Waspada, Komposisi Lip Balm Ini Buruk untuk Bibir Anda
Cuaca yang ekstrem dan udara yang kering seringkali membuat orang mengalami bibir pecah-pecah dan kering. Untuk mengatasinya, biasanya mereka mengoleskan lip balm di bibir. Meskipun begitu, beberapa orang merasa kondisi bibir mereka semakin buruk dengan produk yang mereka gunakan. Ternyata keanehan tersebut muncul dari komposisi atau bahan yang ada dalam lip balm.
Lip balm sendiri merupakan salah satu benda penyelamat yang wajib dibawa, apalagi bagi wanita. Produk ini sangat membantu, terutama ketika bibir terasa kering. Anda hanya perlu mengoleskannya ke bibir. Selain itu, bagi para wanita yang ingin tampil dengan bibir seksi, lip balm menjadi produk yang wajib.
Oleskan lip balm sebelum menggunakan lipstik akan membuat warna lipstik tidak mudah bergeser dan awet seharian. Lip balm akan membantu warna lipstik menjadi lebih pigmented dan membuat tampilan bibir tidak pucat. Beberapa orang bahkan menggunakan lip balm sebagai skincare rutin mereka setelah memakai lipstik jenis matte.
Komposisi Lip Balm yang Buruk untuk Bibir
Lip balm sendiri berbeda dengan lipstik. Perbedaan jelas mendasar pada tekstur dan bentuknya. Lipstik memiliki tekstur yang keras dengan aneka varian warna, sedangkan lip balm lebih cenderung agak lembut dan tidak memiliki banyak varian warna.
Meskipun memiliki fungsi sebagai pelembap bibir, lip balm dengan komposisi tertentu justru membuat kulit bibir semakin kering dan pecah-pecah. Bagi Anda yang sering menggunakan lip balm, namun tidak mengalami perubahan yang baik terhadap kulit bibir Anda, bisa jadi produk yang Anda gunakan mengandung bahan yang kurang baik untuk kulit bibir Anda.
Dilansir dari allure, beberapa bahan tertentu yang ada pada lip balm dapat membuat bibir menjadi semakin pecah-pecah, alergi, dan iritasi. Ahli dermatologi, Mona Gohara, menyarankan untuk menghindari lip balm yang mengandung parfum. Hal ini karena parfum dapat membuat kulit menjadi lebih kering dari sebelumnya.
Selain itu, American Academy of Dermatology melaporkan bahwa wewangian adalah penyebab terbesar dermatitis kontak alergi (atau dikenal sebagai ruam). Food and Drug Administration (FDA) mewajibkan perusahaan kosmetik untuk melabeli semua produk beraroma dengan menyebutkan ‘fragrance’ dalam daftar bahan, sehingga mudah dicari dan dihindari oleh konsumen.
Gohara juga mencantumkan fenol dan mentol sebagai bahan umum yang menyebabkan dermatitis kontak pada lip balm. Hal tersebut juga disetujui oleh Craig Kraffert, seorang ahli dermatologi, dan menambahkan peppermint serta tea tree oil pada lip balm yang dapat memberikan efek kesemutan, sebagai gejala iritasi ringan pada bibir.
Dari informasi di atas, banyak pertanyaan yang timbul. Salah satunya, mengapa bahan-bahan berbahaya tersebut masih saja digunakan dalam pembuatan lip balm? Jawabannya sederhana, karena bahan-bahan tersebut tidak memiliki efek samping bagi sebagian besar orang. Selain itu, bahan-bahan tersebut juga memiliki fungsi yang praktis untuk menunjang formula dalam pembuatan lip balm.
Menthol, parfum, dan sejenisnya digunakan dalam pembuatan lip balm karena mampu memberikan efek dingin dan memiliki aroma wangi yang segar. Ini salah satu teknik untuk meningkatkan konsumen dan bersaing di pasaran. Para wanita biasanya memilih produk lip balm dengan aroma yang wangi dan tidak terlalu menyengat.
Meskipun begitu, efek samping penggunaan lip balm dengan kandungan mentol dan parfum juga tidak baik untuk kecantikan dan kesehatan kulit. Bibir akan lebih mudah kering karena dehidrasi dan pecah-pecah. Bahkan, tak jarang orang merasa kesemutan di bagian bibir setelah beberapa lama menggunakan lip balm dengan kandungan parfum dan menthol.
Phenol juga salah satu bahan umum yang sering digunakan dalam pembuatan lip balm. Phenol memiliki manfaat untuk mengawetkan produk, sehingga Anda bisa menyimpan lip balm dalam jangka waktu yang lama, hingga bertahun-tahun. Meskipun dinilai sebagai pengawet, phenol ini sangat berbahaya bagi kesehatan.
Phenol memiliki efek jangka panjang bagi kesehatan. Ini dapat menjadi racun yang mengendap dalam tubuh. Meskipun begitu, FDA tidak menganggap phenol sebagai bahan yang berbahaya, jika dicerna dalam jumlah kecil. Hal ini karena phenol juga ditemukan secara umum pada obat kumur. Phenol tidak memiliki hubungan terhadap penyakit kronis, seperti kanker.
Bahan lain yang dapat memperburuk kondisi bibir Anda adalah alkohol. Beberapa merek lip balm tampaknya menggunakan alkohol untuk memberikan sensasi dingin dan cepat meresap di kulit. Alkohol dapat membuat kulit menjadi lebih kering dan pecah-pecah. Selain itu, bagi Anda yang memiliki alergi terhadap alkohol, tidak disarankan menggunakan lip balm jenis ini.
Jika masalah kering pada bibir dan pecah-pecah tidak dapat diselesaikan dengan lip balm, atau malah bertambah semakin parah, Anda perlu berkonsultasi kepada dokter kulit atau ahli kecantikan. Biasanya, mereka akan memberikan resep berupa salep khusus untuk membuat bibir menjadi lebih lembap.
Selain itu, Anda juga bisa mengatasi bibir kering dan pecah-pecah menggunakan bahan-bahan alami. Anda bisa menggunakan masker lidah buaya, masker gula, dan madu. Bahan-bahan alami seperti ini tidak membuat bibir menjadi kering dan pecah-pecah. Bahan-bahan tersebut juga mengandung nutrisi serta mineral untuk memperbaiki kerusakan kulit bibir Anda.
Jika Anda ingin yang lebih praktis, Anda bahkan bisa membuat lip balm sendiri di rumah. Lip balm sederhana bisa dibuat dengan cara melelehkan Vaseline atau beeswax dan mencampurnya dengan berbagai bahan alami sebagai penambah aroma. Anda bisa menambahkan ekstrak bunga mawar, ekstrak kayu manis, dan ekstrak buah-buahan, seperti lemon atau apel. Setelah semua bahan tercampur, Anda bisa memasukkannya ke dalam wadah plastik atau jar. Tunggu hingga dingin dan beku, lip balm buatan sendiri bisa langsung digunakan.



Leave a comment