Manfaat dan Efek Samping Daun Waru yang Perlu Anda Ketahui

Daun waru (sumber: efloraofindia.com) Daun waru (sumber: efloraofindia.com)

Anda tahu tanaman waru? Tumbuhan dengan nama ilmiah Hibiscus tiliaceus ini tergolong genus Hibiscus. Waru sendiri kabarnya merupakan tanaman asli Kepulauan Pasifik yang secara cepat menyebar dengan bantuan angina. Waru kerap ditemukan di beberapa wilayah, seperti di dekat laut, dekat sungai, hingga di lereng gunung. Tak hanya dijadikan tanaman hias, daun waru kabarnya dapat dikonsumsi sebagai obat herbal untuk mengatasi berbagai permasalahan kesehatan. Lantas, apa saja manfaat dan efek samping daun waru?

Waru (Hibiscus tiliaceus L.) banyak terdapat di Indonesia, di pantai yang tidak berawa, di tanah datar, dan di pegunungan hingga ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut. Banyak ditanam di pinggir jalan dan di sudut pekarangan sebagai tanda batas pagar. Tumbuhan ini di tanah yang baik, batangnya lurus dan daunnya kecil. Tumbuhan ini di tanah yang kurang subur, batangnya bengkok dan daunnya lebih lebar.[1]

Kandungan Daun Waru

Hampir semua bagian pohon waru dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi bahan bernilai ekonomis. Daun waru, misalnya, memiliki kandungan fitokimia yang berguna bagi kesehatan manusia. Daun waru mengandung senyawa saponin dan flavonoid, serta setidaknya mengandung lima senyawa fenol. Selain itu, daun waru juga memiliki kadaralkaloida, asam amino, karbohidrat, asam organik, asam lemak, saponin, sesquiterpen dan sesquiterpenquinon, steroid, triterpen.[2]

Baca juga:  Makan Avokad Bisa Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Kulit batang waru mengandung senyawa hibiscusamide, N-trans feruloyltiramine, dan N-cis feruloyltiramine dan bersifat toksik pada sel kanker kolon HT-29 dengan LC50 < 4 μg/mL. Daun waru diduga dapat memiliki aktivitas sebagai antikanker karena secara kemotaksonomi senyawa turunan dapat terdistribusi ke seluruh bagian tumbuhan. Hasil uji toksisitas ekstrak etanol daun waru menghasilkan nilai LC50 79,43 ppm, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dalam proses pencarian komponen bioaktif yang berpotensi sebagai antikanker.[3]

Daun waru (sumber: efloraofindia.com)

Daun waru (sumber: efloraofindia.com)

Manfaat Daun Waru

Tumbuhan ini dalam pengobatan tradisional, akar waru digunakan sebagai pendingin bagi sakit demam, daun waru membantu pertumbuhan rambut, sebagai obat batuk, obat diare berdarah/berlendir, amandel. Bunga digunakan untuk obat trakhoma dan masuk angin.[4]

Tak cukup sampai di situ, kandungan senyawa alkaloid dan saponin dalam ekstrak bunga dan daun waru disebut-sebut berkhasiat sebagai analgesik maupun antispasmodik. Di Afrika Selatan misalnya, senyawa alkaloid dan saponin digunakan untuk pengelolaan nyeri dada dan radang sendi (artritis).

Baca juga:  Ini Dia 5 Vitamin Penambah Stamina untuk Wanita

Dilansir dari IDNmedis, ekstrak metanol dari waru disebut-sebut menunjukkan aktivitas antidepresan yang tidak memiliki efek samping seperti obat penenang pada umumnya. Selain itu, kandungan tersebut juga kabarnya berfungsi untuk menjaga sistem imun tubuh manusia, dan masih banyak lagi.

Daun maupun bunga waru biasanya dikonsumsi secara mentah atau dimasak terlebih dahulu. Banyak juga yang mengonsumsi daun atau bunga waru dalam bentuk teh kering yang siap untuk diseduh kapan saja. Bahkan, daun waru diketahui bisa difermentasi untuk kemudian diolah menjadi saus atau substrat tempe. Menarik sekali bukan?

Efek Samping Daun Waru

Bagi para wanita yang sedang hamil sebaiknya menghindari konsumsi daun waru maupun ekstraknya, karena dikhawatirkan konsumsi daun waru berpotensi menyebabkan keguguran. Demikian pula bagi para ibu yang sedang menyusui sebaiknya tidak mengonsumsi daun waru. Konsumsi waru sebelum operasi bisa mempengaruhi kontrol kadar gula darah selama dan setelah operasi. Konsumsi daun waru harus dihentikan minimal 2 minggu sebelum operasi dilakukan.

Baca juga:  Waspada! Ternyata Begini Efek Buruk Stres pada Tubuh Wanita

Sebelum mengonsumsi daun waru atau tanaman herbal lainnya, pastikan Anda telah berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Perlu diingat bahwa hasil atau efek samping dari mengonsumsi daun waru bisa saja berbeda-beda pada setiap orang. Jika Anda merasakan efek samping yang negatif, sebaiknya segera hentikan konsumsi dan periksakan diri ke dokter.

[1]Nomleni, FT dkk. 2020. Buku Ajar Etnobotani Masyarakat Lokal Desa Kakaniuk. Andriyanto, editor. Klaten: Lakeisha, hlm 53.

[2] Megawati, dkk. 2021. Aneka Tanaman Berkhasiat Obat. Gusniwati, editor. Jakarta: Guepedia, hlm 130.

[3]Rustini, NL dkk. 2015. Uji Toksisitas Ekstrak Daun Waru (Hibiscus tiliaceus L.) Terhadap LarvaArtemia salina Leach Serta Identifikasi Golongan Senyawanya. Jurnal Kimia. 9(1): 47-52.

[4]Nomleni, FT dkk. Op, cit., hlm 54.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*