Bagaimana Aktivitas Harian dan Olahraga Membantu Proses Evolusi Hati Manusia?

Ilustrasi: olaharaga basket Ilustrasi: olaharaga basket

Bagaimana hati manusia beradaptasi selama evolusi kita sebagai manusia? Untuk mengeksplorasi pertanyaan itu, ahli jantung melakukan sebuah penelitian unik terhadap kera.[1] Penelitian tersebut menemukan bahwa faktor utama yang mempengaruhi hati manusia dapat beradaptasi seiring evolusi manusia adalah aktivitas yang mereka lakukan, termasuk olahraga.

Olahraga pada dasarnya adalah kebutuhan setiap manusia dalam kehidupan, supaya kondisi fisik dan kesehatannya tetap terjaga, sekaligus mampu menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, osteoporosis, obesitas, dan kanker. Kendati demikian, masih banyak orang yang malas olahraga, bahkan sekadar beraktivitas kecil seperti jogging. Padahal, olahraga termasuk salah satu faktor penting dalam evolusi manusia.

Penelitian Adaptasi Hati Manusia

Seorang dokter spesialis jantung Dr. Aaron Baggish dari Harvard memimpin penelitian membandingkan hati kera besar Afrika, petani Meksiko, dan atlet Amerika untuk mengetahui cara hati beradaptasi selama manusia berevolusi. Dalam Harvard Health Publishing, Baggish menjelaskan kegiatan fisik seperti olahraga yang dilakukan manusia sangat berpengaruh dengan sifat adaptif hati manusia.

“Olahraga sederhana, seperti jalan cepat atau jogging teratur dan rutin sepanjang hidup dapat meningkatkan kesehatan tubuh, termasuk hati seiring bertambahnya usia,” kata Dr. Baggish. “Penelitian yang kami lakukan untuk mengidentifikasi hipotesis tersebut melibatkan dua spesies kera besar dan empat kelompok pria yang berbeda.”

Baca juga:  Manfaat Masker Alami, Ternyata Buah Naga Bisa Melembutkan Kulit

Simpanse dan gorila adalah golongan kera besar. Sementara itu, yang termasuk empat golongan pria berbeda adalah pria tidak pernah olahraga, pelari ketahanan, penjaga garis sepak bola, dan seorang Indian Tarahumara. Semua menjalani prosedur penelitian fungsi jantung terperinci menggunakan ultrasound yang dilakukan selama mereka beraktivitas.

Perbandingan Hati Kera dan Manusia

Simpanse, kerabat evolusi terdekat manusia, menghabiskan sebagian besar harinya untuk makan dan istirahat, diselingi dengan panjat tebing dan berkelahi untuk berebut wilayah. Pengerahan tenaga yang singkat namun intens ini menciptakan tekanan di bilik jantung, menghasilkan dinding yang lebih tebal dan kaku.

Ilustrasi: jantung manusia (sumber: biospace.com)

Ilustrasi: jantung manusia (sumber: biospace.com)

Sebaliknya, nenek moyang kita (manusia purba) harus berburu dan mengumpulkan makanan untuk bertahan hidup. Ini mengharuskan mereka berjalan dan berlari jarak jauh. Seiring dengan kemajuan evolusi, manusia purba mengandalkan ketahanan fisik yang sama untuk membajak, menanam, dan memanen makanan mereka. Hal ini membuat hati manusia berevolusi untuk memiliki dinding yang lebih tipis dan lebih fleksibel. Ruang jantung menjadi sedikit lebih besar, dan bisa berputar sedikit untuk membuat darah keluar dan kembali ke jantung lebih banyak saat rileks.

Baca juga:  Referensi Produk Wardah Untuk Kulit Sensitif dan Berminyak

Di sisi lain, Suku Indian Tarahumara yang tinggal di Copper Canyon, Meksiko, adalah salah satu dari sedikit peradaban yang sebagian besar tetap tidak tersentuh Westernisasi. Bisa dibilang, hampir semua yang dilakukan seorang Indian Tarahumara masih konvensional.

“Para antropolog meyakini, Suku Indian Tarahumara menjunjung tinggi pertanian subsisten yang menuntut mereka harus berjalan kaki, jogging, dan gerakan lainnya sepanjang hari,” kata Baggish. “Hati mereka mewakili bagaimana jantung secara alami berevolusi untuk dengan baik sebagai manusia, jika Anda ingin memiliki hati sangat sehat, mungkin Anda bisa menerapkan aktivitas harian mereka.”

Namun, kelompok pria yang tidak berolahraga akhirnya menjadi bagian terpenting dari penelitian tersebut. Pria-pria ini, semuanya berusia 20-an dan 30-an, tidak memiliki faktor risiko gejala penyakit jantung seperti tekanan darah tinggi, tetapi hati mereka yang tidak terlatih tampak lebih mirip hati kera, dengan dinding yang lebih tebal dan kurang fleksibel.

Baca juga:  Ada Alasan Psikologis, Mengapa Orang Lebih Suka Kebisingan

“Jika Anda tidak melakukan aktivitas fisik apapun, darah dalam jantung Anda tidak terdorong keluar masuk dalam jumlah besar setiap hari,” jelas Baggish. “Ini menyebabkan pembuluh darah dan jantung menjadi tegang dan kaku.”

Supaya kondisi jantung dan hati tetap sehat dan memiliki risiko rendah terhadap penyakit jantung, orang dewasa disarankan untuk berolahraga atau melakukan aktivitas sedang selama 150 menit setiap minggu. Supaya tidak malas, Anda bisa melakukan jenis olahraga atau aktivitas yang Anda sukai.

Tips lain supaya Anda jadi rajin olahraga, Anda bisa melakukannya sambil mendengarkan musik. Dilansir dari halodoc, musik akan membuat Anda semakin bersemangat, sehingga jenis olahraga berat yang harus Anda lakukan terasa lebih menyenangkan.

[1] Prasetyo, Yudik. 2013. Kesadaran Masyarakat Berolahraga Untuk Peningkatan Kesehatan Dan Pembangunan Nasional. MEDIKORA UNY, Vol. 11(2): 219-228.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*