Pengalaman Suntik Kromosom, Benarkah Bisa Bikin Kulit Putih Permanen?
Treatment suntik atau infus kromosom beberapa waktu belakangan memang begitu populer di kalangan para selebriti. Setidaknya sudah beberapa artis yang memiliki pengalaman infus kromosom dengan biaya hingga belasan juta rupiah, misalnya saja Ayu Ting Ting, Zaskia Gotik, Sule, hingga Barbie Kumalasari. Kabarnya, efek dari suntik kromosom ini sama seperti suntik putih (whitening), yakni dapat mencerahkan kulit dalam waktu yang relatif singkat. Lantas, apa sih sebenarnya suntik kromosom itu?
Apa Itu Suntik Kromosom?
Suntik atau infus kromosom memang menimbulkan kebingungan di berbagai pihak, khususnya bagi masyarakat awam dan juga kalangan medis. Seperti diketahui, istilah kromosom pada dasarnya berkaitan dengan gen seseorang.
Kromosom terdapat di dalam inti sel dan merupakan struktur yang terdiri dari rangkaian panjang molekul asam deoksiribonukleat (DNA) dengan matriks protein, dan memegang peranan sebagai pembawa sifat dari suatu individu. Kromosom manusia berjumlah 23 pasang mengandung ribuan gen yang merupakan suatu rantai pendek dari DNA yang membawa kode informasi genetik tertentu dan spesifik.[1]
Oleh sebab itu, istilah penyebutan “suntik kromosom” sebenarnya kurang tepat. Hal ini juga disampaikan oleh beberapa dokter. Menurut dr Dewi Ema Anindia dari Ambrosia Klinik & Estetika, isi dari suntik atau infus kromosom pada umumnya adalah stem cell dan vitamin C yang diklaim bisa memutihkan kulit. “Katanya isinya ada juga obat yang mengubah sel melanosit itu yang membuat kulit jadi putih. Soalnya nggak mungkin kromosom manusia diubah-ubah,” kata dr Ema, seperti dilansir Detik.
Tak jauh berbeda, pakar dermatologis dr Richard Lee, MARS memaparkan bahwa sejauh ini infus atau suntik kromosom belum memiliki bukti ilmiah. Bahkan, produk infus kromosom ini tidak ada yang terdaftar di BPOM. “Kalau infus kromosom, kromosom kita berubah? Ya nggak mungkin. Itu jelas-jelas bohong banget kromosom kita nggak akan bisa berubah,” papar dr Richard.
Dr Richard menambahkan, ternyata cara kerja infus whitening dan infus kromosom hampir sama, yaitu sama-sama menghambat enzim tirosinase yang akan membentuk melanosit. “Jadi ya sebenarnya sama saja cuma caranya agak sedikit berbeda lalu dikemas dan dijual dengan nama baru. Jadi ini adalah efek marketing aja. Lantas, aman nggak? Nggak tahu karena itu belum BPOM sampai sekarang,” tegas dr Richard.
Dilansir dari Sehatq, “suntik kromosom” ini diklaim bekerja dengan cara menghambat gen SLC24A5 (inhibitor) sehingga jumlah melanosit yang diproduksi pada kulit menjadi lebih sedikit. Semakin sedikit jumlah melanosit, maka semakin putih kulit Anda. Suntik kromosom ini didasarkan atas kondisi genetik orang Eropa yang memiliki aktivitas gen SLC24A5 yang lebih rendah sehingga warna kulitnya juga lebih putih. Kondisi ini berbeda dengan sifat genetik melanosit orang Asia, termasuk orang Indonesia yang secara alami berkulit sawo matang.
Pengalaman & Efek Suntik Kromosom
Karena kandungan dalam suntik kromosom pada dasarnya sama seperti suntik whitening, yakni stem cell (sel punca) dan vitamin C, maka efek atau pengalaman yang dirasakan pengguna suntik kromosom ini sama saja seperti saat mereka suntik whitening.
Salah satu pengguna yang membeli ampul whitening injection di toko online mengaku merasa sangat kesakitan saat diinfus dengan ampul tersebut, bahkan lengannya terasa pegal dan kebas, berbeda dari saat sedang diinfus biasa di rumah sakit.
Yang lebih parah lagi, ada pula pengguna yang mengaku lengannya terasa berat setelah berhari-hari disuntik hingga bekas infusnya membiru sampai berminggu-minggu. Rasa sakit itu memang dibarengi dengan kulit yang semakin cerah. Tetapi penderitaan tak berhenti sampai di situ, sang pengguna suntik putih ini juga mengalami keluhan nyeri di bagian pinggang belakang hingga terasa sakit saat digunakan untuk membungkuk saja.
Suntik kromosom dengan dosis dan kadar yang tidak jelas ini risikonya berkaitan langsung dengan kinerja ginjal Anda. Apabila penggunaan suntik atau infus kromosom dihentikan, maka keluhan sakit pinggang dan nyeri di bagian lengan ini kabarnya akan hilang. Namun, kulit Anda pun akan kembali seperti semula. Pada dasarnya, menjaga kesehatan tetaplah lebih penting. Perawatan kulit bisa dilakukan dengan berbagai cara dan juga produk yang lebih aman, sebab sebenarnya kulit yang cantik itu tidak harus putih.
[1]Lusiyanti, Y. 2006. Pemeriksaan Aberasi Kromosom Pada Pekerja Radiasi. Jurnal Batan. 8(2): 87-89.



Leave a comment