Anda Pengguna Aplikasi Kencan Online? Waspada Alami Love Bomb

Ilustrasi: menggunakan aplikasi kencan online (sumber: insidehook.com) Ilustrasi: menggunakan aplikasi kencan online (sumber: insidehook.com)

Hadirnya aplikasi kencan online seakan menjadi daya pikat yang sulit diabaikan para penggunanya karena bisa diakses melalui smartphone dan memiliki banyak fitur canggih, seperti video call dan chatting.[1] Meskipun banyak yang berhasil mendapatkan teman kencan dari aplikasi seperti ini, ada juga yang gagal karena mengalami fenomena love bomb.

Contoh Kasus Love Bomb

Bisa dikatakan sebagai fenomena, love bomb tampaknya tidak hanya dialami para pengguna baru aplikasi kencan online. Banyak pengguna aplikasi seperti ini yang kerap menjadi korban love bomb dan salah satunya adalah Ismo, seorang wanita berusia 23 tahun dari Arizona.

Dilansir dari HuffPost, Ismo menggunakan aplikasi kencan online populer Tinder dan mendapatkan kenalan seorang pria yang dirasa menarik pada Februari 2021. Pria ini mengatakan bahwa Ismo adalah gadis pertama yang diajak berkenalan lewat Tinder.

“Saya langsung jatuh cinta dengan pria ini pada pandangan pertama, meskipun hanya melalui aplikasi kencan online,” kata Ismo. “Dia sangat manis dan terus-menerus meyakinkan bahwa saya adalah gadis yang cantik dan selalu mengatakan hal-hal yang manis tentang saya. Padahal, sebelumnya saya tidak pernah diperlakukan seperti ini ketika bermain Tinder.”

Baca juga:  Review Sabun Kolagen HPAI untuk Mengatasi Jerawat

Beberapa bulan berlalu, membuat Ismo semakin penasaran dan ingin bertemu dengan pria tersebut. Namun, pria yang ingin dikencani Ismo selalu menolak dengan berbagai alasan dan gadis ini baru sadar bahwa dirinya menjadi korban fenomena love bomb aplikasi kencan online.

Dari contoh kasus Ismo, mungkin Anda masih bingung dengan apa yang disebut bom cinta atau love bomb. Sekilas, ini memang mirip dengan kasus korban PHP (Pemberi Harapan Palsu) yang berakhir menjadi ghosting, hanya saja saat menjadi korban PHP, mungkin Anda masih tidak yakin dan seringkali menjadi salah paham. Beberapa orang yang menjadi korban PHP biasanya masih mempertanyakan apakah dirinya memang korban PHP atau hanya sekadar baper.

Apa Itu Love Bomb?

Ilustrasi: sepasang kekasih (sumber: prevention.com)
Ilustrasi: sepasang kekasih (sumber: prevention.com)

Istilah love bomb diketahui muncul pada 1970-an dan dipopulerkan Unification Church of the United States. Pemimpin Unification Church of the United States Jim Jones dan David Koresh menggunakan istilah ini untuk menjalankan taktik dengan tujuan mengontrol pengikut mereka. Hingga akhirnya, para psikolog mengadopsi istilah love bomb untuk menggambarkan rasa kasih sayang yang bersifat manipulatif dan toksik.

“Love bomb, tidak seperti cinta sejati, kasih sayang pada love bomb diberikan kepada seseorang dengan tujuan untuk mendapatkan hati seseorang dan ini mirip dengan maniak,” kata Psikolog Craig Malkin. “Biasanya, ego pelaku love bomb akan meningkat dan ini yang membuatnya ingin melakukannya secara terus-menerus. Love bomb adalah hal yang umum dilakukan oleh kalangan narsissis”

Baca juga:  Usia Berapa Anak Boleh Diberikan Smartphone agar Terhindar dari Bahaya Gadget? Ini Hasil Penelitiannya

Emily Simonian, terapis pernikahan dan keluarga di Thriveworks, menyamakan love bomb dengan memancing. Para pengguna aplikasi kencan online yang menjadi pelaku love bomb biasanya memasang foto yang paling baik, bahkan tak segan menjadikan foto orang lain sebagai avatar mereka di aplikasi. Ini bertujuan untuk menciptakan rasa tertarik korbannya, sehingga mudah bagi mereka untuk menciptakan rasa kasih sayang palsu kepada korbannya.

“Love bomb melalui aplikasi kencan digunakan untuk memaksa orang yang tertarik memiliki perasaan romantis sebelum waktunya dan rasa percaya yang salah pada pelaku love bomb,” kata Simonian. “Pelaku love bomb juga melakukan manipulasi kepada korbannya untuk membuat dirinya dipandang unggul atau mereka bisa memberikan kasih sayang palsu hanya karena merasa bosan.”

Dampak menjadi korban love bomb tidak hanya merasa dipermainkan, tetapi juga bisa sulit mempercayai orang lain dan gagal dalam berkencan. Untuk itu, Anda harus mengetahui apakah kenalan di aplikasi kencan Anda adalah pelaku love bomb atau bukan. Berikut ciri-ciri pelaku love bomb.

Baca juga:  Sederet Tes Bakat yang Dapat Digunakan untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Ciri-Ciri Pelaku Love Bomb

  • Terlalu cepat menyatakan hubungan.
  • Berlebihan dalam mengekspresikan perasaan.
  • Mereka terlalu ingin tahu tentang korbannya.
  • Memuji korbannya secara berlebihan dan intens.
  • Melakukan bomb call atau chat.
  • Memaksa untuk berkomitmen.
  • Membuat korbannya merasa tidak bisa berkembang

Selain itu, dilansir dari Diadona, pelaku love bomb akan berusaha tampil semaksimal mungkin agar terlihat sempurna di mata korbannya, sehingga terkesan terlalu indah untuk membuat hubungan percintaan yang nyata. Hindari orang dengan ciri-ciri seperti ini jika Anda ingin memiliki hubungan percintaan yang sehat dan tentunya tidak menjadi korban love bomb aplikasi kencan online.


[1] Julianti & Rifky Andhika. 2021. Fenomena Keberhasilan Hubungan Asmara Melalui Aplikasi Kencan Online Tinder: dari Jari, Turun ke Hati. Jurnal Ilmu Komunikasi UHO: Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi, vol. 6(1): 1-18.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*