Yuk, Diet Anti-Inflamasi untuk Mencegah Radang Sendi di Usia Senja
Perubahan fisik yang paling umum pada lansia adalah menurunnya kemampuan muskuloskeletal, sehingga rentan terhadap penyakit tulang dan sendi seperti radang sendi dan rematik.[1] Nah, salah satu cara untuk mencegah penyakit tulang dan sendi seperti ini, Anda bisa mencoba diet anti-inflamasi.
Manfaat Diet Anti-Inflamasi
Mengubah pola makan memang tidak dapat mengobati dan mengatasi radang sendi, tetapi dapat membantu mencegahnya. Dilansir dari Harvard Health Publishing, makanan anti-inflamasi adalah jenis diet yang baik untuk berbagai kondisi kesehatan.
“Penelitian tampaknya menunjukkan manfaat dalam hal pencegahan penyakit tulang dan sendi,” kata Natalie McCormick, seorang peneliti di Harvard Medical School. “Nurses’ Health Study, telah menemukan bahwa diet anti-inflamasi tidak hanya dapat membantu mencegah radang sendi, tetapi juga dapat mencegah kondisi seperti penyakit jantung dan diabetes yang lebih mungkin terjadi pada penderita radang sendi.”
Konsumsi makanan yang sehat selama bertahun-tahun, dikatakan dapat membuat Anda terhindar dari asam urat dan berbagai jenis radang sendi. Namun, manfaatnya menjadi kurang optimal jika Anda sudah memiliki masalah sendi sebelum beralih ke diet anti-inflamasi. Namun, McCormick mengungkapkan bahwa tidak ada salahnya untuk beralih ke diet anti-inflamasi meskipun Anda sudah didiagnosis memiliki radang sendi, karena itu bisa membantu mengontrol kambuhnya penyakit.
“Diet anti-inflamasi dapat menjadi bagian dari manajemen penyakit,” kata McCormick. “Namun, itu belum tentu menyembuhkan semua nyeri sendi dengan sendirinya, untuk itu Anda perlu mengetahui istilah nyeri sendi.”
Peradangan seperti nyeri sendi bisa terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda sedang menyembuhkan infeksi atau cedera dengan mengirimkan pasukan sel darah putih. Peradangan kronis tidak bisa hilang begitu saja. Jika Anda mengalami stres kronis, obesitas, atau memiliki gangguan autoimun, peradangan tidak akan hilang. Itu terus berlanjut, merusak tubuh dan berpotensi menyebabkan masalah seperti radang sendi, penyakit jantung, dan kanker. Makan makanan yang tepat dapat membantu menghentikan dan melindungi tubuh Anda dari peradangan.
“Ketika para peneliti mulai melihat diet yang mampu menghasilkan efek anti-inflamasi, mereka tertarik dengan manfaatnya yang mampu mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker,” jelas McCormick. “Selama bertahun-tahun, manfaat lain dari diet anti-inflamasi telah muncul, yakni dapat melindungi dan menjaga kesehatan sendi.”
Pola Diet Anti-Inflamasi untuk Nyeri Sendi
Ada dua pola diet utama yang dianggap menghasilkan manfaat anti-inflamasi, kata McCormick. Ini adalah diet Mediterania dan diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Selain itu, Anda bisa menggunakan aturan makan The Alternative Healthy Eating Index (Indeks Makan Sehat Alternatif), yang mengukur kualitas diet sebagai pola makan yang menghasilkan efek anti-inflamasi.
Dilansir dari hellosehat, diet Mediterania adalah pola makan yang dibuat berdasarkan konsumsi berbagai makanan tradisional dari negara Italia dan Yunani sejak tahun 1960. Diet Mediterania mengutamakan bahan makanan dari tumbuhan yang kaya karbohidrat kompleks, vitamin, mineral, dan antioksidan.
Sementara itu, diet DASH berdasarkan halodoc adalah diet khusus untuk penderita hipertensi yang mengurangi jumlah natrium atau garam pada makanan yang dikonsumsi. Selain itu, diet DASH mengutamakan makanan yang bergizi seimbang yang mampu menurunkan kadar kalium, kalsium, dan magnesium dalam tubuh.
Di sisi lain, Indeks Makan Sehat Alternatif adalah bentuk perubahan pola makan. Ini termasuk dalam pola makan sehat dengan prinsip memperbanyak porsi buah, sayuran hijau, lemak sehat, daging tanpa lemak, ikan, dan kacang-kacangan. Selain itu, Indeks Makan Sehat Alternatif menghindari jenis makanan barat (Western food), seperti makanan dan minuman yang diproses lebih dari sekali, terlalu banyak gula, daging merah, dan makanan olahan.
Seiring waktu, pola makan yang sehat dapat mengurangi risiko mengembangkan kondisi nyeri sendi. Selain itu, menurut McCormick, menerapkan diet anti-inflamasi selama bertahun-tahun diklaim bisa mengurangi risiko asam urat sebanyak 60%. Diet anti-inflamasi yang stabil juga dapat membantu mengurangi nyeri sendi bagi penderita osteoarthritis, karena bisa memperlambat kerusakan sendi. Untuk mendapatkan manfaat diet anti-inflamasi yang maksimal, Anda harus makan berbagai makanan sehat selama beberapa tahun.
Sebagai tips bagi Anda yang bingung memilih pola makan anti-inflamasi, Anda dapat mencampur dan mencocokkan elemen dalam diet anti-inflamasi yang sesuai dengan gaya hidup dan selera pribadi Anda. Sebagai contoh, Anda bisa mengonsumsi kentang yang mengandung banyak karbohidrat lengkap, sesuai diet Mediterania dan mengurangi natrium sesuai dengan diet DASH.
[1] Safari, Ganjar & Yayu. 2018. Pengaruh Senam Reumatik terhadap Intensitas Nyeri Sendi pada Lansia dengan Artritis Reumatoid di Balai Perlindungan Sosial Tresna Werdha. Healthy Journal IKES-UNIBBA Bandung, Vol. 6(1): 34-42.


Leave a comment