Mengapa Diet Tidak Memiliki Manfaat Jangka Panjang?
Memiliki berat badan berlebih membuat banyak orang merasa tidak percaya diri. Untuk mengurangi berat badannya, tak jarang mereka melakukan diet. Sementara diet dapat menurunkan berat badan secara drastis, ternyata hasilnya tidak bersifat untuk jangka panjang. Bahkan, banyak orang merasa berat badannya bertambah dua kali lipat ketika mereka meninggalkan diet.
Hingga saat ini, diet untuk menurunkan berat badan lebih sering dilakukan oleh remaja. Para remaja berlomba-lomba untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal dengan berat badan ideal. Selain untuk kecantikan dan estetika, diet memang bermanfaat untuk kesehatan. Diet mampu mencegah dan mengatasi obesitas di kalangan remaja.[1]
Penyebab Berat Badan Naik Setelah Setop Diet
Meskipun diet mampu menurunkan berat badan, diet tidak bisa dilakukan sembarangan. Jika Anda sudah melakukan satu jenis diet, maka Anda harus melakukannya hingga seterusnya dan tidak boleh berhenti di tengah jalan. Bisa dibilang, Anda harus memiliki konsistensi dalam berdiet untuk hasil yang sukses.
Dilansir dari Health Harvard Publishing, jika Anda tidak memiliki konsistensi yang baik dalam berdiet, maka diet Anda akan gagal. Hal tersebut telah dialami oleh banyak orang yang melakukan diet secara sembarangan. Berat badan yang semula berkurang karena diet, bisa bertambah drastis setelah mereka tidak melakukan diet dalam beberapa bulan.
Selain tidak konsisten dalam diet, masih ada banyak faktor yang membuat diet Anda tidak berhasil dalam jangka panjang. Sebagian besar orang yang menginginkan hasil yang cepat biasanya akan melakukan diet ketat. Setelah berat badannya berkurang, ia tidak lagi melakukan diet ketat. Bahkan, ia cenderung mengonsumsi makanan yang berlemak. Inilah salah satu faktor utama mengapa berat badan Anda makin bertambah setelah tidak berdiet.
Di lain sisi, kebanyakan orang biasanya akan mengimbangi diet dengan olahraga secara rutin. Olahraga akan membantu mempercepat proses penurunan berat badan, melalui pembakaran kalori dalam tubuh. Setelah berat badan turun, tampaknya mereka cenderung tidak lagi melakukan olahraga.
Keadaan tubuh yang biasanya melakukan olahraga dan diet, akan berbeda saat Anda menghentikan diet dan olahraga sekaligus. Badan yang biasanya mengalami pembakaran kalori, sekarang tidak lagi. Sehingga, jumlah kalori dalam tubuh tidak akan berkurang dan justru bertambah. Ini juga alasan mengapa Anda mendapati berat badan berlipat setelah berhenti diet.
Diet sendiri tidak hanya dipakai untuk menurunkan berat badan. Ada berbagai macam diet yang digunakan sebagai terapi kesehatan. Tentunya, jika Anda memakai diet sebagai terapi kesehatan, akan berbahaya jika Anda berhenti di tengah jalan. Apalagi jika Anda memulai diet diabetes dan kolesterol.
Diet untuk diabetes dan kolesterol adalah dua metode yang dipakai untuk mengontrol kandungan gula dan lemak dalam darah. Ketika seorang pasien memilih diet diabetes, maka ia harus mengurangi berbagai macam bahan makanan yang mengandung karbohidrat dan gula. Sementara itu, seorang pasien harus mengurangi berbagai macam makanan dengan kandungan minyak dan lemak berlebih, jika melakukan diet kolesterol.
Bahaya jika pasien tersebut menghentikan dietnya di tengah jalan. Bisa jadi kadar gula dan kolesterol dapat meningkat drastis setelah ia berhenti berdiet. Sehingga, risiko komplikasi akan cenderung meningkat. Tak jarang pula seseorang yang memiliki penyakit diabetes atau kolesterol akan lebih sulit mengontrol kadar gula dan kolesterolnya setelah berhenti diet.
Sebuah penelitian juga mengungkapkan fakta menarik tentang diet. Selain diet tidak bisa memiliki hasil jangka panjang, diet juga bisa tidak memiliki fungsi. Apalagi, saat ini telah bermunculan jenis diet yang populer di kalangan milenial. Diet tidak bekerja untuk sebagian besar orang, atau lebih tepatnya diet cukup efektif untuk sementara waktu, tetapi setelah satu tahun atau lebih, manfaatnya hilang.
Rata-rata jenis diet yang populer hanya akan bertahan dalam waktu 12 bulan. Setelah menjalani diet lebih dari 12 bulan, mungkin badan Anda akan terasa mulai mengembang lagi meskipun Anda sudah menjalani diet. Hal ini terbilang normal, karena tubuh Anda sudah beradaptasi dengan baik terhadap program diet tersebut. Hal ini yang menyebabkan sebagian besar orang menambah program dietnya, atau kebanyakan akan meningkatkan dosis diet mereka.
[1] Sazani, Achmad. 2016. Efektivitas Media Nutrizan Diet untuk Meningkatkan Pengetahuan tentang Diet yang Sehat pada Remaja Putri SMK Jurusan Kecantikan di Kota Tegal. Journal of Health Education, Vol. 1(2): 8-12.



Leave a comment