Wajarkah Kondisi Kulit Kering Dan Rambut Rontok Saat Hamil?
Pada saat hamil, wanita mengalami perubahan hormon yang menyebabkan adanya berbagai perubahan pada tubuh. Beberapa di antaranya adalah kulit menjadi kering dan rambut menjadi mudah rontok. Apakah kedua hal itu normal dan wajar? Berikut uraiannya.
Kulit kering tidak hanya bisa terjadi karena pengaruh hormonal, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Misalnya cuaca dingin atau udara yang kering, serta pengaruh makanan dan minuman yang dikonsumsi.
Kulit kering selama masa kehamilan bisa terjadi di area perut. Jika tidak dirawat, maka bisa mengakibatkan terjadinya striae gravidarum, yaitu garis-garis kehitaman di perut. Garisnya akan terlihat makin membesar seiring dengan membesarnya perut Anda.
Pada ibu hamil, kulit kering menjadi salah satu hal yang normal dan wajar terjadi. dr. Dwirani Amelia, SpOG dari RSIA Budi Kemuliaan mengatakan bahwa kulit kering merupakan kondisi umum yang terjadi pada ibu selama masa kehamilan. Kulit kering diakibatkan karena perubahan kandungan minyak dan elastisitas kulit. Faktor lainnya adalah akibat kurangnya cairan tubuh, karena banyak yang diserap oleh janin.
Tetapi, ibu hamil tidak perlu khawatir, karena kondisi kulit yang kering akan kembali seperti semula setelah melahirkan. Bahkan, jika ditangani dengan baik, kondisi kulit akan lebih baik dalam dua minggu.
Apa yang bisa dilakukan ibu hamil untuk mengatasi masalah kulit kering? Hal yang bisa dilakukan dan jika memungkinkan adalah menghindari faktor lingkungan yang menyebabkan kekeringan pada kulit. Selain itu, bumil juga perlu mengonsumsi makanan berupa sayuran hijau serta buah berwarna dan makanan kaya asam folat seperti yoghurt atau buah avokad.

Mengaplikasikan lotion untuk kulit perut hamil yang kering
Meskipun kekeringan kulit pada ibu hamil (bumil) normal terjadi, namun ada beberapa kondisi yang perlu mendapat perhatian khusus. Di antaranya, jika kekeringan kulit disertai dengan rasa gatal yang berlebih, putih mata terlihat menguning, merasa sering mual, muntah serta hilang nafsu makan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Kondisi-kondisi seperti itu dikhawatirkan ada kemungkinan terjadi cholestasis (suatu kondisi di mana terdapat penyumbatan cairan empedu) dalam kehamilan yang perlu mendapat penanganan segera karena dapat berakibat buruk bagi janin, misalnya janin lahir prematur.
Jika kulit kering tersebut sudah menimbulkan rasa gatal dan meninggalkan bercak tebal kemerahan, khususnya pada kulit di tungkai tangan dan kaki, sebaiknya diperiksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
Untuk mengatasi dan merawat kulit kering, ada beberapa perawatan yang bisa dilakukan, antara lain:
- Gunakan lotion pelembap di badan, terutama setiap selesai mandi sehingga kelembapannya dapat bertahan lebih lama. Jika perlu, usapkan beberapa kali sepanjang harinya.
- Selain pelembap, ibu hamil juga disarankan menggunakan tabir surya, terlebih jika Anda kemungkinan besar lebih sering terpapar matahari. Anda bisa memilih tabir surya yang mengandung setidaknya SPF 30 atau lebih. Gunakan juga losion dan krim dengan kandungan Parsol 1789 atau Avobenzone yang aman untuk ibu hamil, dan dapat menyerap keseluruhan spektrum dari sinar UV.
- Gunakan sabun mandi yang lebih banyak mengandung minyak atau oil. Dan, sebaiknya memilih sabun mandi yang tanpa pewangi dan yang mengandung deodoran.
- Jika Anda suka mandi dengan air hangat, sebaiknya tidak mandi terlalu lama. Waktu yang disarankan sekitar 5-10 menit saja, karena lebih dari itu dapat meningkatkan risiko untuk kulit menjadi lebih kering. Disarankan menggunakan air hangat bukan air panas, karena air panas dapat menghilangkan lapisan minyak alami kulit.
- Sampaikan keluhan kepada tenaga kesehatan selama hamil khususnya jika gejala-gejala tidak menunjukkan perbaikan. Ada beberapa kondisi sistemik yang menyebabkan kulit kering yang harus mendapatkan pengobatan serius. Selain cholestasis, gangguan tiroid (kelenjar gondok) juga dapat menimbulkan gejala kulit kering dan gatal meskipun sangat jarang terjadi.
- Bukan rahasia lagi kalau sayur dan buah dapat memberikan banyak manfaat untuk kulit Anda. Salah satu kandungan yang diperlukan adalah vitamin E yang baik untuk kulit. Contoh sumber vitamin E yang adalah kacang-kacangan, zaitun, dan avokad.
- Waspada saat menggunakan deterjen. Ketika Anda menggunakan deterjen, sebaiknya Anda menggunakan sarung tangan. Tidak hanya jika terkena langsung, detergen yang menempel di baju juga bisa menyebabkan textile rash atau ruam pakaian. Menurut American Academy of Dermatology, pakaian menjadi salah satu iritan pada 10-20 persen anak dan 1-3 persen orang dewasa.

Ilustrasi: rambut rontok saat disisir
Selain kulit kering, ibu hamil muda maupun tidak juga biasanya mengalami rambut rontok. Sama seperti kulit kering, rambut rontok juga merupakan keadaan yang dipengaruhi oleh hormon. Menurut dr Manny Alvarez, rambut rontok hanya bersifat sementara.
Dijelaskan dr Manny, perubahan hormonal saat hamil dapat menyebabkan pergeseran kadar estrogen dan progesteron pada tubuh, bahkan setelah melahirkan. Lonjakan kadar progesteron bisa membuat rambut lebih kering dan rapuh sehingga lebih mudah rontok. Maka dari itu, penting untuk menjaga kelembaban rambut selama mengandung.
Setelah hamil, lanjut dr Manny, fungsi kelenjar tiroid juga bisa berubah. Rendahnya kadar homron tiroid pun bisa membuat rambut rontok. Oleh karena itu, amat disarankan ibu memeriksakan kadar hormon tiroidnya setelah melahirkan.
Penyebab rambut rontok lainnya yaitu kekurangan mineral. Anemia fisiologis yang dialami selama hamil bisa membuat wanita kekurangan zat besi dan berakibat pada rambut rontok. Maka, pastikan Anda tetap mendapat zat besi cukup, termasuk dari suplemen, bahkan setelah melahirkan.
Untuk masalah rambut sering rontok, biasanya dialami oleh ibu yang kekurangan vitamin B kompleks, terutama setelah melahirkan. Cara mengatasinya adalah ibu bisa mengonsumsi makanan yang mengandung minyak alami, karbohidrat kompleks, dan protein. Nutrisi tersebut sangat penting untuk menjaga pertumbuhan sel dan membuat folikel rambut sehat. Ada pula makanan tertentu yang bisa dicoba oleh para ibu untuk membantu menyehatkan rambut, misalnya saja ubi jalar yang kaya akan carotens, french beans yang mengandung vitamin A dan B tinggi, serta bawang putih dan tomat.

Leave a comment