Sudah Tepatkah Anda Membersihkan Masker Kain? Seberapa Sering?
Masker menjadi salah satu alat perlindungan diri yang dapat Anda gunakan untuk mencegah terkena penyakit menular. Dilihat dari bahan pembuatnya, masker bisa dibedakan menjadi beberapa jenis, salah satunya masker kain yang dapat dipakai berulang kali setelah dicuci terlebih dahulu. Sayangnya, tidak semua orang mengerti cara membersihkan masker kain yang tepat.
Membersihkan masker kain yang tidak tepat tentu akan berisiko bagi kesehatan. Virus atau bakteri yang menempel di bagian permukaan kain, lama-lama bisa mengendap dan masuk ke bagian dalam masker. Sehingga, saat Anda hendak memakainya kembali, Anda juga bisa terinfeksi virus atau tertular penyakit. Padahal, Anda sudah menggunakan masker dengan tepat.
Keunggulan Masker Kain
Masker sendiri sebetulnya adalah salah satu perlengkapan APD atau bisa disebut dengan alat perlindungan diri. Masker berfungsi melindungi diri Anda dari penyakit yang mudah menular, seperti flu, TBC, hingga virus corona atau COVID-19. Selain itu, masker juga berfungsi mencegah penularan penyakit yang Anda alami kepada orang sekitar.[1]
Dilansir dari HuffPost, masker akan melindungi Anda dengan cara menutup mulut dan hidung sebagai pintu utama keluar masuknya udara yang membawa virus dan bakteri. Udara yang Anda hirup saat menggunakan masker tentunya akan lebih bersih dibanding udara bebas yang Anda hirup tanpa masker. Ini karena masker memiliki lapisan kain yang berperan sebagai filter udara.
Kotoran akan menempel di bagian luar masker, sementara udara bersih yang tidak mengandung virus maupun bakteri bisa langsung masuk ke saluran pernapasan Anda. Fungsi masker sebagai alat APD akan semakin baik jika Anda menggunakan masker berbahan tebal. Semakin tebal lapisannya, semakin banyak debu yang tersaring, sehingga semakin sedikit bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh Anda.
Salah satu jenis masker yang baik dan bisa Anda dapatkan dengan harga ekonomis, yaitu masker kain. Anda bisa menggunakan berbagai macam kain dengan ketebalan yang pas dan tidak memiliki banyak rongga. Sebagai contoh, Anda bisa menggunakan jenis kain katun, kain kaos, atau kain denim.
Tidak seperti jenis masker kertas atau masker medis yang sekali pakai, Anda bisa menggunakan masker kain berkali-kali. Inilah yang membuat masker kain disukai banyak orang. Anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk memenuhi kebutuhan masker harian Anda.
Meskipun masker kain dapat dicuci dan digunakan kembali, cara membersihkan masker kain tidak bisa sembarangan. Apalagi masker adalah salah satu APD penting yang digunakan untuk menutupi bagian hidung dan mulut. Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk mencuci masker kain?
Cara Membersihkan Masker Kain
Berdasarkan penelitian, setelah Anda menggunakan masker kain di tempat umum dan meletakkannya begitu saja, masih ada virus atau bakteri yang hidup di permukaan masker tersebut. Bahkan, jenis virus yang dapat menular masih bisa dideteksi hingga hari ke-7. Tentu ini sangat mengerikan apabila Anda ingin menggunakan masker kain tersebut.
Selain itu, sekitar 97% partikel virus yang ada di udara tampaknya masih bisa menembus masker kain jika dibiarkan begitu saja. Virus dan bakteri yang dibiarkan mengendap di permukaan kain, semakin lama akan semakin berat. Sehingga, dapat masuk ke dalam masker dan tak sengaja bisa masuk ke dalam tubuh.
Untuk itu, Anda harus sesering mungkin membersihkan masker Anda dan mengganti masker setiap harinya. Cucilah masker yang sudah dipakai dengan cara merendamnya di air sabun selama 5 hingga 10 menit. Setelah itu, gosok masker secara perlahan agar kotoran dan bakteri terangkat bersama dengan sabun cuci. Bilas masker menggunakan air hingga bersih dan jemur hingga kering.
Selain menggunakan sabun deterjen, Anda bisa menggunakan jenis bahan aktif lainnya, seperti pemutih pakaian untuk mencuci masker. Ini akan membunuh bakteri dan virus dengan baik. Sehingga, masker Anda akan lebih bersih dan wangi. Lalu, seberapa sering Anda harus mencuci masker?
Menurut Robert Amler dari New York Medical College, Anda disarankan mencuci masker setiap hari. Sebisa mungkin, setelah Anda menggunakan masker kain, cucilah dengan sabun hingga bersih. Setelah itu, jemur di bawah sinar matahari yang panas. Selain agar cepat kering, sinar matahari juga dapat membunuh virus dan bakteri yang tersisa.
[1] Suprapto. 2016. Kepatuhan Perawat dalam Menggunakan Alat Pelindung Diri Dasar APD (Handscoon dan Masker) di Ruangan UGD RSUD Pangkep. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada: 930-939.



Leave a comment