Apakah Obat Alergi Bisa Bikin Kulit Kering?

Ilustrasi: wanita mengalami masalah kulit kering (sumber: timesofindia.com) Ilustrasi: wanita mengalami masalah kulit kering (sumber: timesofindia.com)

Cuaca yang ekstrem seringkali membuat orang mengalami berbagai macam gejala penyakit, mulai dari flu hingga alergi. Bagi Anda yang sering terkena alergi dingin atau alergi dengan hal lainnya, biasanya dokter akan meresepkan obat anti-alergi. Sayangnya, meski antihistamin dinilai dapat membantu mengatasi gejala alergi, banyak juga yang merasa kulitnya menjadi kering.

Obat Alergi Bikin Kulit Menjadi Kering

Dilansir dari allure, antihistamin memang menjadi salah satu obat ampuh yang sering diresepkan pada pasien dengan gejala alergi. Namun, selain membuat pasien merasa lega dengan hasilnya, tetapi juga khawatir dengan kondisi kulitnya, apalagi bagi mereka yang memiliki kondisi kulit cenderung kering.

Seorang pasien dengan gejala alergi menceritakan, ia mulai merasakan kulitnya menjadi semakin kering ketika mengonsumsi obat anti-alergi. Ketika gejala alergi mulai menyerang, pasien tersebut harus mengonsumsi setidaknya satu tablet obat antihistamin yang diresepkan oleh dokter.

Selama pengobatan berlangsung, ia harus minum air putih lebih banyak dan menggunakan lotion lebih sering. Ini ia lakukan untuk mengatasi kondisi kulitnya yang semakin kering. Meskipun begitu, karena pasien tersebut memiliki kondisi kulit yang sedikit berminyak, ia menjadi sedikit lega.

Baca juga:  Urutan & Cara Layering Skincare Yang Benar
Pasien dokter kulit (sumber: skincancer.org)

Pasien dokter kulit (sumber: skincancer.org)

Kondisi rambut yang semula sering berminyak, berkat obat antihistamin tersebut, rambutnya menjadi lebih kering dan terawat. Selain itu, ia juga jarang berjerawat dan tidak memiliki komedo. Hal ini karena produksi minyak dalam kulitnya menjadi semakin berkurang selama mengonsumsi obat anti-alergi.

Sayangnya, setelah gejala alerginya sembuh dan ia tidak harus mengonsumsi obat lagi, kondisi kulit kembali seperti semula. Yang tadinya tidak merasakan jerawat dan minyak di rambut atau wajah, ia perlu menggunakan skincare khusus kulit berminyak untuk membuat kulitnya tetap terawat.

Penyebab Obat Alergi Bikin Kulit Kering

Peningkatan prevalensi penyakit alergi mengakibatkan peningkatan pengembangan penelitian terhadap obat yang efektif untuk mengatasi penyakit tersebut. Salah satu obat yang dinilai ampuh untuk mencegah dan mengatasi gejala alergi saat ini, yaitu antihistamin atau biasa disebut dengan obat anti-alergi.[1]

Saat ini sudah banyak obat antihistamin dengan berbagai macam merek yang beredar di pasaran. Perdagangan obat anti-alergi tersebut tampaknya kian bersaing, apalagi saat cuaca sedang ekstrem, semakin banyak pasien yang mengalami gejala alergi. Obat antihistamin sendiri diresepkan pada pasien yang alergi karena fungsinya sebagai penangkal efek histamin. Meskipun dibilang ampuh, obat antihistamin juga memiliki beberapa efek samping.

Ilustrasi: obat-obatan

Ilustrasi: obat-obatan

Dilansir dari Alodokter, obat antihistamin dapat menyebabkan mudah mengantuk, mulut kering, sakit kepala, pusing, muntah darah, disfagia, nyeri pada perut, sulit buang air kecil, dan emosi tidak stabil. Selain itu, obat antihistamin juga dapat memengaruhi kondisi kulit Anda.

Baca juga:  Rangkaian Produk Garnier Untuk Memutihkan Wajah Pria

Obat anti-alergi tersebut akan memengaruhi reseptor kulit, sehingga menghambat produksi sebum dan minyak di kulit. Karena reseptor kulit terganggu dan kulit tidak bisa melepaskan sebum atau minyak dengan baik, produksi minyak dan sebum pada kulit cenderung semakin berkurang. Kulit yang mengalami kekurangan sebum dan minyak, kondisinya akan menjadi kering dan kasar.

Selain dapat menyebabkan kulit kering dan kasar, di bagian tertentu seperti di bagian kulit hidung dan dagu, akan mengalami rasa gatal akibat kering. Karena itu, obat antihistamin tidak bisa digunakan dalam jangka panjang. Jika gejala alergi pada pasien sudah jarang kambuh atau sudah hilang, pasien tidak perlu menggunakannya.

Penggunaan obat antihistamin secara berkepanjangan dapat menyebabkan gangguan pada jantung, seperti detak jantung tidak beraturan atau biasa disebut dengan aritmia. Jika seorang pasien mengalami aritmia karena obat antihistamin, maka penggunaan obat harus segera dihentikan dan pasien harus menjalani beberapa terapi khusus dari dokter.

Baca juga:  Update Cara Pakai dan Manfaat Viva Milk Cleanser Bengkoang untuk Jerawat

Sementara itu, kondisi kulit kering pada pasien dapat diatasi dan dicegah menggunakan berbagai macam produk perawatan kulit atau minyak nabati. Gunakan lotion setiap hari agar kulit Anda terasa lebih lembap dan halus. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan minyak kelapa atau minyak zaitun untuk mencegah kekeringan dan melembapkan kulit.

[1] Pohan, Saut Sahat. 2007. Mekanisme Antihistamin pada Pengobatan Penyakit Alergik: Blokade Reseptor-Penghambat Aktivasi Reseptor. Majalah Kedokteran Indonesia. Vol. 57(4): 113-117.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*