Kesalahan Yang Perlu Dihindari Sebelum & Ketika Berolahraga
Berolahraga memang baik bagi kesehatan, tidak hanya tubuh, tetapi juga emosional dan mental. Olahraga dapat memberikan Anda lebih banyak energi. Bisa juga menambah kemampuan bersosialisasi hingga hubungan intim dengan pasangan.
Para ahli menyarankan untuk berolahraga 5 hari dalam seminggu, masing-masing 30 menit. Tetapi, Anda perlu berhati-hati, karena dalam olahraga ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan. Kesalahan itu bisa mengakibatkan dampak negatif bagi tubuh Anda sendiri. Berikut ini beberapa kesalahan yang umum dilakukan.
Makan sebelum berolahraga
Jika Anda makan dalam waktu 2 jam sebelum berolahraga, tubuh Anda akan mencerna makanan itu, dan darah tidak akan mengalir dengan lancar ke otot Anda. Itu dapat mempengaruhi pemulihan pasca-latihan Anda dan bisa menyebabkan kram dan mual. Sebagai gantinya, cobalah camilan ringan seperti selai kacang dan pisang, yogurt dan buah beri Yunani, oatmeal, atau segenggam kacang atau kismis.
Tidak melakukan pemanasan
Memulai olahraga tanpa pemanasan mungkin dapat menghemat waktu beberapa menit, tetapi itu bukan ide yang baik. Tubuh Anda membutuhkan pemanasan untuk menaikkan suhu tubuh, membuat darah mengalir lebih lancar, membantu melonggarkan otot-otot dan memungkinkan Anda bisa lebih banyak gerak. Pemanasan bisa dilakukan dengan cara yang sederhana seperti berjalan kaki ringan, jogging, atau bersepeda selama 5 hingga 10 menit.
Peregangan terlalu intens
Dalam peregangan, sebaiknya tidak terlalu intens, sehingga tujuan dari tindakan ini bisa didapatkan. Jika terlalu intens, maka Anda seakan-akan melukai otot-otot tubuh dan membuat otot terasa semakin tegang ketika Anda bergerak/berolahraga. Untuk melakukan peregangan yang benar, Anda bisa melakukannya dengan pelatih profesional dahulu.
Postur tubuh yang kurang tepat
Hal ini dapat membuat batasan kemajuan berolahraga Anda dan bisa menyebabkan cedera. Misalnya saja ketika Anda mengangkat beban, coba untuk menjaga punggung agar tetap lurus dan bahu dalam keadaan rileks atau santai. Tidak disarankan juga untuk merapatkan lutut Anda.
Menahan napas
Anda mungkin menahan napas tanpa disadari. Tetapi, penting untuk memerhatikan pernapasan Anda. Menahan napas akan membatasi jumlah oksigen yang masuk ke dalam tubuh. Jika Anda terlalu menahannya, kemungkinan bisa pingsan. Dapat dicontohkan ketika Anda sedang olahraga angkat beban, tarik napas dalam-dalam sebelum memulai latihan, lalu hembuskan sedikit demi sedikit. Lakukan begitu seterusnya.
Ingin mencoba berbagai macam olahraga
Pada saat memulai olahraga, Anda mungkin ingin mencoba berbagai peralatan yang ada di ruang fitnes. Jika seperti itu, Anda bisa kewalahan karena terlalu banyak melakukan ‘workout’. Sebelum memulai, sebaiknya tentukan tujuan dalam berolahraga dan bagian otot mana yang ingin Anda bentuk.
Anda mengabaikan batasan diri sendiri dalam berolahraga
Sebaiknya jangan paksakan diri untuk mencoba mengangkat beban lebih berat dari yang bisa Anda angkat. Jika dipaksakan, bukan tidak mungkin Anda bisa terluka. Lebih baik untuk menambah beban sedikit demi sedikit untuk mengetahui kemampuan diri sendiri, daripada langsung menambahkan beban padahal diri Anda merasa tidak mampu.
Terlalu kompetitif
Hal yang alami jika Anda membandingkan diri sendiri dengan orang lain dalam hal olahraga. Namun, hal itu tidak lantas mengubah kegiatan olahraga Anda atau lalu menjadikan Anda ingin mengangkat beban lebih banyak daripada yang dilakukan oleh orang lain. Anda tidak mengetahui kemampuan dan pengalaman mereka, sehingga lebih baik fokus pada tujuan dan keterbatasan diri sendiri.
Bersosialisasi
Meskipun tempat fitnes merupakan tempat bertemu banyak orang, namun berbicara atau menghabiskan waktu dengan lebih banyak bersosialisasi dengan orang sekitar ketika berolahraga mungkin bukan ide yang baik.
Sebaiknya Anda berkonsentrasi pada apa yang akan Anda lakukan. Boleh saja bersosialisasi, tetapi lakukan dengan porsi yang cukup. Anda bisa melakukan di sela istirahat latihan. Bisa juga dilakukan pada saat selesai olahraga.
Olahraga berat setiap saat
Meskipun tujuan Anda adalah supaya lebih kuat, tetapi sebaiknya campurkan latihan yang dilakukan. Anda bisa mengangkat beban mulai dari ringan, sedang, sampai berat. Latihan dengan beban berat setiap saat tidak akan membuat otot Anda terbentuk, malah kemungkinan bisa menyebabkan cedera. Sebaiknya variasikan latihan Anda.
Anda hanya melakukan apa yang disukai
Gerakan olahraga yang dilakukan hanya terbatas pada gerakan yang Anda sukai. Melakukan hal yang sama setiap saat mungkin bukan ide yang tepat. Cobalah untuk berlatih dengan gerakan-gerakan baru.
Tidak minum air ketika waktu istirahat
Istirahat olahraga bukan berarti Anda tidak minum air. Tetap jaga tubuh supaya terhidrasi dengan baik. Air bisa menurunkan suhu panas tubuh Anda dan menjaga aliran darah tetap lancar. Minumlah air sebelum olahraga, kemudian Anda bisa minum secara rutin setiap 15 menit sekali hingga olahraga selesai.
Anda tidak tahu bagaimana caranya berhenti
Kalimat ‘no pain, no gain’ mungkin sering Anda dengar. Tetapi, cedera serius atau sakit (pain) serius yang didapatkan ketika berolahraga itu berarti Anda terlalu membebani tubuh dengan latihan tanpa istirahat atau jeda yang cukup.
Jika setelah olahraga, badan Anda sakit selama satu atau dua hari, itu merupakan hal normal. Tetapi, jika sakit yang dirasakan berlangsung lebih lama, sebaiknya Anda mengurangi porsi olahraga Anda.
Melewatkan sesi pendinginan
Ketika Anda selesai olahraga, sebaiknya melakukan sesi pendinginan dengan melakukan peregangan-peregangan kecil. Hal itu bisa membantu menurunkan tekanan darah, detak jantung, dan pernapasan supaya kembali ke level normal.
Kesalahan-kesalahan di atas hanya beberapa yang biasanya terjadi pada sebelum ataupun saat berolahraga. Jika Anda sudah mengetahui ternyata yang dilakukan selama ini salah, maka segera perbaiki demi tercapainya tujuan Anda dalam berolahraga.



Leave a comment