Amankah Bayi Tidur Seranjang dengan Orang Tua?
Memiliki bayi tentu membuat para orang tua senang, terutama pasangan yang baru saja menikah. Saking senangnya, tak jarang mereka tidur sekamar, bahkan seranjang dengan bayi. Meskipun demikian, banyak pertanyaan mengenai keamanan bayi, salah satunya, amankah orang tua tidur sekamar dan seranjang dengan bayi?
Bahaya Tidur dengan Bayi
Menanggapi pertanyaan tersebut, tentu kita perlu menelaah dengan baik. Jika bayi tidur sekamar dengan orang tua, ini tentu adalah hal yang bagus. Ini akan mempermudah orang tua dalam mengurus bayi, seperti menyusui bayi ketika menangis, mengganti popoknya, atau ketika bayi menangis di malam hari. Bayi yang tidur sekamar dengan orang tua juga akan merasa lebih aman. Hal ini karena bayi merasa terus ditemani dan diawasi setiap saat.
Meskipun begitu, tak sedikit orang tua yang meletakkan bayi di ranjang yang sama. Dilansir dari WebMD, memang baik meletakkan bayi sekamar bersama orang tuanya, tetapi tidak jika seranjang. Bayi harus ditidurkan di dalam boxnya sendiri, dan sebaiknya tidak ditidurkan bersama orang tuanya.
Box bayi sendiri umumnya telah dirancang untuk membuat mereka merasa nyaman dan aman ketika tidur. Selain untuk menjaga keamanan bayi, tempat tidur bayi juga dirancang untuk membatasi gerakan bayi yang dapat membahayakan tubuhnya.
Alasan bayi tidak bisa tidur satu ranjang dengan orang tuanya, karena untuk mencegah terjadinya kecelakaan tanpa disengaja. Tidak sedikit orang yang tidur dengan keadaan terlentang, sehingga tangannya menindih tubuh bayi yang masih ringkih. Kasus kecelakaan kecil tersebut tentu akan berdampak besar bagi bayi.[1]
Bayi tidak hanya akan mengalami kesakitan di tubuhnya, tetapi juga bisa mengalami cacat hingga kematian. Sudah banyak kasus kematian yang menimpa bayi akibat tindakan ceroboh orang tua seperti itu. Memindahkan bayi yang tidur bersama orang tua ke dalam box bayi dapat mencegah bayi mati mendadak.
Dalam hal ini, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar orang tua berbagi kamar dengan bayi hingga bayi berusia 6 bulan, dan idealnya menjadi 1 tahun. AAP juga menyarankan agar tidak berbagi tempat tidur, meskipun orang tua mungkin mendapatkan berbagai saran tentang berbagi tempat tidur dari beberapa orang terdekatnya.
Ada banyak alasan mengapa orang tua memilih tidur satu ranjang dengan bayi mereka, seperti faktor budaya, mempermudah ketika mereka menyusui, ingin selalu dekat dengan bayi, dan rasa takut kehilangan. Namun, alasan seperti itu justru akan menambah masalah. Mereka yang belum sadar akan bahaya meletakkan bayi di ranjang yang sama, perlu diberi masukan yang tepat.
Selain itu, bayi memiliki tulang yang masih renta, sedangkan tekstur kasur bayi dan orang dewasa sangat berbeda. Bayi harus ditidurkan di kasur yang memiliki tekstur sedikit keras dan datar, tidak seperti kasur orang dewasa yang cenderung berbusa dan bergelombang. Tekstur kasur yang terlalu empuk dan bergelombang dapat membuat pertumbuhan dan bentuk tulang bayi tidak sempurna. Apalagi pada bagian tulang kepala, perlu diberi papan khusus agar bentuk tulang kepala bayi normal.
Kebanyakan bayi yang ditidurkan di kasur yang empuk dan terbuat dari busa yang lentur, biasanya memiliki benjolan di bagian tulang kepala, atau memiliki bentuk tulang kepala yang bergelombang. Tentunya ini akan membuat penampilan mereka menjadi terlihat aneh ketika mereka tumbuh dewasa.
Bahaya lainnya, jika bayi diletakkan di ranjang yang sama dengan orang tuanya, yaitu masalah kebersihan. Perlu Anda ketahui, kebanyakan kasur orang dewasa biasanya tidak sering dicuci atau dijemur. Debu yang menempel pada bagian bawah atau bagian dalam kasur tentunya tidak baik bagi bayi. Ini dapat menimbulkan masalah kesehatan, seperti gangguan pernapasan dan alergi.
ISPA juga sering dialami jika bayi sering diletakkan di kasur yang kurang terawat, apalagi jika kasur tersebut terbuat dari kapuk. Kasur yang terbuat dari kapuk atau kapas harus sering dijemur. Jika tidak, akan banyak debu dan bakteri yang menempel. Belum lagi kutu kasur yang sering berada di dalam kapuk.
Untuk itu, penting bagi Anda menyediakan tempat khusus untuk bayi. Pilihlah box bayi dengan matras yang sesuai dan dilengkapi dengan papan pelindung khusus. Ini akan membuat bayi Anda nyaman dan tidak mudah rewel.
[1] Meliana, Fenny dkk. 2015. Perancangan Tempat Tidur Multifungsi untuk Anak. Jurnal INTRA Program Studi Interior Universitas Kristen Petra Surabaya, Vol. 3(2): 334-338.



Leave a comment