi jerawat yang parah, ada pula yang memanfaatkan asam retinoat untuk mengurangi kerut. Bahkan, asam retinoat dapat diberikan dokter untuk mengatasi kutil, jika pengobatan lain tidak berhasil.
Meski demikian, asam retinoat memiliki risiko menyebabkan iritasi dan kering pada kulit, sensitif terhadap sinar matahari, dan perubahan warna kulit hingga bengkak atau kemerahan pada wajah. Itu sebabnya penggunaan produk mengandung asam retinoat harus melalui konsultasi dan resep dokter.
Terutama wanita hamil atau sedang merencanakan kehamilan harus menghindari penggunaan krim berbahaya dengan kandungan krim asam retinoat. Janin dalam kandungan yang terpapar zat ini berisiko mengalami kelainan bawaan, sementara anak-anak berisiko mengalami kelainan saraf kognitif (kemampuan saraf otak untuk berpikir, menyerap pengetahuan dan pengertian mengenali sinyal panca indera).
Hidrokinon
Hidrokinon biasa digunakan untuk mencerahkan kulit yang memiliki bintik hitam, yang umum dipicu pil KB, obat hormonal, cedera, ataupun hal lain. Hanya saja, penggunaan hidrokuinon dalam krim wajah dapat menimbulkan efek kulit semakin sensitif terhadap sinar matahari. Efek lain termasuk rasa panas menyengat, kemerahan, dan kulit kering.
Beberapa risiko yang lebih berat dari hidrokinon, antara lain kulit pecah-pecah, melepuh atau warna kulit menghitam. Ada pula risiko reaksi alergi serius terhadap hidrokinon, seperti sakit kepala, ruam, gatal, bengkak pada wajah dan tenggorokan, dan sulit bernapas.
Resorsinol
Resorsinol dapat digunakan untuk memperbaiki kulit kasar atau bersisik, dan membantu mengatasi infeksi kulit. Resorsinol juga biasa digunakan sebagai obat untuk mengatasi nyeri dan gatal pada kulit, eksim, kutil, psoriasis, kapalan, dan penyakit kulit lain.
Risiko efek samping resorsinol terutama pada penggunaan yang banyak, sehingga terserap pada aliran darah. Hal ini dapat memicu sakit kepala, lelah, kulit kebiruan, detak jantung tidak beraturan, kejang, hingga sesak napas. Penderita alergi makanan, pewarna atau binatang tertentu, disarankan berkonsultasi dengan dokter mengenai penggunaan produk dengan kandungan resorsinol. Juga pada wanita hamil dan menyusui.
Sebagai seorang wanita, memang tidak dapat dipisahkan dengan kehadiran sejumlah produk kosmetik demi mendapatkan penampilan wajah yang lebih terawat dan sehat. Hingga tak jarang mereka mengabaikan keamanan dari produk perawatan tersebut. Padahal, Anda tidak boleh hanya sebatas menggunakannya, namun juga wajib tahu zat apa saja yang terkandung dalam produk kosmetik tersebut.
Cara Memilih Kosmetik Bebas Merkuri
Saat ini, marak beredar kosmetik yang palsu. Oleh karena itu, Anda harus tetap waspada dalam membeli produk krim pemutih. Untuk membedakan antara cream asli dan palsu bisa dilihat dari bahan pembuatannya. Biasanya krim pemutih palsu mengandung bahan berbahaya seperti merkuri dan hydroquinon. Sebagai konsumen, Anda perlu berhati-hati dalam menggunakan produk kosmetika. Jangan tergiur dengan hasil instan, yang ternyata berbahaya bagi kesehatan. Berikut ini adalah beberapa cara untuk memilih produk kosmetik bebas merkuri.
- Periksa label dari produk pencerah kulit, anti-aging, atau produk kulit lain yang Anda gunakan. Jika mengandung kata merkuri atau mercurous chloride, calomel, mercuric, atau mercurio, maka segera hentikan penggunaannya dan konsultasikan pada dokter kulit.
- Produk dengan kadar merkuri tinggi biasanya dapat dikenali dari teksturnya yang berwarna abu-abu atau krem.
- Hindari menggunakan produk dengan label dalam bahasa asing yang tidak dapat Anda pahami.
- Tanyakan pada dokter mengenai kemungkinan kandungan merkuri di dalam produk kosmetika yang akan Anda pakai.
- Jika Anda merasa terpapar produk dengan kandungan merkuri, segera cuci tangan dan bagian tubuh yang terpapar produk tersebut. Jika perlu, konsultasikan dengan dokter.
- Pastikan produk yang Anda gunakan terdaftar di BPOM.
Anda bisa mengetahui informasi tentang sejumlah merk kosmetik berbahaya dari tidak terdaftarnya produk tersebut di BPOM. Jika sebuah produk kosmetik diklaim aman dan tidak mengandung bahan berbahaya, tentu saja mereka telah menempuh proses yang sangat ketat untuk mendapatkan sertifikat aman dari BPOM. Hati-hati jika ada krim yang mencantumkan nomor registrasi atau apapun, Anda bisa cek kebenarannya melalui situs resmi BPOM di http://ceknie.pom.go.id/
Berhati-hatilah ketika menggunakan kosmetik yang dijual bebas, termasuk krim berbahaya untuk wajah. Konsultasikan dengan dokter untuk penggunaan produk kosmetik dan pengobatan penyakit kulit yang tepat.






Leave a comment