Rawat Mitokondria untuk Mencegah Penuaan Dini

Ilustrasi: sel mitokondria (sumber: hewhope.com) Ilustrasi: sel mitokondria (sumber: hewhope.com)

Pelajaran SMP tentang sel-sel hewan dan manusia sangat penting, tidak hanya untuk keperluan ujian sekolah, tetapi juga untuk bahan penelitian dalam ilmu kecantikan. Mitokondria yang menjadi bagian paling penting pada sel tubuh manusia menjadi pemain utama dalam siklus penuaan. Bahkan, beberapa ahli mengatakan, jika Anda ingin awet muda dan mencegah proses penuaan dini, rawatlah mitokondria dalam sel tubuh Anda.

Mitokondria Kunci Penghambat Penuaan

Sebelumnya, Anda perlu mengetahui apa itu penuaan. Penuaan didefinisikan secara luas sebagai penurunan fungsional yang bergantung pada waktu dan memengaruhi makhluk hidup. Gejala penuaan dapat terjadi akibat kerusakan sel yang termasuk dalam proses biologis kompleks dan dipengaruhi kombinasi faktor endogen atau intrinsik, seperti genetika, metabolisme seluler, hormon, dan eksogen.[1]

Sementara itu, dilansir dari Harvard Health Publishing, mitokondria adalah bagian dari sel yang berfungsi mengubah nutrisi menjadi energi dan berpengaruh dalam kesehatan setiap sel, jaringan, serta organ tubuh. Ketika mitokondria bekerja normal, maka sel-sel di tubuh Anda mampu bekerja dengan baik dalam menyokong kinerja tubuh. Sebaliknya, jika mitokondria terganggu, lemah, dan rusak, maka sejumlah gangguan kesehatan bisa terjadi, termasuk sakit mata dan gangguan fungsi tubuh yang berpengaruh pada proses penuaan.

Baca juga:  Menghadapi Gejala Memasuki Masa Menopause

Masih dari sumber yang sama, sejumlah penelitian dalam beberapa tahun terakhir mengungkapkan bahwa mitokondria adalah kunci dari proses penuaan dan penyakit terkait usia. Sangat penting bagi Anda untuk memperhatikan kesehatan sel, terutama mitokondria untuk mencegah penyakit terkait usia sekaligus menjadi awet muda.

Ilustrasi: kulit sehat (unsplash: Aiony Haust)

Ilustrasi: kulit sehat (unsplash: Aiony Haust)

Beberapa studi juga mengungkapkan, keadaan mitokondria dalam sel sangat berpengaruh terhadap jumlah nutrisi yang masuk ke dalam sel. Mitokondria yang sehat dan normal akan menjaga nutrisi dalam sel tercukupi, sedangkan kondisi mitokondria yang buruk akan menyebabkan sel tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang cukup.

Semakin bertambahnya usia, mitokondria yang mengandung DNA akan rentan terhadap mutasi dan memiliki kemampuan terbatas untuk mencegah penyakit dan gejala penuaan. Penelitian tersebut menghasilkan spekulasi bahwa merawat, menjaga, dan meningkatkan kesehatan mitokondria, setidaknya dapat menghambat mutasi DNA dan mencegah gejala penuaan, serta penyakit rentan usia.

Baca juga:  5 Tips Diet Ketogenik ala Dewi Hughes yang Berhasil Turun 75 Kg

Mitokondria tidak hanya memiliki DNA, tetapi juga ribosom dan bisa membuat proteinnya sendiri. Dilansir dari avkimia.com, DNA mitokondria yang biasa dikenal mtDNA mengodekan protein yang terlibat dalam transfer elektron dan fosforilasi oksidatif yang terdiri dari respirasi seluler.

Perlu Anda ketahui, DNA mitokondria berbeda dengan DNA inti sel, karena tidak memiliki mekanisme perbaikan DNA yang membantu mencegah mutasi pada inti. Inilah yang menyebabkan mitokondria memiliki tingkat mutasi tinggi seiring bertambahnya usia.

Selain itu, mutasi mtDNA dapat terjadi karena faktor eksternal, seperti paparan sinar matahari berlebihan dan paparan oksigen reaktif selama proses fosforilasi. Inilah yang menyebabkan gejala penuaan dini seperti flek hitam dan kerutan bisa muncul ke permukaan kulit yang sering terpapar sinar matahari. Lalu, bagaimana cara merawat mitokondria supaya awet muda?

Cara Merawat Mitokondria

Ilustrasi: makanan sumber vitamin B3 (sumber: timesofindia.com)

Ilustrasi: makanan sumber vitamin B3 (sumber: timesofindia.com)

Untuk merawat mitokondria sel ada dua cara, yakni secara oral dan topikal menggunakan skincare atau kosmetik luar. Secara oral, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan, minuman, dan suplemen yang mengandung vitamin B3. Tidak sulit menemukan sumber makanan yang mengandung vitamin B3, karena Anda bisa mendapatkannya dari dada ayam, ikan tuna, ikan salmon, ikan teri, daging sapi, kacang-kacangan, buah alpukat dan kentang. Sementara, minuman yang mengandung vitamin B3 adalah susu dan jus buah.

Baca juga:  Bisa Dicoba di Rumah, Ini Rangkaian Skincare Routine untuk Kulit Kering

Selain itu, FDA merekomendasikan obat perawatan sel tubuh seperti Celltrient. Produk ini mengandung bahan utama berupa nicotinamide adenine dinucleotide (NAD) yang berkaitan erat dengan vitamin B3. Dengan kandungannya, Celltrient diklaim mampu meningkatkan kadar sel darah merah yang dibutuhkan mitokondria untuk berfungsi dengan baik.

Sama seperti oral, jika Anda ingin merawat mitokondria dalam sel kulit wajah supaya terlihat awet muda, Anda memerlukan skincare yang mengandung vitamin B3. Biasanya, produk seperti ini tersedia dalam bentuk serum dan toner. Dengan konsentrasi produk yang ringan, vitamin mudah diserap kulit dan masuk ke dalam sel-selnya. Setelah masuk ke dalam sel kulit, zat akan langsung diserap mitokondria.

[1] Sari, Winda Puspita, Khairun Nisa Berawi, Nisa Karima. 2019. Managemen Topikal Anti-Aging pada Kulit. Medula Universitas Lampung, Vol. 9(1): 237-243.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*