Wajib Tahu! Ini Efek Samping dan Manfaat Susu Whey Protein
Dalam dunia kebugaran, ada begitu banyak ragam susu yang dapat dikonsumsi, mulai dari susu sapi, susu kedelai (soya), susu almond, hingga susu whey protein. Susu whey protein biasanya banyak dijual di pusat-pusat kebugaran maupun secara online. Susu satu ini termasuk jenis yang sering dikonsumsi oleh para penggiat fitness atau sedang dalam proses untuk membentuk masa tubuh. Seperti halnya produk pada umumnya, susu whey protein juga memiliki manfaat dan efek samping yang perlu untuk Anda ketahui.
Menurut Suprayitno & Sulistiyati (2017), protein whey adalah protein lengkap, yang terdiri dari asam amino esensial dan non-esensial. Keunggulannya, protein whey memiliki nilai biologis tinggi; artinya mudah diserap dan 100% digunakan oleh tubuh. Whey protein baik untuk pembentukan dan pemeliharaan massa otot tubuh.
Masih berdasarkan sumber yang sama, protein whey diperoleh dari ekstraksi susu, yang kemudian bisa digunakan sebagai campuran dalam susu formula, roti, es krim, dan produk makanan lainnya. Namun, asam amino yang terkandung dalam protein whey juga dapat Anda peroleh dari sumber protein lainnya. Setidaknya ada beberapa jenis susu whey protein yang beredar di pasaran. Berikut macam-macamnya.
Jenis Susu Whey Protein
- Whey Protein: whey jenis ini termasuk jenis suplemen yang mempunyai kandungan protein, namun masih mengandung kalori.
- Whey Protein Isolate: whey protein isolated (WPI) merupakan jenis whey yang cukup bagus dan sering dikonsumsi oleh para penggiat fitness untuk program cutting. Pasalnya jenis susu isolated biasanya rendah kalori dan lemak.
- Whey Protein Time Release: jenis susu ini tergolong sangat lambat untuk diserap dalam tubuh, oleh sebab itu dinilai cocok dikonsumsi untuk menyuplai energi secara bertahap.
- Whey Protein Concentrate: susu WPC ini disebut-sebut lebih enak dibanding jenis whey protein lain karena masih memiliki kandungan lemak dan laktosa (milk sugar). Adapun kandungan proteinnya antara 70-80% per sajian. Susu ini sering dikonsumsi untuk memfokuskan supaya tubuh tampak lebih berotot dan berisi.
- Whey Protein Hydrolyze: susu whey protein hydrolyze atau hydrolysate tergolong susu yang rendah kalori dan lemak, namun sangat tinggi protein. Oleh sebab itu harga susu jenis ini relatif mahal, sebab cocok dikonsumsi oleh Anda yang hendak mengurangi kalori dan lemak yang masuk ke dalam tubuh.
Manfaat Susu Whey Protein
- Meningkatkan kekebalan tubuh. Susu whey protein mengandung sistein, yakni salah satu asam amino yang mengandung antioksidan. Sistein kabarnya membantu tubuh melawan berbagai penyakit.
- Menghambat pemecahan protein tubuh. Dalam susu whey protein mengandung BCAA atau sekelompok asam amino yang berperan dalam meningkatkan sintesis protein serta menghambat pemecahan protein dalam tubuh.
- Membangun, memperbaiki, dan membangun kembali otot, kekebalan tubuh, produksi hormon, enzim, kulit, rambut, kuku, darah, maupun organ tubuh lainnya.
- Meningkatkan performa saat berolahraga. Whey protein juga mengandung asam amino triptofan. Zat itu pula yang disebut-sebut dapat menurunkan produksi serotonin (zat yang menyebabkan perasaan lelah) saat olahraga.
- Baik untuk kesehatan pencernaan. Dibanding jenis protein lain, susu whey protein diklaim lebih ramah untuk pencernaan lantaran mudah diserap oleh tubuh.
Efek Samping Susu Whey Protein
Meskipun menawarkan banyak manfaat yang baik untuk kesehatan wanita dan pria, konsumsi suplemen seperti susu whey protein juga sebaiknya harus sesuai dengan aturan yang disarankan dan tidak boleh berlebihan. Konsumsi protein yang berlebihan biasanya akan memberikan beban yang berat pada kerja ginjal sehingga berisiko menimbulkan batu ginjal.
Kemudian konsumsi whey protein berlebihan pun erat kaitannya dengan lemak yang juga berlebihan. Pasalnya, beberapa susu whey protein juga menambahkan karbohidrat ekstra dalam bentuk gula bahkan menambahkan lemak di dalamnya. Selain ginjal, minum susu whey protein berlebihan pun bisa memperparah masalah hati hingga berisiko memiliki penyakit jantung.
Menurut laporan dari Medical News Today, protein bubuk tak boleh dikonsumsi terlalu banyak, apalagi untuk jangka panjang. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Sydney, Australia, terlalu banyak mengonsumsi protein bubuk dapat mengganggu mood hingga menimbulkan kecemasan. Bahkan yang lebih menyeramkan lagi, jika sampai kecanduan ternyata berpotensi untuk memperpendek usia seseorang.
Referensi:
Suprayitno, Eddy, Sulistiyati T. 2017. Metabolisme Protein. Malang: UB Press.



Leave a comment