Sudah Nonton The Tinder Swindler? Ini Ciri Penipu di Aplikasi Kencan!
Sejak film dokumenter Netflix ‘The Tinder Swindler’ dirilis, ternyata itu tidak hanya terjadi di film, banyak juga korban penipuan dari aplikasi kencan online yang sedang berjuang melawan keresahannya di luar sana. Tak hanya dirugikan secara fisik dan materi, sebagian korban mengalami gangguan mental. Nah, untuk menghindarinya, Anda perlu tahu ciri penipu di aplikasi kencan tersebut.
Pentingnya Bermain Aplikasi Kencan dengan Bijak
Sebelum film ‘The Tinder Swindler’ rilis, sudah ada film ‘Bad Vegan’ di Netflix. Dua film dokumenter ini sangat populer di masanya. Dalam film ‘Bad Vegan,’ diceritakan seorang wanita kaya bernama Sarma Melngailis menjadi korban penipuan setelah menikahi seorang pria bernama Anthony Strangis.
Sementara itu, dalam ‘The Tinder Swindler,’ seorang penipu bernama Shimon Hayut atau Simon Leviev menipu dua orang wanita hingga jutaan dolar AS melalui aplikasi Tinder. Leviev menyamar sebagai seorang putra pebisnis berlian yang kaya raya. Leviev menipu korbannya dengan merayunya untuk meminjamkan uang secara cash, dengan alasan kartu kreditnya sedang diamankan.
Dari dua film dokumenter tersebut, tentunya para penonton bisa lebih waspada dan bijak dalam menggunakan aplikasi kencan online. Memang aplikasi seperti ini sangat bermanfaat, apalagi jika Anda bisa memanfaatkannya dengan baik. Ada beberapa alasan orang menggunakan aplikasi kencan online, seperti ingin mencoba sensasi romansa online, mudah menemukan pasangan yang sesuai dengan usia, tidak ada waktu luang untuk kencan secara langsung, dan hanya coba-coba.[1]
Nah, bagi Anda yang masih awam dan hanya coba-coba dalam menggunakan aplikasi kencan online, sebaiknya waspada. Tidak semua orang yang Anda temui cocok dan baik dengan Anda, apalagi yang terlihat terlalu sempurna seperti Simon Leviev dan Anthony Strangis. Untuk itu, HuffPost telah mengungkapkan ciri-ciri penipu yang bermain di aplikasi kencan online.
Ciri-Ciri Penipu di Aplikasi Kencan Online
Memberikan Informasi yang Berubah-Ubah
“Penipu akan melakukan apa saja untuk menipu hati Anda, termasuk memberikan informasi palsu atau menyesatkan untuk menggunakan emosi Anda sebagai senjata dalam memanipulasi,” kata Jasmine Diaz dari Diaz Dating Group. “Penting untuk memperhatikan dan mendengarkan ketidakkonsistenan atau ada informasi yang berubah-ubah yang disampaikan kepada Anda. Hindari orang seperti ini jika Anda menemukannya di aplikasi kencan online, karena bisa jadi itu penipu yang sedang memancing targetnya.”
Terlalu Sempurna
“Ini adalah umpan-dan-switch klasik,” kata terapis pernikahan dan keluarga Virginia Gilbert. “Para penipu akan menjadikan dirinya terlihat sempurna, termasuk dengan memberikan Anda hadiah setiap saat atau mengajak Anda kencan ke restoran mahal. Namun, setelah itu, mereka akan menggunakan rasa suka Anda untuk mengambil uang, perhiasan, hingga rumah Anda.”
Menolak Video Call atau Bertemu Langsung
Scammers yang masih pemula dapat mengklaim kamera di ponsel atau laptop mereka rusak, memberi tahu Anda bahwa mereka bekerja di luar negeri, dan sedang bepergian ke tempat-tempat di mana internet atau koneksi seluler mereka buruk. Mereka menjadi cerdik ketika Anda menyarankan obrolan video atau bertemu langsung untuk menghindari penyamaran mereka terbongkar.
Tidak Memiliki Jejak Digital Asli
Belajar dari kisah Simon Leviev sebagai penipu ulung, tidak ada jejak digital yang nyata dari dirinya. Semua yang dia posting di Tinder, Instagram, bahkan laman pencarian Google adalah palsu. Itulah pentingnya kencan offline, yakni untuk mengetahui kebenaran orang yang ingin Anda kencani secara nyata.
Terlalu Penasaran dengan Keuangan Anda
“Jika orang yang baru Anda kenal dari aplikasi kencan menanyakan materi yang Anda punya, seperti jenis mobil, pekerjaan, jumlah gaji, dan kebiasaan Anda menabung, Anda perlu waspada,” kata Maria Sullivan, wakil presiden Dating.com. “Mungkin itu adalah penipu yang mengintai Anda.”
Selalu Mengelak Tentang Kehidupannya
“Tidak semua orang yang mengelak secara umum adalah penipu, tetapi penting untuk dipertimbangkan jika orang yang Anda kencani tidak pernah memperkenalkan Anda kepada teman-teman mereka atau keluarga,” kata Diaz. “Jika Anda hanya tahu sedikit tentang kehidupan mereka, inilah saatnya untuk mempertanyakan mengapa.”
Meminta atau Meminjam Uang
“Meskipun membantu seseorang mungkin tampak seperti hal yang benar untuk dilakukan, itulah yang diinginkan oleh penipu di aplikasi kencan online,” kata Sullivan. “Jika Anda menemukan seseorang yang baru saja Anda temui secara online meminta bantuan keuangan, anggap itu sebagai tanda bahaya besar bahwa Anda telah menemui scammer.”
Cara Menghindari Penipu di Aplikasi Kencan
Setelah ‘The Tinder Swindler’ dan ‘Bad Vegan’ rilis, bukan berarti para penipu menjadi resah, justru beberapa akan semakin cerdik dan meningkatkan kemampuannya dalam meraup keuntungan dari korbannya. Apalagi, setelah para penipu itu membaca artikel ini. Untuk itu, Anda perlu memahami cara cerdas menghindari penipu di aplikasi kencan.
Berhati-hatilah dan jangan berikan informasi apapun yang berkaitan dengan hal yang terlalu pribadi. Bahkan, jangan menuliskan hal yang terlalu spesifik di profil aplikasi kencan Anda, seperti nama belakang dan tanggal lahir.
Selain itu, jangan berikan alamat, tempat Anda bekerja, e-mail, dan foto yang terlalu vulgar. Anda juga harus curiga jika partner kencan online Anda memaksa untuk meminta nomor telepon atau WA.
[1] Herdianti, Annisa Hanif. 2017. Pencarian Jodoh Melalui Aplikasi Tinder di Era Digital (Skripsi). Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga.



Leave a comment