Seperti Apa Bahaya Asap Vape untuk Bayi dan Ibu Hamil?
Kehadiran rokok elektrik atau vape yang sudah semakin beraneka ragam bentuk dan rupanya memang semakin menarik para perokok untuk mulai beralih dari rokok tembakau biasa ke vape yang katanya lebih sehat dan minim risiko. Bahkan vape kabarnya juga bebas nikotin dan dapat membantu para perokok berat untuk mulai mengurangi kebiasaan rokoknya. Namun, apakah vape memang benar-benar tidak berbahaya?
Hingga sekarang memang masih belum ada peraturan yang mengatur tentang rokok elektrik. Oleh sebab itu, banyak perangkat vape yang dijual dengan kandungan nikotin cair yang dosisnya bahkan jauh lebih tinggi dari nikotin yang terkandung dalam rokok biasa. Padahal seperti yang sudah sering Anda dengar, nikotin memiliki dampak yang buruk untuk kesehatan, terutama bagi bayi dan ibu hamil.
Ibu hamil sebaiknya tidak merokok, tidak pula mengonsumsi minuman keras. Nikotin dapat menggugurkan kandungan, selain pertumbuhan bayi yang dikandung lebih kecil dari normal. Kendati tidak merokok, hindari ruangan berasap rokok. Perokok pasif menerima akibat yang sama buruknya dengan perokok sejati.[1]
Vape atau rokok elektrik ternyata sama-sama bahayanya dengan rokok tembakau. Terlebih karena beberapa e-juice atau liquid vape kini sudah banyak yang diberi tambahan nikotin, sama halnya dengan rokok biasa.
Dilansir dari Doktersehat, menurut penelitian yang dipimpin oleh Amanda Dickinson dari Virginia Commonwealth University (VCU), uap vape ternyata berbahaya untuk janin dalam kandungan. Riset tersebut menggunakan katak sebagai subjek penelitian yang dianggap mempunyai embrio serupa dengan manusia. Dickinson dan timnya menemukan bahwa embrio katak yang terpapar oleh uap vape mengalami kecacatan. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa kondisi serupa bisa saja dialami oleh janin yang ibunya sering terpapar uap vape.
Peneliti lain, Rene Olivares-Navarette menuturkan bahwa sel-sel pada rahim dapat mengalami cacat lahir kraniofasial berupa kecacatan pada beberapa jaringan seperti tulang, tulang rawan, gigi, kulit, atau bahkan kelenjar bila ibu hamil sering terpapar uap vape ketika hal. Pasalnya, uap vape mengandung beberapa zat kimia seperti nikotin, gliserin sayuran, propylene glycol, dan sejumlah senyawa lain yang dipanaskan ketika vape digunakan.
Beberapa penelitian juga menunjukkan, saat cairan vape dipanaskan pada tegangan tinggi dapat menghasilkan sejumlah bahan kimia, salah satunya formaldehyde, yakni zat pemicu kanker. Berikut ini sejumlah risiko yang mungkin dialami oleh ibu dan bayi apabila terkena paparan asap vape.
Risiko Vape untuk Bayi dan Ibu Hamil
- Keguguran
- Kehamilan ektopik
- Bayi lahir meninggal
- Persalinan prematur
- Cacat bawaan, termasuk pada organ paru-paru dan otak
- Kebutuhan perawatan intensif karena bayi memiliki berat lahir rendah.
- Kematian mendadak (Sudden Infant Death Syndrome/SIDS)
- Merokok atau vaping ketika hamil pun berpotensi meningkatkan risiko anak kelak menderita asma, kolik, serta mempunyai masalah kesehatan mental seperti Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).
Tak hanya untuk para vapers aktif saja, vape pun disebut-sebut berbahaya bagi mereka perokok pasif. Jadi jika suami atau anggota keluarga Anda ada yang menggunakan vape, Anda bisa saja merasakan segala dampak negatifnya. Oleh sebab itu, sebaiknya hindari segala asap rokok atau vape di sekitar Anda. Jika terpaksa berhadapan dengan seorang perokok, maka usahakan untuk berbincang atau berinteraksi di ruangan terbuka.
“Walaupun disebut-sebut memiliki kandungan yang jauh lebih aman daripada sebatang rokok, namun tetap saja cairan atau liquid yang dipergunakan untuk menghasilkan uap vape mengandung zat berbahaya, yaitu nikotin. Nikotin ini jika terhirup dapat masuk kedalam tubuh yang tentunya dapat menimbulkan bahaya bagi orang yang menghirupnya apalagi pada ibu hamil dan janin yang dikandung,” kata dr. Lia Nur Amalina, seperti dilansir dari Alodokter.
Meskipun bahaya asap vape pada ibu hamil masih belum sepenuhnya diketahui, kandungan nikotin dalam vape bisa jadi ancaman utama untuk kesehatan Anda dan janin. Seperti yang telah dituturkan sebelumnya, ibu hamil yang sering menghirup asap vape berisiko mengalami gangguan pernapasan, serta memicu penyakit jantung, kanker paru-paru, sampai stroke.
[1] Nadesul, H. 2009. Kiat Sehat Pranikah. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.



Leave a comment