Enggak Perlu Repot Cari Bumbu, Begini Cara Tanam Daun Ketumbar di Rumah

Daun ketumbar (sumber: purtee.in) Daun ketumbar (sumber: purtee.in)

Ketumbar bisa dibilang sebagai salah satu bumbu dapur yang memiliki banyak kegunaan. Tak ayal jika kemudian para ibu tertarik untuk menanam daun ketumbar di rumah agar bisa menghasilkan bahan yang layak untuk ditambahkan dalam aneka masakan. Cara tanam daun ketumbar pun tidak terlalu sulit, karena tak membutuhkan lahan yang terlalu luas dan bisa menggunakan media yang ada.

Ketumbar (Coriandrumsativum L.) merupakan tanaman herba yang dikategorikan ke dalam tanaman rempah-rempah. Umumnya digunakan sebagai bumbu penyedap masakan. Bagian yang paling sering digunakan adalah daun dan bijinya. Penambahan daun ketumbar pada masakan bertujuan untuk menambah aroma masakan. Ketumbar memiliki kandungan vitamin c, kalium, seng, tembaga, dan selenium.

Selain sebagai bumbu masakan tanaman ini juga dimanfaatkan sebagai antimicroba, antifungi, dan antioksidan. Tanaman ketumbar memiliki kandungan essential oil (Eo) yang berupa senyawa aliphatical dehyde,seperti deconal, decanal, cyclic, dan hydrocarbons. Senyawa tersebutlah yang memiliki manfaat sebagai antimicroba dan antioksidan.[1]

Morfologi Tanaman Ketumbar

Tanaman ketumbar memiliki daun herbal kecil yang memiliki banyak cabang dan sub unit. Daun barunya berbentuk oval dan daun yang lainnya memanjang. Bunga berwarna putih, memiliki buah yang bergerombol dan berbentuk bulat. Buah berbentuk mericarps biasanya disatukan oleh margin yang membentuk sebuah cremocarp dengan diameter sekitar 2 – 4 mm, warna kecoklatan, kuning atau coklat, gundul, terkadang dimahkotai oleh sisa-sisa sepals, memiliki bau aromatik. Ketumbar memiliki rasa yang berkarakteristik dan pedas.[2]

Baca juga:  Bahan Pengganti Mirin yang Halal, Yuk Cobain!
Tanaman daun ketumbar (sumber: kelloggarden.com)

Tanaman daun ketumbar (sumber: kelloggarden.com)

Kandungan Kimia Ketumbar

Ketumbar mengandung komponen aktif yaitu vitamin, rasa, peptida, mineral, asam lemak, polyunsaturated fatty acids, antioksidan, enzim dan sel hidup (Cristian D et al., 2013). Kandungan kimia terbesar dari Ketumbar yaitu 1,8% minyak atsiri. Penyulingan minyak mengandung 65-70% dari linalool (coriandrol), yang tergantung pada sumbernya. Kandungan lainnya yaitu Monoterpene hidrokarbon α-pinene, β-pinene, limonene, γ-terpinene, ρ-lymene, borneol, citron wllol, Xmphoe, Geraniol dan Geranylacetate; Hetero-cyclic compounds –pyrazine, pyridine, thiazole, furan, tetrahydrofuran derivatives; Isocoumacin (coriandrin), dihyrocoriandrin, coriandrones A-E, glazonoids; Phthalides-neochidilide, Z-digustilide; Phenolic acids, sterols, dan flavonoid.

Cara Menanam Daun Ketumbar

  1. Ketumbar dapat diperbanyak lewat bijinya. Pilih biji ketumbar yang cukup umur dan sehat. Untuk mengetahuinya, Anda bisa merendam biji ketumbar dalam air hangat sekitar 2-12 jam. Biji yang tenggelam adalah biji yang bagus untuk ditanam.
  2. Siapkan wadah seperti botol bekas dengan kedalaman 1-2 cm, lalu tabur biji ketumbar. Persemaian biji ketumbar dilakukan di tanah dengan kedalaman sekitar 1/4 inci (0,635 cm) dengan jarak 6-8 inci (15,24-20,32 cm) dalam barisan yang berjarak sekitar 30 cm antara satu dengan lainnya. Ketumbar butuh tanah yang lembap, jadi Anda harus rajin menyiraminya. Biji akan tumbuh dalam waktu 7-10 hari.
  3. Jika tanaman sudah tumbuh dengan tinggi sekitar 5 cm, Anda dapat memberinya pupuk nitrogen yang larut air. Apabila tanaman ketumbar sudah mulai kuat, Anda tak perlu menyiraminya terlalu banyak.
  4. Ketumbar tidak boleh tumbuh terlalu besar. Jika tingginya sudah mencapai sekitar 2-3 inci (5,08-7,62 cm), potong tanaman tersebut. Cabut tanaman yang lebih kecil supaya tumbuhnya tidak terlalu rapat. Biarkan tanaman yang sudah tumbuh lebih besar supaya terus tumbuh sampak jarak antar tanaman sekitar 8-10 inci (20,32-25,4 cm). Tanaman yang lebih kecil (yang sudah dicabut) dapat dipakai sebagai bumbu masakan.
Baca juga:  Franchise Rumahan untuk Ibu Rumah Tangga, Modal Rp1 Juta Sudah Bisa Punya Usaha!

Tanaman daun ketumbar bisa dipanen ketika batang tanaman sudah mencapai tinggi antara 4-6 inci (10,16-15,24 cm). Tanaman yang segar dapat dipakai untuk memasak. Setelah Anda memanen daun ketumbar, tanaman ini bisa terus tumbuh setidaknya sampai dua atau tiga siklus lagi. Bila tanaman sudah berbunga, Anda dapat memanen biji ketumbar. Selain itu, Anda juga bisa membiarkan biji ketumbar jatuh ke tanah secara alami dan tanaman itu akan tumbuh lagi di siklus berikutnya. Mudah kan?

[1]Pahrurrozi, dkk. 2021. Penggunaan Daun Ketumbar(Coriandrum sativum L.)sebagaiPenjernih Air di Desa MekaPraya Tengah. RengganisJurnal Pengabdian Masyarakat. 1(1): 14-18.

[2] Rahman, CP. 2017. Pengaruh Pemberian Minyak Atsiri Biji Ketumbar (Coriandum sativum) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans (Penelitian Secara In Vitro) [Skripsi]. Malang (ID): Universitas Muhammadiyah Malang.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*