Manfaat Kacang Pistachio untuk Wanita, Mulai dari Bagus untuk Kulit Hingga Membantu Diet

Kacang pistachio Kacang pistachio

Beberapa dari Anda mungkin sudah pernah mencicipi kacang pistachio. Ya, kacang satu ini kerap menjadi bagian dari oleh-oleh haji atau umrah. Maklum saja, pistachio adalah jenis kacang yang banyak tumbuh di negara bagian Timur Tengah. Kacang berwarna hijau muda ini kerap diolah menjadi berbagai jenis cemilan sehat.

Pistacio (Pistacia vera L., Anacardiaceae) adalah sejenis tanaman penghasil biji-bijian yang dikenal sebagai kacang pistachio. Tumbuh sebagai perdu hingga setinggi 10 m, pistachio biasa ditanam di daerah kering di Iran, Turkmenistan, dan Azerbaijan barat. Bijinya yang hijau cerah digunakan penghias makanan. Selain dimakan sebagai camilan, kacang ini juga sering digunakan sebagai isi pie, biskuit, es krim, atau kue-kue. Seperti halnya almond, pistachio kaya akan protein dan potasium, demikian seperti dilansir dari Wikipedia.

Kacang pistachio mengandung kalori yang rendah. Hampir 90% kandungan lemaknya adalah lemak tak jenuh (lemak sehat). Kacang ini kaya akan vitamin B6 dan thiamin. Di antara semua jenis kacang, pistachio adalah salah satu sumber terbesar antioksidan dan dapat membantu mengurangi kolesterol dan menurunkan tekanan darah.[1]

Baca juga:  Apakah Benar Minum Kopi Bisa Mencegah Diabetes Tipe 2?

Kandungan Kacang Pistachio

Dilansir dari Honestdocs, dalam 1 ons (28 gram) porsi sekitar 49 pistachio mengandung beberapa zat seperti:

  • Kalori 156 kkal
  • Karbohidrat 8 gram
  • Serat 3 gram
  • Protein 6 gram
  • Lemak 12 gram (90% adalah lemak sehat)
  • Kalium 8%
  • Fosfor 14%
  • Vitamin B6 24%
  • Thiamin 16%
  • Tembaga 18%
  • Mangan 17%

Manfaat Pistachio untuk Wanita

Kacang pistachio untuk kecantikan

Kacang pistachio untuk kecantikan

Kacang pistachio ternyata menyimpan beragam manfaat menakjubkan untuk berbagai kalangan, khususnya wanita. Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, konsumsi kacang-kacangan dianjurkan karena bahan makanan satu ini merupakan sumber nutrisi dan kaya akan antioksidan. “Kacang-kacangan memang mengandung lemak, tapi lemak tersebut merupakan lemak tak jenuh sehingga aman dikonsumsi jika Anda ingin turunkan berat badan,” kata dr Dyah.

Bahkan kabarnya ada penelitian yang menyebutkan bahwa konsumsi kacang-kacangan secara rutin bisa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida pada orang yang menderita obesitas. Hal ini tentunya akan sangat membantu Anda yang sedang menjalani program diet atau berupaya untuk menurunkan berat badan.

Baca juga:  Dampak Negatif Penggunaan Gadget Berlebihan Bagi Anak

Tak hanya itu, kandungan vitamin B6 dalam pistachio konon bisa membantu menambah ukuran payudara pada wanita karena mampu mempercepat proses metabolisme hormon esterogen. Terlebih juga ada sifat emolien dari ekstrak kacang pistachio yang menenangkan dan mampu membantu menjaga kelembapan kulit Anda.

Pistachio pun kaya akan kandungan serat yang bisa membantu buang air besar (BAB) lebih lancar. Kandungan vitamin B1 di dalamnya berperan penting untuk mengubah karbohidrat menjadi energi. Jadi, efeknya Anda bukan hanya akan memiliki kulit yang cantik danberat badan yang terjaga saja, tetapi juga akan lebih berenergi saat rutin mengonsumsi kacang pistachio.

Selain manfaat-manfaat yang telah disebutkan, kacang pistachio disebut mengandung potasium yang bisa menurunkan kadar hormon stres kortisol dibanding kacang jenis lainnya. Anda bisa menambahkan kacang pistachio beberapa butir dalam sereal sarapan Anda di pagi hari atau bahkan menambahkannya di overnight-oats Anda. Asyik sekali bukan?Yang lebih menarik lagi, bagi ibu hamil ternyata konsumsi kacang pistachio disebut dapat membantu perkembangan otak bayi karena adanya kandungan Omega-3

Baca juga:  Merek Masker Pemutih Wajah yang Diklaim Berkualitas Bagus

Walaupun kacang pistachio mempunyai banyak kelebihan dibandingkan kacang lainnya, konsumsi pistachio tetap tak boleh berlebihan. “Rekomendasi dari Harvard Health Publication adalah tak lebih dari 1.200 kalori per hari untuk wanita, sedangkan untuk pria jangan sampai lewat dari 1.500 kalori per hari. Supaya lebih optimal, lebih baik bicarakan hal ini dengan dokter atau ahli gizi,” tandas dr Dyah.

Meski dikenal banyak manfaat di dalamnya, konsumsi kacang pistachio mungkin saja menimbulkan efek samping bagi sebagian orang. Kacang ini mengandung asam anakardat yang merupakan senyawa kimia penyebab alergi. Oleh sebab itu, apabila Anda memiliki alergi terhadap beberapa jenis kacang lainnya, sebaiknya lebih berhati-hati saat hendak makan kacang pistachio.

[1] Jusup, L. 2015. Cookies Sehat dari Negeri Jerman. Intarina H, editor. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*