Jangan Norak, Ini Etika Duduk di Pesawat Udara
Etika atau sopan santun adalah perilaku individu yang menjunjung tinggi nilai-nilai menghormati, menghargai, tidak sombong, dan berakhlak mulia demi menciptakan kehidupan sosial yang baik.[1] Nilai etika bisa diwujudkan dalam berbagai hal dan salah satunya adalah duduk dengan dengan baik saat naik pesawat udara. Selain untuk menjaga suasana tenang, juga bertujuan agar Anda tidak terlihat norak dan mengganggu penumpang lainnya.
Sopan Santun Merebahkan Kursi
Dilansir dari HuffPost, perdebatan tentang etika merebahkan kursi tak ada habisnya dan kerap terjadi di kalangan penumpang pesawat yang masih awam. Banyak orang bertanya, apakah merebahkan kursi saat naik pesawat itu sopan atau tidak. Presiden Mannersmith Etiquette Consulting, Jodi R.R. Smith, mengatakan, apakah Anda harus merebahkan kursi atau tidak, sangat berkaitan dengan masalah kesadaran etika di dalam pesawat. Meskipun Anda bisa memaksimalkan kenyamanan saat duduk, tanpa merepotkan atau mengganggu orang lain di pesawat adalah hal yang menantang.
Jika Anda tidak ingin dilihat aneh oleh penumpang di sebelah Anda, sebaiknya Anda tidak merebahkan kursi jika Anda sedang dalam perjalanan cepat di bawah dua jam. Sebaiknya Anda menahan keinginan untuk berbaring dan tetap dalam posisi tegak. Sementara itu, jika Anda sedang dalam perjalanan antar negara yang membutuhkan waktu penerbangan semalaman, Anda boleh merebahkan kursi. Pasalnya, Anda juga membutuhkan istirahat selama perjalanan.
Pada beberapa kasus, seperti jika Anda sedang hamil atau harus menggendong anak dan harus merebahkan kursi walaupun perjalanan yang Anda lakukan hanya satu jam, sebaiknya Anda memperingatkan orang yang ada di samping dan belakang Anda. Memang ini tidak terlalu sopan, tetapi bisa menghindari kejadian buruk, seperti kursi Anda yang menghantam orang di belakang Anda ketika direbahkan atau menjatuhkan kopi penumpang di samping Anda.
Etika Berbagi Sandaran Tangan
Tidak semua orang memahami penggunaan sandaran tangan dan pertanyaan yang sering muncul adalah siapa yang akan mendapatkan sandaran tangan di kursi tengah. Seorang ahli etika, Diane Gottsman, mengatakan, memang tidak ada protokol secara tertulis mengenai pembagian sandaran tangan di kursi pesawat.
Seorang pakar etiket hidup, Juliet Mitchell, menambahkan, untuk memutuskan pembagian sandaran tangan, bisa dilakukan dengan sikap sopan dan empati bersama. Jika Anda duduk di kursi tengah pesawat, sandaran tangan di sisi kanan dan kiri bisa Anda pakai. Namun, Anda juga harus memperhatikan keadaan penumpang di sisi kanan dan kiri Anda.
Tidak semua penumpang memiliki proporsi tubuh yang ideal untuk duduk di pesawat. Jika Anda memiliki tubuh mungil dan di sebelah Anda adalah orang berperawakan tinggi dan besar, maka persilakan mereka untuk menggunakan sandaran tangan. Penumpang dengan proporsi tubuh seperti ini umumnya akan menahan bahu mereka agar pas di pesawat dan ini membuat mereka merasa lelah sehingga membutuhkan sandaran tangan.
Etika Memakai Bagian Belakang Kursi
Seperti yang kita ketahui, hampir semua kursi pesawat dirancang berhimpitan antara baris satu dan dua. Ini kadang membuat orang yang berkaki panjang menjadi mudah kesemutan dan kram. Untuk itu, beberapa orang suka menyandarkan kakinya di kantong belakang kursi penumpang depannya.
Kantong kursi dirancang untuk menyimpan informasi keselamatan, majalah, dan air mineral. Bagian kursi ini tidak dirancang sebagai pijakan kaki, sehingga sangat tidak etis jika Anda menyandarkan kaki di kantong kursi. Selain itu, ini dapat membuat penumpang yang duduk di kursi tersebut menjadi tidak nyaman.
Seringkali orang merasa pegal dan terganggu akibat ada orang yang menyandarkan kaki di bagian belakang kursi pesawatnya. Tak hanya itu, beberapa orang bahkan menghentakkan kakinya di kantong kursi dan ini terlihat mengganggu bagi penumpang di sebelah kanan, kiri, dan depan.
Etika Menggunakan Meja Nampan
Tak hanya dilengkapi dengan kantong belakang, beberapa kursi pesawat sudah difasilitasi dengan meja nampan. Sayangnya, tidak banyak yang mengetahui fungsinya dan kadang apa yang dilakukan penumpang terhadap meja nampan bisa mengganggu penumpang lainnya. Smith menjelaskan, meja nampan tidak berfungsi sebagai alas untuk minuman botol, laptop, drum set, dan mainan. Meja baki adalah tempat untuk menampung barang-barang berbobot ringan, seperti keripik kentang dan secangkir teh hangat.
Supaya lebih sopan dan tidak mengganggu penumpang lain, minimalkan penggunaan meja nampan, apalagi jika Anda melakukan penerbangan dalam waktu lebih dari lima jam. Meja baki ini melekat pada kursi di depan Anda, sehingga apa yang Anda lakukan terhadap meja nampan ini getarannya akan memengaruhi kenyamanan orang yang duduk di kursi depan Anda.
[1] Djuwita, Puspa. 2017. Pembinaan Etika Sopan Santun Peserta Didik Kelas V Melalui Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar Nomor 45 Kota Bengkulu. Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Bengkulu, Vol. 10(1): 27-36.



Leave a comment