Tren Skin Fasting, Kenali Caranya untuk Mendapatkan Manfaatnya
Apa yang Anda lakukan untuk membuat kulit wajah sehat dan glowing? Pastinya menggunakan produk skincare. Namun, tahukah Anda bahwa dengan mengurangi penggunaan skincare dan menjedanya selama beberapa hari, juga bisa mewujudkan keinginan itu? Jika belum, kenali skin fasting yang saat ini sedang tren di kalangan remaja millenial.
Seiring berkembangnya zaman, wanita tidak hanya dituntut bisa bekerja, tetapi juga berpenampilan menarik. Untuk memenuhi tuntutan terkait fisik, mau tak mau kaum Hawa harus melakukan perawatan menggunakan berbagai macam produk skincare.[1] Sayangnya, penggunaan skincare secara berlebihan ternyata tidak baik, apalagi saat ini banyak produk skincare yang membuat candu di kulit.
Candu skincare yang terjadi pada kulit biasanya ditandai dengan berkurangnya efek positif produk. Selain itu, tanda jika skincare membuat candu, jika Anda berhenti memakai produk, kulit akan kembali ke asal dengan keadaan yang lebih buruk. Untuk mencegah hal buruk terjadi selama penggunaan skincare, Anda bisa menerapkan skin fasting.
Apa itu Skin Fasting?
Dilansir dari allure, skin fasting adalah menjeda penggunaan produk perawatan kulit selama 2 hingga 3 hari. Selama itu, Anda tidak perlu menggunakan berbagai macam jenis skincare, seperti serum, essence, masker, krim, dan lainnya. Anda juga tidak dianjurkan menggunakan kosmetik.
Skin fasting sendiri sebenarnya sudah diterapkan dari zaman dulu oleh wanita Jepang. Mereka selalu melakukan skin fasting untuk mereset kulit setiap minggu atau bulan. Cara tersebut tampaknya dinilai baik untuk kesehatan dan kecantikan kulit. Karena itu pula, skin fasting menjadi populer di kalangan remaja masa kini.
“Kulit wajah secara berkala akan mengalami homeostasis alami,” kata Deanne Robinson, seorang dokter di Westport. “Teorinya adalah, ketika kita menggunakan produk perawatan kulit, kulit akan terlatih untuk mengalami homeostasis secara tidak alami. Sementara itu, dengan menjeda skincare selama beberapa hari, kulit bisa melakukan siklus untuk mengatur dirinya sendiri secara alami.”
Sebagai contoh, mengoleskan pelembap atau minyak wajah dapat memberi sinyal ke sel-sel kulit kita bahwa ia tidak perlu menghasilkan sebum alami karena kita sudah menutupi kulit dengan minyak yang setara dengan sebum. Atau, dalam menggunakan exfoliants seperti retinol, alpha hydroxy acids (AHA), dan beta hydroxy acids (BHA), secara kimiawi mendorong peningkatan pergantian sel kulit, alias mempercepat laju pembaruan kulit kita.
Dengan melakukan skin fasting, maka kulit tidak akan kehilangan sifat alaminya. Dengan kata lain, meninggalkan penggunaan skin care selama beberapa hari, akan membantu kulit kembali ke kondisi semula, ketika kulit harus melakukan proses perbaikan diri dan segala kegiatannya sendiri tanpa harus dibantu dengan skincare. Cara ini juga diklaim mampu meningkatkan cara kerja dan fungsi kulit Anda secara alami. Sehingga, daya tahan kulit juga akan meningkat.
Apa Manfaat Skin Fasting?
Penggunaan skincare routine dengan kandungan bahan aktif biasanya dapat menyebabkan kekeringan dan iritasi dari waktu ke waktu. Memang, pada awal penggunaan produk, Anda merasakan manfaatnya dengan baik. Namun, setelah berlangsung lama, Anda mulai merasakan efek sampingnya. Sayangnya, banyak orang yang tidak terlalu paham, sehingga mereka sering menyalahkan produk.
Kebanyakan jenis produk yang memiliki sifat seperti di atas adalah skincare dengan bahan alkohol, retinol, AHA, dan BHA, dan vitamin C. Memang, produk tersebut dinilai baik, apalagi bagi Anda yang ingin mendapatkan kulit cerah dan putih. Meskipun begitu, saatnya Anda mempertimbangkan untuk melakukan skin fasting.
Skin fasting akan membantu kulit kembali ke keadaan semula, ketika kulit belum tersentuh skincare. Sehingga, kulit yang mulai kering akibat produk perawatan, akan lembap kembali dengan sendirinya. Selain itu, skin fasting ini juga dikatakan bermanfaat untuk mengurangi gejala iritasi.
Bagi Anda yang sudah lama menggunakan skincare, dan secara tiba-tiba mengalami gejala iritasi, bisa jadi ini karena kulit sudah merasa jenuh terhadap kandungan produk. Untuk mengatasinya, kulit harus istirahat dan tidak menggunakan skincare apa pun hingga iritasi mereda.
Meskipun Anda tidak menggunakan skincare, Anda tetap dianjurkan untuk menggunakan tabir surya. Produk ini sangat penting untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari dan menjaga kesehatan kulit. Perlu Anda ketahui juga, hasil skin fasting pada setiap orang berbeda-beda, tergantung dari kondisi kulit masing-masing.
[1] Prahmadhani, Dian Tirta. 2007. Persepsi Wanita Dewasa Dini Pengguna Produk Skincare tentang Kecantikan (Skripsi). Program Studi Psikologi Jurusan Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.



Leave a comment