Waspada! Ini Ciri-ciri Pembalut Berbahaya yang Harus Dihindari
Pembalut termasuk kebutuhan utama bagi setiap wanita yang masih mengalami menstruasi. Banyaknya pilihan merk dan jenis pembalut di pasaran seringkali membuat kaum perempuan kebingungan dalam memilih produk mana yang terbaik untuk mereka. Namun hal yang terpenting sebenarnya bukan harga, tetapi soal kualitas dan Anda harus memahami betul ciri-ciri pembalut berbahaya yang sebaiknya dihindari.
Pembalut adalah sebuahperangkat yang digunakan oleh perempuan di saat menstruasi. Pembalut berfungsi untuk menyerap darah dari vagina supaya tidak kemana-mana. Selain saat menstruasi, perangkat ini jugadigunakan setelah pembedahan vagina, setelah melahirkan, maupun situasi lainnya yangmembutuhkan pembalut untuk menyerap setiap cairan yang berupa pendarahan pada vagina.
Ciri-ciri pembalut yang baik adalah bersih dan tidak mengandung zat asing, tidak menimbulkan iritasi atau alergi, tidak berbau, netral,dan juga lembut. Daya serap pembalut yang ideal adalah 10x lipat dari berat pembalut.Pembalut yang tidak baik menimbulkanberbagai penyakit antara lain adalah kanker rahim, myom, kista, kecacatan pada bayi dan infeksi.[1]
Apabila memakai pembalut carilah pembalut yang tidak mengandung zat berbahaya (apabila mengandung zat berbahaya, ditandai dengan mudah rusaknya pembalut jika terkena air). Ganti pembalut sehari 4 kali (maksimal setiap 6 jam) atau apabila sudah penuh oleh darah haid. Darah haid yang tertahan di vagina lebih dari 6 jam sebagai media kuman yang baik dan menyebabkan mudahnya kuman berkembang-biak.[2] Agar lebih memahami, berikut kami rangkum ciri-ciri pembalut berbahaya yang patut untuk Anda waspadai.
Ciri-ciri Pembalut Berbahaya
Mengandung Gas Klorin
Gas klorin kerap digunakan dalam proses pemutihan. Pemakaian klorin dalam proses pembuatan pembalut wanita dinilai tidak aman lantaran gas klorin bisa menghasilkan dioksin yang bersifat karsinogenik atau berpotensi menyebabkan kanker. Nah, ciri-ciri pembalut yang mengandung dioxin biasanya akan terasa panas dan gatal ketika digunakan, mengakibatkan keputihan, serta bau tidak sedap dan kekuning-kuningan.
Menggunakan Pewangi Tambahan
Sejumlah produsen pembalut mungkin menambahkan zat pewangi pada produk pembalut besutannya karena meyakini pewangi tersebut bisa meminimalisir bau darah ketika menstruasi. Padahal, dilansir dari Alodokter, penambahan zat pewangi pada produk pembalut tak diperlukan. Selain efektivitasnya masih diragukan, penambahan zat pewangi pada pembalut justru berpotensi menyebabkan iritasi kulit pada area kewanitaan.
Mengandung Bahan Pestisida
Bahan satu ini mungkin tak dicantumkan pada kemasan produk. Tetapi, beberapa pembalut bisa saja mengandung pestisida. Pembalut dengan kandungan pestisida berpotensi membahayakan kesehatan Anda, karena bisa menyebabkan reaksi alergi seperti gatal, kemerahan, nyeri, dan bengkak.
Mengandung Bahan Pewarna
Pembalut yang aman seharusnya tak mengandung bahan pewarna karena berbahaya dan berisiko menimbulkan iritasi.
Memakai Bahan Baku Pembalut Biasa
Untuk menghemat biaya produksi, produsen nakal bisa aja menggunakan bahan baku murah untuk pembalut sekali pakai, misalnya kertas bekas dan pulp. Bahkan ada juga yang menggunakan bahan baku kertas koran, kardus, karton bekas yang penuh dengan bakteri dan kuman.
Tips Memilih Pembalut yang Aman dan Nyaman
- Pilih pembalut yang lembut dan berdaya serap tinggi.
- Hindari pembalut yang menggunakan wewangian (parfum).
- Jika Anda termasuk orang yang memiliki kulit sangat sensitif, ada baiknya Anda menggunakan pembalut cuci-pakai, bukan pembalut sekali pakai.
- Sebelum menggunakan pembalut, pastikan daerah Miss V Anda bersih dan kering (tidak lembap).
- Jangan lupa untuk mencuci bersih tangan sebelum memakai pembalut.
- Ganti pembalut sesering mungkin karena darah yang tertampung di pembalut adalah tempat hidup bakteri. Hal ini berbahaya bagi daerah kewanitaan Anda.[3]
Selain itu, pastikan pembalut mempunyai izin edar dari Departemen Kesehatan dan BPOM, yang keterangannya dapat Anda lihat pada kemasan. Nah, jika Anda sudah cocok dengan satu merek, sebaiknya jangan mudah tergiur untuk berganti merek yang lain. Pasalnya, merek lain mungkin belum tentu cocok untuk Anda.
[1] Arini, LDD dkk. 2018. Bahaya Pembalut Wanita Melalui Personal Hygiene Remaja Putri Saat Mentruasi di Desa Demakan, Jaten, Karanganyar. Jurnal Biomedika. 11(01): 27-34.
[2] Sutarno, M. 2018. Awas Perempuan Bisa Celaka Jika Tidak Memahami Kesehatan Reproduksinya. Sidoarjo: Zifatama Jawara, hlm 93.
[3] Azzam, U. 2012. La Tahzan untuk Wanita Haid. Ian, editor. Jakarta: QultumMedia, hlm 35.



Leave a comment