Waspada, Masker Tingkatkan Risiko Jerawat Jamur di Wajah
Bagi yang sering bepergian jauh atau mengendarai sepeda motor, mungkin sudah terbiasa memakai masker. Kebiasaan ini juga sering didapati pada orang yang ingin menutupi jerawatnya. Padahal, tahukah Anda bahwa kebiasaan memakai masker selama berjam-jam dapat meningkatkan risiko jerawat jamur di wajah?
Masker Tingkatkan Risiko Jerawat Jamur
Dilansir dari HuffPost, baru-baru ini seorang remaja memeriksakan kulitnya yang berjerawat dan tidak kunjung sembuh. Infeksi kulit yang disebabkan jamur tersebut diduga akibat terlalu sering memakai masker. Memang, menggunakan masker adalah hal yang penting jika Anda ingin menghindari debu dan kotoran, namun Anda juga harus waspada dengan risikonya.
Sebenarnya, masker yang dipakai bukanlah satu-satunya alasan mengapa Anda bisa terinfeksi jamur sehingga berjerawat. Secara umum, kulit manusia sendiri memang sudah ditumbuhi jamur. Jamur yang ada di kulit manusia tidak akan aktif jika tidak terkena faktor lain, seperti cuaca yang panas, ruangan yang lembap, dan kebersihan kulit.
Masker yang dipakai akan memperparah infeksi jamur di kulit Anda. Bisa dibilang, masker mampu meningkatkan risiko Anda terkena infeksi karena faktor-faktor yang ada. Selain disebabkan kebersihan dan kelembapan ruangan, fungal acne bisa disebabkan oleh gejala diabetes, sistem kekebalan tubuh yang terganggu, penggunaan antibiotik, dan penggunaan skincare yang kurang tepat.
Perlu Anda ketahui juga, penggunaan masker yang terlalu ketat akan membuat area wajah menjadi lembap dan panas. Inilah penyebab utama mengapa jamur di wajah dapat menebarkan ragi dengan cepat. Selain itu, masker yang menyerap keringat dan tidak segera diganti, dapat menjadi sarang bakteri. Bakteri juga salah satu faktor penyebab jerawat kronis.
Infeksi jamur pada wajah setiap orang berbeda-beda berdasarkan jenis jamurnya. Salah satu jenis jamur yang dapat menyebabkan jerawat adalah Malassezia Folliculitis (MF). Ini adalah jamur lipofilik dimorfik yang dapat ditemukan dalam jumlah kecil di bagian stratum korneum dan hampir 90% terdapat pada folikel rambut.
MF paling sering dijumpai pada pasien di usia remaja yang ditandai dengan timbulnya papul eritematosa dan pustul perifolikular yang gatal. Jerawat karena ragi jamur tersebut tidak hanya bisa muncul di wajah, tetapi juga bisa timbul di badan bagian atas, leher, dan lengan atas.[1]
Jamur lainnya yang juga kerap muncul di kulit wajah adalah Candida. Ini adalah salah satu jenis ragi yang secara alami dijumpai di kulit manusia. Apabila pertumbuhan jamur Candida di kulit terbilang normal, maka kulit akan terasa lembap dan tidak berjerawat. Sebaliknya, jika jamur tersebut mengeluarkan ragi di atas normal, maka dapat menyebabkan infeksi yang ditandai dengan jerawat kemerahan.
Jerawat akibat jamur Candida biasanya ditemukan pada bagian wajah yang memiliki jumlah kelenjar sebaceous tinggi, seperti lipatan hidung, alis, dan daerah sekitar telinga. Selain memiliki ciri kemerahan, jerawat akibat Candida lebih cepat meradang dengan skala kekuningan dan cenderung berminyak.
Untuk itu, sebaiknya Anda waspada jika memiliki kondisi kulit cenderung berminyak. Kulit yang berminyak dan sering terpapar cahaya matahari atau terkena udara lembap, memiliki risiko tinggi terhadap jerawat jamur akibat Candida. Lalu, bagaimana cara mencegah terjadinya infeksi jamur di kulit jika terbiasa atau harus menggunakan masker seharian?
Cara Mencegah Infeksi Jerawat
Agar tidak terinfeksi jerawat jamur, Anda perlu memperhatikan bahan masker yang Anda pakai. Pastikan Anda tidak memakai masker dengan bahan ketat, seperti kain kaos atau scuba. Akan lebih baik jika Anda mengganti masker tersebut dengan masker berbahan dasar kapas atau biasa disebut dengan katun.
Masker katun atau kapas memiliki sifat oklusif yang dapat menciptakan lingkungan ramah bagi Candida dan Malassezia. Katun atau kapas juga memiliki sifat yang dingin dan tidak menghambat udara, sehingga ruangan di sekitar kulit wajah tidak akan terasa lembap dan panas. Masker itu juga membuat udara di sekitar wajah jadi lebih sejuk. Bahan katun yang seratnya halus, terbilang lembut di kulit, sehingga tidak akan melukai kulit dan membuat Anda lebih nyaman saat bernapas.
Selain itu, Anda harus memperhatikan kebersihan masker. Sebaiknya, ketika Anda bekerja di luar dan harus memakai masker selama lebih dari 3 jam, Anda membawa masker cadangan. Gantilah masker sesering mungkin untuk menghindari banyaknya bakteri yang menempel di kulit. Sehingga, kulit akan bebas dari jerawat.
[1] Pravitasari, Dwi Nurwulan, dkk. 2015. Profil Malassezia Folliculitis. Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, Vol. 27(2): 121-129.



Leave a comment