Apakah Vometa FT Aman untuk Ibu Menyusui?
Baru memiliki momongan adalah salah satu kesibukan tersendiri bagi kaum wanita, apalagi jika mereka tidak memiliki ASI yang cukup untuk buah hatinya. Nah, salah satu cara yang kerap dilakukan para ibu untuk melancarkan ASI adalah dengan mengonsumsi Vometa FT atau domperidone. Namun, apakah produk ini aman?
Indikasi Vometa FT untuk Ibu Menyusui
Vometa FT adalah obat yang mengandung bahan aktif berupa domperidone 10 mg. Domperidone sendiri adalah antagonis reseptor dopamin D2. Secara umum, domperidone telah lama dipakai untuk prokinetik dan antiemetik. Secara klinis, domperidone digunakan sebagai bahan terapi penyakit refluks gastroesofageal, diabetik gastroparesis, dispepsia kronis, dan kadang direkomendasikan untuk merangsang laktasi post partum.
Selain domperidone, ada beberapa obat yang bisa memberikan efek melancarkan ASI dan memperbanyak produksi ASI, di antaranya metoclopramide, chlorpromazine, sulpiride, hormon oksitosin, dan hormon pertumbuhan. Untuk sementara ini, domperidone adalah obat yang paling direkomendasikan dokter untuk mengatasi kekurangan ASI pada masa menyusui.
Menurut penelitian, domperidone telah terbukti efektif untuk meningkatkan produksi ASI tanpa adanya efek samping pada bayi dan ibu menyusui. Selain itu, berdasarkan literatur, domperidone sebagai galactogogue telah banyak dipakai di berbagai negara, meskipun sebagai off label, seperti Australia, Belanda, Belgia, Inggris, Irlandia, Italia, Jepang, dan Kanada.[1]
Karena alasan di atas, tak heran banyak ibu menyusui yang memilih Vometa FT sebagai obat untuk melancarkan ASI. Vometa FT juga terbilang aman dipakai dan sejauh ini belum ditemukan efek samping. Efek samping pemakaian Vometa FT bisa muncul jika Anda memiliki alergi terhadap domperidone.
Selain baik dipakai oleh ibu yang sedang menyusui, Vometa FT juga memiliki indikasi untuk menghilangkan mual dan meredakan muntah, terutama yang disebabkan oleh stokastik. Cara kerja obat ini, yaitu menghambat aksi dopamin pada reseptornya dalam CTZ (Chemoreceptor Trigger Zone) yang berada di bagian luar sawar darah otak yang meregulasi rasa mual dan muntah. Vometa FT juga bisa dijadikan sebagai obat untuk meredakan rasa mual dan muntah akibat penggunaan alat kontrasepsi hormonal darurat.
Dosis Vometa FT untuk Ibu Menyusui
Meskipun terbilang obat yang aman bagi ibu dan bayinya, untuk mendapatkan khasiat Vometa FT, Anda harus mengonsumsinya sesuai dengan dosis. Obat ini tidak bisa dikonsumsi secara sembarangan dan harus sesuai dengan resep dokter. Ini karena obat termasuk golongan keras dan tidak dijual bebas di apotek.
Secara umum, Vometa FT bisa dikonsumsi sebanyak satu tablet setiap hari untuk melancarkan ASI. Sementara itu, untuk masalah dispepsia atau gangguan pencernaan fungsional seperti muntah dan mual, orang dewasa bisa mengonsumsi Vometa FT sebanyak 3 kali dalam sehari dengan dosis maksimal 30 mg per hari.
Vometa FT juga boleh dikonsumsi anak-anak yang berusia di bawah 12 tahun dengan berat badan maksimal 35 kg. Dosis untuk anak-anak tersebut adalah 0,25 mg per kg berat badan dan dikonsumsi sebanyak 3 kali sehari. Untuk dosis maksimalnya, yakni 0,75 mg per kg berat badan per hari. Jika anak tersebut sudah berusia di atas 12 tahun dengan berat badan di atas 35 kg, maka dosisnya sama dengan dosis orang dewasa.
Bagi ibu yang menyusui, sebaiknya Anda perlu mengikuti anjuran dokter. Ini karena belum tentu Anda mendapatkan dosis sesuai dengan dosis secara umum. Setiap ibu menyusui memiliki kebutuhan domperidone yang berbeda tergantung kondisi kelancaran dan produksi ASI mereka.
Untuk mengonsumsi Vometa FT, sebaiknya 30 menit atau satu jam sebelum makan. Sehingga, efek kerja obat dapat maksimal. Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis obat dengan dosis obat berikutnya.
Pengobatan atau terapi menggunakan Vometa FT biasanya berlangsung dalam jangka pendek, tidak lebih dari dua minggu. Jika setelah lewat dari satu minggu Anda masih merasakan gejala mual, muntah, atau ASI yang belum lancar, sebaiknya hentikan penggunaan obat ini. Konsultasikan kembali permasalahan Anda kepada dokter, sehingga dokter bisa membantu masalah Anda dengan cara mengganti obat yang lebih efektif untuk penyakit Anda.
Selain mengetahui cara mengonsumsi Vometa FT, Anda juga perlu mengetahui cara menyimpannya agar obat tidak rusak atau berubah komposisinya. Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan dan jauh dari cahaya langsung. Selain itu, hindari tempat yang lembap sebagai tempat penyimpanan obat. Jika Anda masih bingung, Anda bisa menanyakannya pada apoteker.
[1] William, Vincencius & Michael Carrey. 2016. Domperidone untuk Meningkatkan Produksi Air Susu Ibu (ASI). IAI Continuing Professional Development CDK-238, Vol. 43(3): 255-228.



Leave a comment