Waspada, Ini Efek Samping Vape untuk Kecantikan Kulit Wajah
Vape tidak hanya disukai oleh kaum pria, alat pengganti rokok konvensional tersebut saat ini juga digemari wanita. Tak jarang, banyak juga model iklan vape yang berasal dari kalangan perempuan. Berbeda dengan rokok, vape memiliki banyak rasa dan pod dengan desain unik, yang menjadi daya tariknya. Meskipun begitu, tahukah Anda bahwa vape memiliki efek samping pada kecantikan kulit wajah Anda?
Kapan Efek Samping Vape Muncul?
Vape memang berbeda dengan rokok konvensional karena tidak menggunakan bahan tembakau murni seperti pada rokok konvensional. Vape memiliki bahan-bahan kimia khusus dengan tambahan perasa dan nikotin yang diracik dalam bentuk liquid atau cairan. Meskipun banyak orang mengklaim bahwa vape tidak terlalu berbahaya jika dibandingkan dengan rokok konvensional, tetap saja ini tetap berisiko, apalagi bagi wanita.
Kebanyakan wanita yang menggunakan vape mungkin belum merasakan efek samping pada tubuhnya, karena efek samping vape baru bisa dirasakan di kemudian hari. Banyak wanita setelah beberapa tahun lamanya menggunakan vape mengeluh bahwa badannya sakit dan sering batuk. Dokter pun mendiagnosis bahwa itu adalah efek samping penggunaan vape yang berujung pada penyakit paru-paru.
Tak sedikit pula wanita mengalami pengendapan cairan di paru-paru akibat vape. Untuk menanganinya, dokter akan melakukan operasi. Operasi pada paru-paru dilakukan untuk menguras habis cairan yang mengendap. Setelah operasi selesai, biasanya penderita tidak bisa bernapas dengan lega. Beberapa bahkan harus menggunakan alat bantu pernapasan, berupa selang dan tabung oksigen.
Efek samping vape tidak berhenti di situ saja, beberapa wanita yang kurang paham penggunaan vape juga mengalami gejala alergi dan keracunan. Gejala alergi dapat timbul jika Anda tidak cocok menggunakan liquid pada pod. Biasanya, gejalanya diawali dengan pusing hingga mual-mual. Berbeda dengan gejala keracunan yang dapat menyebabkan kematian pada penggunanya.
Meskipun mudah dan praktis, jika Anda ingin menggunakan vape, pastikan Anda tahu betul cara penggunaannya. Terutama, pastikan Anda mengetahui jenis liquid dan kandungannya. Beberapa produk liquid vape yang ada di pasaran saat ini, tidak semuanya cocok digunakan. Ada juga yang mengandung zat berbahaya atau mengandung nikotin berlebihan.
Vape Picu Penuaan Dini
Efek samping penggunaan vape dapat dilihat dengan cara bercermin. Sebagian besar wanita yang terlalu sering menggunakan vape, biasanya memiliki muka yang agak kusam. Cobalah bercermin dan hapus make up Anda. Anda akan mengetahui apakah Anda sudah mulai terkena dampak berbahaya dari penggunaan vape atau belum.
Dilansir dari allure.com, sebuah penelitian mengenai efek samping vape pada kondisi kulit wanita menjelaskan, kulit akan mengalami penurunan kesehatan sekaligus perubahan tekstur dari waktu ke waktu. Perubahan tekstur pada kulit ini diakibatkan oleh uap vape yang sering mengenai wajah Anda ketika mengisap vape. Asap vape yang secara terus-menerus menyapu wajah Anda, membuat kulit kehilangan kekenyalan serta elastisitasnya.
Jeanine Downie, seorang dermatologist, telah melihat pasien yang tidak merokok tetapi memakai vape, memiliki gejala gangguan kulit yang mirip dengan perokok. “Setiap kali Anda menghisap vape, kadar oksigen di dalam kulit wajah Anda akan semakin berkurang. Hal ini sama saja ketika Anda merokok dengan rokok konvensional,” katanya.
Selain kadar oksigen yang berkurang, kadar pH dalam kulit wajah Anda pun akan semakin berantakan. pH kulit menandakan usia kulit Anda. Jika Anda ingin memiliki kulit dengan usia muda, maka pH-nya harus asam. Semakin berkurang keasaman kulit Anda, maka kulit memiliki usia yang lebih cepat menua.
Kadar pH yang berantakan juga dapat membuat kulit wajah menjadi cepat bergelambir dan keriput. Ini berkaitan dengan kadar elastisitas dan kekenyalan yang berkurang akibat pH yang semakin basa dan kadar kolagen yang semakin menurun. Jika Anda ingin terlihat awet muda, Anda harus merelakan vape Anda. Berhentilah menggunakan vape agar wajah tidak kehilangan masa mudanya.
“Selain itu, jika Anda menggunakan vape dengan bahan dasar nikotin, Anda bisa mendapatkan endapan nikotin dalam tubuh. Endapan nikotin tersebut dapat membuat wajah memiliki bercak kemerahan atau kehitaman, yang menyerupai flek,” jelas Downie. “Pengendapan nikotin dapat membuat penyumbatan di area sekitar wajah yang memperburuk keadaan kulit. Selain itu, vape dapat membuat kulit dehidrasi, kekurangan nutrisi, dan kering.”
Bagi Anda yang tidak menggunakan vape atau merokok dengan rokok konvensional, Anda juga perlu waspada dengan orang di sekitar Anda. Sebaiknya, Anda menghindari tempat-tempat nongkrong, ketika ada banyak orang menggunakan vape. Sama halnya dengan perokok pasif, Anda juga akan terkena dampak dari orang yang menggunakan vape di sekitar Anda.
Uap vape yang terhirup dengan tidak sengaja dapat menyebabkan beberapa gejala kerusakan pada paru-paru, dan tentunya kondisi kesehatan kulit Anda juga akan menurun. Lindungi diri Anda dari bahaya vape di sekitar lingkungan. Anda hanya perlu menghindari saat teman atau saudara memakai vape. Anda bisa mengobrol kembali ketika mereka tidak sedang menggunakan vape.
Menghindari penggunaan vape sejak dini merupakan salah satu hal yang sulit, namun jika Anda ingin menjaga kecantikan kulit Anda, maka Anda harus mencobanya. Bagi Anda yang sudah terlanjur menggunakan vape dan mengalami gejala penuaan dini atau gangguan kulit lainnya, Anda bisa segera menghentikan kebiasaan Anda. Selain itu, Anda bisa mengatasi permasalahan tersebut dengan berkonsultasi ke dokter kecantikan atau spesialis kulit.




Leave a comment