Dikenal Sebagai Obat Herbal, Adakah Efek Samping Dari Pil Manjakani Perapat?
Keputihan atau vagina kendur masih menjadi masalah utama yang kerap dialami oleh sebagian besar wanita. Meski sudah ada pengobatan medis yang modern, beberapa wanita beranggapan bahwa pengobatan herbal dengan memanfaatkan obat tradisional seperti pil manjakani perapat dapat mengatasi masalah tersebut tanpa efek samping.
Salah satu tanaman potensial yang terdapat di Indonesia dapat dimanfaatkan untuk pengobatan keputihan di antaranya yaitu biji manjakani (quercusinfectoria gall). Hal ini dikarenakan manjakani (quercus infectoria gall) mengandung senyawa metabolit sekunder yang diduga mempunyai efek antibakteri. Kandungan fitokimia biji manjakani mampu menghambat dan membunuh kuman-kuman atau mikroorganisme yang bisa menyebabkan penyakit pada manusia.
Manjakani adalah tumbuhan yang cukup banyak tumbuh di Indonesia yang juga banyak ditemukan di Turki, Syria, Persia,Siprus, dan Yunani. Biji manjakani berasal dari pohon manjakani atau dikenal dengan pohon oak. Pohon manjakani dikenal pula dengan oak galls dan mecca majakan.Tumbuhan ini menghasilkan biji yangmuncul pada ranting muda atau daun sebagai reaksi akibat tusukan serangga Cynipsgallaetinctoria, tusukan ini akan menyebabkan kulitbatang bertunas dan mengeluarkan larva yang merangsang pembentukan biji. Manjakani merupakan salah satu obat yang paling populer di Asia.
Skrining fitokimia menunjukkan adanya kandungan fenol, flavonoid, steroid, triterpen, tanin, saponin dan alkaloid serta zat lainnya pada manjakani telah dilaporkan memiliki peran sebagai antibakteri, antijamur, antiinflamasi, antioksidan, dan untuk penyembuhan luka. Manjakani juga telah digunakan sebagai lokal agen anestesi pada periode pasca-partum.
Manjakani mengandung sekitar 50-70% tanin, sejumlah kecil asam galat gratis danellagicasam yang telah terbukti menjadi aktifsenyawa yang bertanggung jawab untuk antibakteri. Manfaat penggunaan bahan olahan biji manjakani telah diteliti oleh para peneliti dan dilaporkan memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur penyebab keputihan baik pada pengguna kontrasepsi hormonal, kontrasepsi dalam Rahim (AKDR), pada ibu hamil dan pada wanita usia reproduktif lainnya yang mengalami keluhan keputihan. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat rata-rata penurunan jumlah koloni bakteri (99%), penurunan jumlah koloni jamur sebesar (99%), dan penurunan keluhan keputihan 60%.[1]
Khasiat majakani memiliki efek antara lain antimikroba dan antiinflamasi, sering digunakan untuk mengatasi masalah keputihan, mengurangi cairan vagina, haid tidak teratur, pencernaan, sakit ulu hati, kanker serviks, merapatkan vagina setelah melahirkan.[2]
Tentang Pil Manjakani Perapat
Seiring dengan perkembangan zaman, banyak pabrikan farmasi yang mengolah manjakani dalam bentuk ekstrak atau serbuk menjadi pil manjakani perapat. Sesuai namanya, obat herbal dengan harga sekitar Rp24 ribuan per box isi 72 pil ini diklaim dapat mengobati keputihan dan lendir yang berlebihan, mengatasi aroma yang tidak sedap, menghilangkan letih dan lesu badan, menambah gairah dan semangat, menghilangkan bau badan, memperlambat proses penuaan, melancarkan haid, menegangkan payudara, serta merapatkan kembali otot-otot vital dan rahim.
Efek Samping Pil Manjakani Perapat
Meski diklaim terbuat dari bahan alami, obat semacam pil manjakani perapat juga bisa saja menimbulkan efek samping bagi sebagian orang. Efek samping utama yang biasanya dialami adalah pengeluaran lendir/slem menjadi lebih banyak. Kabarnya ini adalah tanda bahwa pil sedang bekerja untuk mengeluarkan lendir-lendir yang berlebihan agar menjadi normal.
Namun demikian, dr Radius Kusuma dari Alodokter menegaskan bahwa pil atau zat yang dioleskan/dimasukkan ke vagina sangat tidak dianjurkan. “Obat yang dioleskan/dimasukkan ke dalam vagina adalah tidak dianjurkan, karena berisiko mengganggu keseimbangan flora vagina, dan berpotensi menimbulkan alergi. Keputihan yang dibiarkan terus menerus akhirnya dapat berkomplikasi menjadi penyakit radang panggul, yang dapat merusak organ kandungan (memengaruhi kesuburan),” kata dr Radius.
Selain itu, konsumsi pil manjakani untuk diminum pun berpotensi menimbulkan efek samping seperti konstipasi/sembelit, malnutrisi karena tingginya tanin yang menghambat penyerapan nutrisi, hingga anemia apabila digunakan dalam jangka panjang.
[1] Himalaya, D. 2017. Pengaruh Pemberian Ekstrak Biji Manjakani (Quercus Infectoria Gall) Terhadap Bakteri Vaginosis Dan Candida Penyebab Keputihan (Leukorrhea). Journal Of Midwifery. 5(1): 38-44.
[2] Wahyu, A & Gagas U. 2014. 493 Resep Ramuan Herbal Berkhasiat untuk Cantik Alami Luar. Intarina H, editor. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, hlm 147.


Leave a comment