DIY Cara Membuat Masker Kain Tanpa Dijahit, Praktis dan Ekonomis

Ilustrasi: pakai masker bikinan sendiri (sumber: wyrk.com) Ilustrasi: pakai masker bikinan sendiri (sumber: wyrk.com)

Saat kebutuhan APD (Alat Pelindung Diri) membludak, apakah Anda termasuk orang yang kurang beruntung ketika mencari masker? Jika iya, saatnya untuk berpikir lebih kreatif dan inovatif lagi. Anda bisa menciptakan sebuah masker buatan tangan menggunakan kain tanpa menjahitnya. Pastinya, selain bermanfaat untuk kesehatan, biayanya juga lebih ekonomis.

Keunggulan Masker Kain

Masker sendiri termasuk jenis APD untuk melindungi sistem pernapasan dan bagian wajah, seperti mulut dan bagian bawah mata dari polusi udara maupun debu halus dan penyakit.[1] Namun, jenis masker yang digunakan untuk melindungi alat pernapasan dari polusi dan penyakit berbeda. Perbedaan tersebut terletak pada bahan yang digunakan dan desainnya.

Masker untuk melindungi sistem pernapasan dari polusi udara atau debu biasanya menggunakan bahan kapas yang tipis dan hampir menyerupai kertas. Masker ini juga memiliki desain yang cukup sederhana. Penutup hidung dan mulut tersebut dilengkapi dengan 2 lapisan yang berfungsi sebagai penyaring udara dan debu.

Sementara itu, masker untuk mencegah penularan virus atau sebagai perlindungan diri dari penularan virus, umumnya terbuat dari kain yang agak tebal. Dilansir dari HuffPost, masker kain terbilang lebih efisien untuk menghadapi penyakit menular. Apalagi jika masker dilengkapi dengan lapisan lebih dari dua lapis dan mampu menutupi bagian hidung serta mulut dengan baik. Karena memiliki lapisan lebih dari satu, masker tidak hanya melindungi Anda dari penularan virus, tetapi juga dari polusi udara, debu halus, dan hawa dingin yang dapat membuat sebagian orang merasa sesak.

Baca juga:  Meskipun Berotot, Daging Sengkel Mampu Diolah Menjadi Masakan Lezat

Perlu Anda ketahui bahwa jenis masker bedah yang beredar di luar sana tampaknya kurang efisien untuk mencegah penularan virus. Hal ini karena masker medis memiliki 4 celah yang dapat menjadi pintu masuk virus maupun bakteri. Sementara, untuk masker kain yang diikat dengan benar, tidak akan memiliki celah, sehingga aman.

Keunggulan lain masker kain adalah lebih hemat. Masker kain dapat digunakan berulang-ulang, berbeda dengan masker bedah yang hanya bersifat sekali pakai. Anda hanya perlu mencuci masker kain setelah 2 hingga 3 kali pemakaian, dan setelah kering, Anda bisa menggunakannya kembali.

Ilustrasi: cara membuat masker kain sendiri (sumber: popbela.com)

Ilustrasi: cara membuat masker kain sendiri (sumber: popbela.com)

Dengan segala keunggulannya tersebut, apakah Anda tidak tertarik untuk membuatnya sendiri? Apalagi, membuat masker kain terbilang mudah dan praktis. Anda tidak harus menggunakan mesin jahit atau jarum, cukup dengan selembar kain dan beberapa alat yang bisa Anda temukan di rumah.

Baca juga:  Katalog Ukuran Cooker Hood Modena untuk Dapur Bersih dari Asap

Cara Membuat Masker Kain

  • Sebelum memulai membuat masker kain, pastikan Anda sudah menyiapkan alat dan bahan yang steril. Siapkan jepit rambut 2 buah, karet khusus untuk baju atau karet gelang yang bersih, dan kain yang berukuran 30 cm x 30 cm. Untuk karet khusus baju, Anda bisa mendapatkannya dengan mudah di toko kain dan pernak-pernik. Sementara itu, kain yang digunakan harus tebal dan terbuat dari katun 100% atau kain kaos yang lentur.
  • Setelah alat dan bahan siap, lipat kain menjadi 2 bagian sehingga bentuknya menyerupai persegi panjang. Setelah itu, dari bagian atas yang lebih panjang, lipat dengan pola seperti Anda membuat kipas tanpa dibuka. Sehingga, saat ini kain sudah membentuk persegi panjang dengan ukuran lebar sekitar 3 cm.
  • Lipat bagian pinggir kain sebelah kanan sekitar 5 cm ke dalam, lalu masukkan karet gelang atau karet khusus baju dan jepit menggunakan jepitan rambut agar karet tidak mudah lepas. Lakukan hal yang sama pada pinggir kain sebelah kiri.
  • Masker yang sudah jadi bisa langsung dipakai, dengan cara mengaitkan karet di bagian telinga kanan dan kiri, lalu membuka lipatan masker. Masker ini akan melindungi hidung hingga dagu Anda dan melekat dengan baik di kulit wajah. Sehingga, dipastikan tidak ada celah di bagian atas, bawah, dan samping kiri maupun kanan.
Baca juga:  Bagaimana Cara Membuat My Vla dari Nutrijell?

Setelah 2 hingga 3 hari masker kain digunakan, jangan lupa untuk mencucinya. Mencuci masker kain juga tidak boleh sembarangan. Pastikan Anda mencucinya dengan bersih dan usahakan tidak mencampurnya dengan berbagai jenis pakaian atau kain lainnya. Ini untuk menjaga kebersihan dan keawetan masker kain.

[1] Muthia, Amalia & Aldi Hendrawan. 2017. Perancangan Masker sebagai Alat Pelindung Diri Bagi Pengendara Sepeda Motor Wanita. Jurnal ATRAT, Vol. 5(3): 208-219.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*