Sulit Cari Heavy Cream? Jangan Menyerah, Ini Sederet Bahan Alternatif Pengganti Heavy Cream
Heavy cream dan whipping cream adalah dua jenis bahan yang kerap dipakai untuk membuat aneka masakan, terutama dessert atau jenis makanan manis. Kedua jenis krim cair yang merupakan dairy product ini sebenarnya memiliki beberapa perbedaan, meski sedikit. Oleh sebab itu, beberapa orang sering memanfaatkan whipped cream sebagai pengganti heavy cream.
Krim kental (thick cream/heavy cream), merupakan produk olahan susu dengan kadar lemak tinggi sekitar 30%-40%. Berwarna putih kekuningan dijual dalam kemasan kotak tetra pak. Bila kesulitan mendapatkannya dapat diganti dengan whipping cream/krim kocok.[1]
Pada dasarnya, ada beberapa perbedaan antara heavy cream dan whipping cream. Perbedaan utama dari segi kandungan lemak. Whipping cream mengandung sekitar 35% lemak dan kandungan lemak dalam heavy cream lebih banyak, mencapai 38% lemak. Kandungan lemak yang tinggi pada krim kental tersebut membuatnya lebih mudah untuk dikocok sampai mengembang.
Perbedaan berikutnya adalah dari segi tekstur. Meskipun sama-sama bisa dikocok sampai mengembang, ternyata whipped cream dari whipping cream memiliki tekstur lebih lembut dan ringan, sehingga cocok diletakkan di atas hidangan penutup seperti salad. Sementara itu, heavy cream memiliki tekstur lebih padat atau “thick” sehingga lebih cocok diletakkan di atas cake atau bolu maupun isian pastry.Di pasaran Indonesia, mencari heavy cream pun cukup sulit. Tak heran jika kemudian harga heavy cream relatif lebih mahal dari harga whipping cream.
Penggunaan krim (baik single cream alias heavy cream maupun double cream alias thick cream) atau krim asam (sour cream) dalam resep sebaiknya diganti dengan bahan alternatif yang lebih sehat. Krim yang kaya lemak atau krim asam bisa ditukar dengan yoghurt tawar (plain yoghurt), yakni yoghurt tanpa tambahan bahan pemanis, pewarna, perasa, esens, dan bahan sintetis lainnya. Berikut ini sederet bahan alternatif pengganti heavy cream yang bisa Anda coba.
Bahan Pengganti Heavy Cream
Santan
Santan kelapa ternyata juga bisa Anda manfaatkan sebagai pengganti heavy cream. Caranya gampang, cukup diamkan santan dalam lemari es/kulkas selama semalam. Lalu, tuangkan bagian cairnya ke wadah lain. Sisa santan yang mengeras dan kental bisa Anda pakai sebagai pengganti heavy cream dengan dicampurkan dalam adonan kue, membuat es puter (es krim santan), atau dikocok untuk dijadikan topping.
Mentega dan Susu
Campurkan tiga perempat cangkir susu dan seperempat cangkir mentega tawar yang tidak dilelehkan untuk menghasilkan krim kental mirip heavy cream. Heavy cream mengandung lebih banyak lemak dibanding susu, oleh sebab itu kombinasi mentega dan susu bisa digunakan untuk pengganti heavy cream yang baik. Terlebih rasanya pun tak jauh berbeda jika dipakai untuk masakan yang dipanggang atau sebagai saus.
Yoghurt
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, yogurt tawar bisa Anda gunakan sebagai pengganti heavy cream. Yoghurt susu murni yang direkomendasikan untuk dijadikan pengganti krim kental adalah yang kandungan lemaknya sekitar 3,3 persen.
Susu Evaporasi
Susu evaporasi merupakan susu sapi segar yang 60% kadar airnya sudah dihilangkan. Susu evaporasi mempunyai tekstur yang lebih kental daripada susu biasa. Kandungan kalori dalam susu evaporasi pun lebih rendah, sekitar 338 kalori per cangkir, sedangkan kalori dalam heavy cream bisa mencapai 809 kalori per cangkir.
Susu dan Maizena
Mencampurkan susu dan maizena bisa menjadi cara paling mudah dan murah untuk menggantikan heavy cream. Jika ingin menggantikan 1 cup krim kental, Anda cukup menambahkan 2 sendok makan maizena dalam 1 cup susu. Aduk rata terlebih dahulu apabila ingin memakainya untuk memasak.
Greek Yoghurt dan Susu
Selain yoghurt biasa, Anda pun dapat memanfaatkan greek yoghurt di rumah. Greek yoghurt diketahui bisa menggantikan fungsi heavy cream. Caranya, cukup tambahkan susu untuk sedikit mengencerkan tekstur greek yoghurt yang sangat kental. Selain punya rasa yang nikmat, kandungan lemak greek yoghurt relatif rendah, sehingga bahan satu ini dinilai sebagai alternatif pengganti heavy cream yang lebih sehat.
[1] Nursaadah. 2007. Praline: Permen Cokelat Sejuta Rasa dan Tampilan. Intarina H, editor. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.



Leave a comment