Terpengaruh Berita Kesehatan yang Salah, Ini Efeknya Bagi Tubuh

Ilustrasi: membaca di perangkat tablet Ilustrasi: membaca di perangkat tablet

Hati-hati membaca berita, terutama tentang masalah kesehatan. Pasalnya, tidak semua isi berita itu benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Jika Anda menelan mentah-mentah informasi yang disampaikan, tanpa melakukan cross-check, mungkin bisa membawa efek negatif, tidak cuma untuk pikiran Anda, tetapi juga kondisi kesehatan Anda.

Tidak Semua Info Kesehatan Adalah Solusi

Dilansir dari Harvard Health Publishing, ada beberapa kasus yang sempat bikin heboh akibat paparan berita buruk terkait dengan kesehatan. Kasus pertama dialami oleh seorang ibu muda yang mengalami sakit kepala selama berbulan-bulan. Wanita ini mengabaikan masalahnya dan seorang teman meyakinkannya untuk menjalani CT scan setelah membaca sebuah berita tentang kesehatan. Setelah menjalani CT scan, diketahui ibu muda tersebut mengidap tumor otak.

Kasus berikutnya dialami seorang pria yang bekerja di bandara sebagai pengawas bagasi. Pria ini merasakan nyeri di punggung bawah dan semakin parah setiap harinya. Setelah membaca sebuah berita kesehatan yang dirasa cocok dengan gejala yang dialami, pria ini mengira sakitnya adalah karena pekerjaannya dan mulai mengonsumsi ibuprofen serta menggunakan bantal panas.

Namun, rasa sakit yang dialami pria ini semakin tak tertahankan dan akhirnya, ia memutuskan untuk pergi ke dokter. Diketahui, ternyata rasa nyeri tersebut bukan karena pekerjaannya, tetapi karena ada patahan di tulang belakangnya.

Baca juga:  Kenali Gejala Alergi Bawang yang Bisa Menyebabkan Migrain

Kasus terakhir dialami oleh seorang wanita yang mengasuh dua cucunya. Beberapa hari saat mengasuh dua cucunya, nenek ini mulai merasakan debaran aneh pada jantungnya dan setelah membaca berita, wanita tua ini mulai berasumsi, mungkin jantungnya berdebar akibat berlarian bersama cucunya.

Ketika hampir pingsan, wanita ini berkonsultasi dengan dokternya dan ternyata ia memiliki fibrilasi atrium dan gumpalan darah di katup jantung yang bisa menyebabkan stroke sewaktu-waktu. Fibrilasi atrium merupakan aritmia jantung yang sering ditemui pada golongan lansia.[1]

Dari setiap kejadian di atas, dapat disimpulkan bahwa tidak semua gejala penyakit yang dirasakan sama dengan informasi yang Anda baca. Kita tidak dianjurkan untuk menyimpulkan sendiri apakah gejala umum yang ada pada artikel sama dengan gejala yang dirasakan. Pikirkan juga penyebab lain yang kemungkinan ikut andil dalam masalah kesehatan Anda dan paling baik harus berkonsultasi dengan dokter.

Ilustrasi: membaca di perangkat tablet

Ilustrasi: membaca di perangkat tablet

Hadapi Berita Medis dengan Tepat

Berita atau kisah medis yang masuk ke layar kaca atau media cetak cenderung bersifat dramatis, tidak terlalu informatif, dan tidak semuanya bermanfaat. Biasanya berita yang dramatis memiliki judul yang sangat menarik, seperti ‘Bisakah Kanker Menyebabkan Sakit Kepala?’ atau ‘Apakah Patah Tulang Belakang Menyebabkan Sakit Punggung?’

Baca juga:  Benarkah Antibiotik Doksisiklin Bisa Cegah Penyakit Menular Seksual?

Judul-judul seperti di atas sebenarnya tidak salah, hanya saja Anda patut mencurigainya. Diketahui, tidak semua orang yang mengidap kanker mengalami gejala sakit kepala dan tidak semua pasien patah tulang belakang mengalami sakit punggung.

Perlu Anda ketahui, melihat berita kesehatan di TV, yang terdengar sangat mirip dengan gejala penyakit yang Anda rasakan, belum tentu penyakitnya sama. Selain itu, biasanya berita dengan judul sangat menarik tidak menjelaskan informasi kesehatan sangat detail, bahkan sebagian besar berita mengabaikan hal-hal yang dinilai penting.

Sebagai contoh, bagian detail yang mungkin tidak tercantumkan pada berita menindaklanjuti kasus-kasus di atas adalah sakit kepala dengan kehilangan pendengaran, sakit punggung pada orang yang menggunakan steroid, faktor yang dapat menyebabkan patah tulang, dan palpitasi disertai sesak napas. Detail seperti ini sangat penting untuk mengetahui perbedaan penyebab dan faktor pendukung dari gejala penyakit yang dirasakan pasien.

Baca juga:  Gejala Kehamilan yang Bikin Ibu Hamil Malu

Supaya Anda lebih mengetahui kebenaran berita yang Anda baca, Anda juga perlu tahu bahwa biasanya penyakit ringan dengan gejala umum memiliki kemungkinan kecil untuk menjadi berita hangat di media. Sebagai contoh, Anda mungkin lebih sering mendengar berita sakit kepala akibat tumor daripada sakit kepala akibat kelaparan.

Berita medis dengan judul sangat menarik dan isi yang heboh, terkadang juga menyulitkan para pembaca dalam mengatasi masalah kesehatannya. Beberapa orang yang awam mungkin saja merasa panik dan mengira penyakitnya mengancam, padahal belum tentu. Di sisi lain, ada juga yang berpikiran tidak semua berita medis kronis hal yang benar dan malah mengabaikan gejala penyakitnya. Untuk itu, sebaiknya Anda lebih cermat dan bersikap bijak dalam menanggapi segala jenis berita, termasuk berita kesehatan.

[1] Bimandoko, Rofat Askoro, Pipin Ardhianto, Hexanto Muhartomo. 2016. Hubungan Fibrilasi Atrium terhadap Penurunan Fungsi Kognitif. Jurnal Kedokteran Diponegoro, Vol. 5(4): 1.693-1.700.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*