Jangan Sembarangan Konsumsi, Ini Efek Rumput Fatimah Untuk Hamil Muda

Rumput fatimah (sumber: diadona) Rumput fatimah (sumber: diadona)

Rumput fatimah selama ini kerap dikaitkan sebagai herbal yang bermanfaat untuk persalinan. Rumput fatimah dipercaya bisa membantu melancarkan proses melahirkan. Namun, bagaimana efek rumput fatimah untuk hamil muda? Apakah tidak berbahaya?

Apa Itu Rumput Fatimah?

Rumput fatimah atau labisa pumila adalah tumbuhan semak asal Arab, sehingga tanaman ini terbilang cukup populer. Para jamaah biasa membeli rumput fatimah sebagai oleh-oleh dari Tanah Suci. Rumput fatimah ini dianggap mengandung oksitosin yaitu zat yang digunakan oleh tubuh untuk merangsang kontraksi rahim, sehingga dipercaya dapat mempercepat persalinan.

Rumput fatimah sebagai bahan fitoestrogen memiliki kemampuan yang menyerupai estrogen endogen, sehingga mampu bekerja sebagaimana estrogen endogen. Estrogen mampu memicu kontraktilitas yang lebih tinggi dengan cara meningkatkan jumlah reseptor oksitosin.

Di negara-negara Arab dan di kalangan bangsa Malaysia sebanyak 63,9% menggunakan tanaman rumput fatimah (Anastatica hierochuntica) sebagai herbal tradisional yang dipercaya untuk memperlancar persalinan, perawatan postpartum dan masa menyusui. Kepercayaan di negara berkembang, termasuk Indonesia air rendaman rumput fatimah tersebut juga digunakan secara turun temurun pada masa kehamilan terutama sebelum persalinan yang diyakini memudahkan persalinan, mengurangi pendarahan rahim, mempercepat persalinan dan perawatan pada masa nifas.[1]

Zat sejenis oksitosin yang terkandung di dalam rumput fatimah dinilai sama seperti obat yang diberikan untuk menginduksi ibu hamil agar terjadi kontraksi. Biasanya, untuk urusan persalinan, rumput fatimah ini direndam dalam air hingga mengembang, kemudian air rendamannya diminum. Bahkan saat ini sudah banyak tersedia jamu yang diklaim terdapat kandungan rumput fatimah untuk ibu hamil.

Baca juga:  Mengenali Kanker Payudara Stadium 0

Manfaat Rumput Fatimah

Menurut dr. Ali Sungkar, SpOG, tidak ada takaran pasti dari rumput fatimah sehingga efeknya tidak bisa diketahui. Karena tidak bisa ditakar kadar senyawa kimianya, kontraksi bisa terjadi berlebihan yang tak jarang berujung pada robeknya rahim atau perdarahan.

Ali menjelaskan, efek rumput fatimah pada seseorang berbeda-beda. Hal ini karena cara pengolahan yang tidak standar. Ada yang akarnya direndam dengan air hangat atau air panas sehingga dosisnya mungkin lebih banyak. Ada juga yang direndam air dingin sehingga tak ada pengaruh apa-apa.

Memang, efek kontraksi dari rumput fatimah ini bisa dihentikan dengan obat, tetapi menurut Ali, hasilnya tidak akan maksimal. Dampak buruknya adalah janin bisa kekurangan oksigen. Untuk merangsang persalinan, cara yang lebih aman menurut Ali adalah dengan induksi. Hal ini karena apabila memakai obat, semuanya bisa diukur.

Rumput fatimah (sumber: kumparan)

Rumput fatimah (sumber: kumparan)

Pendapat serupa datang dari bidan Yessie Aprilia. Penggunaan rumput fatimah umumnya hanya dengan direndam air hangat, lalu airnya diminum. Air rendaman rumput fatima, memang bisa merangsang oksitosin, hormon yang berperan besar dalam memicu kontraksi persalinan.

Baca juga:  Jangan Sampai Salah, Ini Aturan Minum Susu Beruang (Bear Brand)

Namun, kontraksi tersebut tak lantas merangsang bukaan serviks, sehingga ibu bisa merasa kesakitan luar biasa karena kontraksi, sementara bukaan tak kunjung sempurna. Efeknya malah bisa membuat ibu kelelahan dan kehabisan energi ketika bukaan lengkap. Jika tidak tahan akan kontraksi, ibu akan terus-terusan mengejan padahal pembukaan masih sedikit, sehingga besar kemungkinan rahim akan robek.

Karena itu, sang bidan memperingatkan bahaya minum air rendaman rumput fatima ketika awal proses persalinan. Biasanya, para dokter dan bidan tak memperbolehkan. Jika memang kontraksi tak muncul, maka akan diusulkan prosedur induksi.

Bahaya & Efek Samping Rumput Fatimah

Karena obat ini merupakan obat tradisional, maka takarannya pun belum jelas. Yang berbahaya, jika rumput fatimah ini diminum pada saat belum terjadi pembukaan. Artinya, rahim dipaksa berkontraksi hingga terjadi mulas, sedangkan jalan keluar janin dari rahim belum ada atau belum lengkap. Hal ini akan membuat ibu merasakan kesakitan yang luar biasa. Bahaya yang ekstrem adalah terjadinya rupture uteri pada ibu karena kandungan robek dan kematian sangat mungkin menimpa seorang ibu.[2]

Pemanfaatan rumput fatimah di masyarakat Indonesia dan Arab secara turun temurun untuk memperlancar persalinan belum disertai bukti ilmiah mengenai khasiat, keamanan, dan mekanisme yang mendasari efek tersebut dalam memperlancar persalinan. Bagi dokter dan tenaga medis lainnya masih menjadi keraguan yang besar akan efek yang bermanfaat pada air rendaman rumput fatimah ini, bahkan banyak pula yang melarang penggunaannya pada ibu hamil menjelang persalinan karena kekhawatiran akan menimbulkan kontraksi yang sangat meningkat yang dapat mengakibatkan atonia uteri ataupun ruptura uteri.[3]

Baca juga:  Apa Vitamin Prenatal yang Bagus untuk Ibu Hamil dan Bayi?

Dilansir dari Hellosehat, bagi ibu hamil muda, konsumsi jamu rumput fatimah bisa memicu keguguran, berisiko merusak hati dan ginjal, menyebabkan keracunan, dan berisiko menyebabkan ketidakcocokan dengan obat lain.

[1]Safitri, Y dkk. 2019. Pengaruh Pemberian Air Rendaman Rumput Fatimah (Anastatica Hierochuntica) Terhadap Kadar Hormon Oksitosin dan Hormon Prolaktin Pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Menyusui Perbandingan. Jurnal Kesehatan Andalas. 8(1): 31-35.

[2]Siswosuharjo, S & Fitria C. 2010. Panduan Super Lengkap Hamil Sehat. Jakarta: Penebar Plus, hlm 196.

[3]Nani, D. 2009. Pengaruh Air Rendaman Rumput Fatimah (Anastatica hierochuntica L) Terhadap Frekuensi Kontraksi Otot Uterus Tikus Galur Sprague Dawley Pada Fase Estrus. Jurnal Keperawatan Soedirman. 4(1): 1-8.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*