Apakah Bahaya dan Manfaat Panthenol Untuk Kulit Wajah?

Ilustrasi: krim skincare perawatan wajah (sumber: sociolla) Ilustrasi: krim skincare perawatan wajah (sumber: sociolla)

Jika Anda perhatikan baik-baik komposisi produk skincare yang biasa Anda gunakan, beberapa dari Anda mungkin akan menemukan kandungan panthenol di dalamnya. Bahan satu ini memang kerap digunakan untuk melembapkan kulit. Jadi, apa saja bahaya dan manfaat panthenol untuk wajah? Amankah penggunaan panthenol dalam jangka panjang?

Untuk diketahui, panthenol sendiri adalah senyawa kimia yang merupakan bagian dalam vitamin B kompleks. Vitamin B kompleks terdiri atas vitamin B1, B2, B3 (Niacin), B5 (D-Panthenol), dan B6 (pyridoxal, pyridoxamine, dll.), B12, folic acid, nicotylamide, dan lain-lain. Kekurangan pantothenic acid, misalnya, menyebabkan rambut menjadi kelabu. Pemberian pantothenic acid secara topikal dapat mencegah atau menyembuhkan keputihan rambut serta kerontokan rambut dan penyakit-penyakit kulit kepala lainnya.[1]

Panthenol yang merupakan turunan dari asam pantotenat atau vitamin B5 ini secara alami dapat ditemukan di sejumlah jenis makanan, seperti daging-dagingan, susu, telur, avokad, dan juga nasi merah. Selain itu, panthenol pun kerap ditemukan dalam produk perawatan kulit, kosmetik, produk perawatan rambut dan kuku, serta suplemen.

Baca juga:  Macam-Macam Pelembap Wajah La Tulipe Sesuai Jenis Kulit

Pada kemasan produk, panthenol biasanya disebut dengan beberapa nama lain, seperti dexpanthenol, D-pantotenil alcohol, butanamide, alcohol analog of pantothenic acid, atau provitamin B-5. Dilansir dari Alodokter, berikut ini sederet manfaat dari panthenol untuk kulit wajah dan bagian tubuh lainnya.

Manfaat Panthenol

  • Melembapkan kulit. Skincare yang mengandung panthenol biasanya dapat membuat kulit jadi lebih lembap dan halus, sekaligus meningkatkan elastisitas kulit. Di samping itu, zat ini diklaim dapat melindungi skin barrier dari kerusakan akibat paparan zat kimia, polusi, dan juga sinar UV. Produk perawatan kulit yang mengandung panthenol antara lain, pelembap (moisturizer), sunscreen, toner, krim mata, serum, essence, lotion, make-up remover, hingga sabun.
  • Mengatasi iritasi kulit. Panthenol juga diketahui mempunyai efek anti-peradangan yang dapat meredakan kemerahan atau iritasi pada kulit. Di samping itu, bahan ini dipercaya dapat membantu penyembuhan luka dan mengurangi gejala eksim.
  • Menjaga rambut supaya tetap sehat dan berkilau. Produk perawatan rambut seperti sampo, kondisioner, serum rambut, atau gel rambut yang mengandung panthenol disebut-sebut dapat membantu rambut Anda terlihat berkilau, lembut, dan lebih kuat. Produk perawatan rambut yang mengandung panthenol pun kabarnya bisa melindungi rambut dari kerusakan akibat proses pemanasan ketika styling.
  • Mencegah kerusakan kuku. Produk perawatan kuku atau krim tangan yang mengandung panthenol pun bisa membantu kuku tetap terhidrasi dan mencegah kerusakan kuku. Selain itu, dengan pemakaian teratur dapat membuat kuku lebih mengilap dan kuat.
Baca juga:  Tingkat Pengangguran Ternyata Berkorelasi dengan Penyakit Kanker dan Angka Kematian

Bahaya & Efek Samping Panthenol

Dilansir dari SehatQ, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) dan The European Commission on Cosmetic Ingredients telah menyetujui penggunaanpanthenol dalam produk-produk kosmetik atau perawatan kulit. The National Institutes of Health (NIH) pun mengklasifikasikan panthenol sebagai senyawa kimia yang mungkin aman apabila digunakan secara topikal atau semprotan hidung. Pasalnya, belum ada bukti yang cukup untuk mendukung keamanannya ketika digunakan pada kulit, rambut, atau kuku.

FDA juga menyatakan bahwa pemakaian panthenol dalam produk makanan atau suplemen tergolong aman. Tetapi, beberapa orang mungkin mengalami efek samping seperti dermatitis kontak atau gangguan pencernaan. Oleh sebab itu, untuk meminimalisir efek samping yang berbahaya sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan produk-produk yang mengandung panthenol.

Baca juga:  Mudah, Begini Cara Pakai Toner yang Benar

Sebagian besar penelitian mengungkapkan bahwa konsentrasi atau dosis panthenol yang dinilai aman dan minim efek samping adalah di bawah 5%. Hal tersebut berlaku untuk produk perawatan kulit, rambut, dan kuku.

Untuk mencegah atau meminimalkan efek samping, Anda pun dapat melakukan uji tempel atau skin patch test terlebih dahulu. Caranya, oleskan sedikit produk yang mengandung panthenol di lengan, lalu tunggu hingga 48 jam. Apabila tidak terjadi efek samping yang mengganggu, Anda bisa menggunakan skincare yang mengandung panthenol tersebut di kulit wajah Anda. Namun sebaliknya, bila muncul gejala tertentu karena reaksi alergi seperti kemerahan, gatal, atau bengkak, sebaiknya hentikan pemakaian.

[1]Tranggono, RI & Fatma L. 2013. Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, hlm 119.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*