Rekomendasi Ampuh, Bahan untuk Memudarkan Bekas Jerawat

Ilustrasi: bekas jerawat di wajah Ilustrasi: bekas jerawat di wajah

Jerawat merupakan permasalahan pelik yang hampir diderita semua orang. Setelah jerawat tersebut kempes, biasanya meninggalkan bekas yang cukup lama hilangnya. Sementara ada banyak obat penghilang bekas jerawat di luar sana, para dermatologis malah menyarankan menggunakan bahan-bahan khusus yang ampuh memudarkan bekas jerawat.

Penyebab Bekas Jerawat

Jerawat merupakan kelainan kulit yang sudah dikenal secara luas dan sering timbul di kulit wajah. Jerawat seperti ini seringkali dikeluhkan oleh remaja dengan usia 17 tahun hingga 25 tahun atau bagi remaja yang beranjak dewasa dan masa pubertas.[1] Jerawat memang cepat sembuh, biasanya tidak lebih dari 7 hari.

Meskipun dapat disembuhkan dalam waktu yang cepat, namun tidak dengan bekasnya. Bekas jerawat yang berwarna merah atau kehitaman biasanya baru benar-benar hilang dalam waktu 2 minggu hingga 1 bulan. Selama itu pula, tak jarang ada jerawat baru yang muncul. Sehingga, tak sedikit yang sering kesal karena merasa jerawat tidak sembuh-sembuh.

Dilansir dari HuffPost, bekas jerawat tersebut dihasilkan dari proses penyembuhan kulit akibat luka karena jerawat. Warna kehitaman yang muncul akibat jerawat disebabkan oleh hiperpigmentasi pada kulit wajah. Karena hiperpigmentasi yang terjadi itulah, bekas jerawat tidak mampu dihilangkan dalam waktu yang cepat.

Baca juga:  Apakah Aspirin Bisa Menjadi Obat Kanker Payudara?
Ilustrasi: perawatan bekas jerawat (sumber: pinterest)

Ilustrasi: perawatan bekas jerawat (sumber: pinterest)

Cara praktis untuk menghilangkan atau memudarkan bekas jerawat bisa dilakukan dengan mempercepat proses penyembuhan dan regenerasi kulit wajah. Nah, agar kulit wajah cepat beregenerasi, Anda memerlukan booster dengan jenis obat jerawat, skincare, atau bahan kosmetik lainnya.

Bahan Ampuh Penghilang Bekas Jerawat

Menurut dokter kulit bernama Dr. Suzanne Friedler dari New York, bekas jerawat yang tak kunjung sembuh dan mengundang jerawat lain, dapat diobati dengan cara oral. Secara oral, Anda bisa mengobati jerawat menggunakan obat antibiotik yang diberi oleh dokter. Cara ini terbilang ampuh bagi Anda yang memiliki jerawat berlebih dan berukuran besar.

Antibiotik akan menghambat proses penyebaran jerawat dan membantu mempercepat regenerasi sel kulit wajah, sehingga selain tidak ada jerawat baru yang muncul, bekas jerawat juga akan pudar dan hilang dalam waktu yang singkat. Namun, obat jerawat yang diminum seperti ini tidak bisa didapatkan sembarangan, Anda perlu berkonsultasi dulu dengan dokter kulit.

Bahan menarik lainnya yang bisa Anda jadikan sebagai obat jerawat sekaligus penghilang bekas jerawat, yaitu retinol atau retinoid. Ini termasuk salah satu bahan obat topikal yang dipakai dengan cara dioles ke kulit yang bermasalah. Retinol atau retinoid memang sangat bagus di kulit, namun tidak bagi Anda yang memiliki kulit sensitif atau alergi.

Baca juga:  Rekomendasi Produk Essence yang Bagus dan Cocok untuk Kulit Kombinasi

Sebagai gantinya, Anda bisa memakai asam glikolat yang fungsinya hampir sama dengan retinoid. Asam glikolat dan retinoid memiliki fungsi sebagai eksfoliator yang mampu memudarkan bekas jerawat dengan cara mempercepat regenerasi sel kulit. Kedua bahan tersebut akan bekerja dengan cara membersihkan sel-sel kulit mati sekaligus mengelupas kulit wajah Anda yang paling luar.

Ilustrasi: gangguan jerawat di wajah (sumber: allure.com)

Ilustrasi: gangguan jerawat di wajah (sumber: allure.com)

Setelah permukaan kulit wajah Anda mengelupas, kulit wajah yang baru akan muncul dan berkembang. Sehingga, sel kulit wajah yang tadinya mengalami hiperpigmentasi, akan lebih cerah dan tidak berjerawat. Penggunaan asam glikolat atau retinoid sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit wajah Anda.

Jika bekas jerawat pada kulit tampak ringan, sebaiknya Anda menggunakan dua bahan tersebut dengan dosis kecil. Dosis yang besar akan lebih cocok dan bermanfaat jika dipakai oleh orang yang memiliki bekas jerawat dan jerawat berlebihan. Perlu Anda ketahui juga, sebaiknya Anda menggunakan bahan tersebut di malam hari untuk mempercepat kinerja bahan dalam membangunkan sel-sel kulit yang baru.

Baca juga:  Review Oxy Anti Pimple Mark Gel Obat Penghilang Bekas Jerawat

Selain dua bahan tersebut, Anda juga bisa menggunakan asam kojic. Asam kojic sendiri adalah salah satu bahan yang termasuk dalam kategori whitening agent atau pemutih kulit. Bekas jerawat yang mengalami hiperpigmentasi dapat dihilangkan dengan mengoleskan krim atau skincare berbahan asam kojic.

Asam kojic memudarkan bekas jerawat di kulit Anda dengan cara mencerahkan kulit Anda. Sehingga, selain bekas jerawat hilang, kulit wajah juga akan lebih cerah. Jika Anda kebingungan mencari asam kojic, Anda bisa menggantinya dengan serum vitamin C. Vitamin C juga memiliki fungsi yang sama pada bekas jerawat karena memiliki whitening agent.

Sebelum mencoba semua cara di atas, pilihlah bahan yang sekiranya cocok di kulit Anda. Perlu diingat pula, hasil penggunaan setiap bahan tersebut bisa berbeda-beda pada masing-masing individu, dipengaruhi oleh kondisi kesehatan kulit masing-masing.

[1] Fransisca, Devi Dwi. 2017. Pemanfaatan Masker Tepung Kentang Sebagai Masker untuk Perawatan Kulit Wajah Bekas Jerawat (Skripsi). Program Studi Pendidikan Tata Rias dan Kecantikan Jurusan Tata Rias dan Kecantikan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan Universitas Negeri Padang.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*