Dosis & Cara Minum Interlac Sachet untuk Kesehatan Pencernaan
Pencernaan termasuk organ yang perlu dijaga kesehatannya. Selain dengan mengonsumsi makanan kaya serat dengan gizi seimbang, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen untuk sistem pencernaan seperti Interlac. Suplemen yang diproduksi oleh Interbat ini tersedia dalam wujud tablet kunyah, oil drop, sachet, dan tablet dengan harga variatif. Cara minum Interlac juga tidak terlalu sulit, karena produsen biasanya menyertakan informasi dosis dan aturan pakai pada kemasannya.
Interlac adalah suplemen yang digunakan untuk melindungi sistem pencernaan dan memperbaiki fungsi normal saluran pencernaan saat mengalami kondisi diare, konstipasi, serta penggunaan antibiotika jangka panjang, khususnya pada bayi usia 0-3 bulan. Suplemen ini dapat digunakan pada neonatus, bayi prematur, anak, dan dewasa untuk membantu mengurangi dan mencegah diare, regurgitasi, kolik, hingga konstipasi.
Sebagai informasi, penyakit diare adalah salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian anak di negara-negara berkembang. Sekitar 100 juta kasus terjadi setiap tahun pada balita dengan sekitar 5 juta kematian setiap tahunnya. Penyakit diare merupakan penyakit endemis potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering disertai dengan kematian di Indonesia.
Diare merupakan suatu kondisi dimana individu mengalami buang air dengan frekuensi sebanyak 3 atau lebih per hari dengan konsistensi tinja dalam bentuk cair. Ini biasanya merupakan gejala infeksi saluran pencernaan. Penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai bakteri, virus dan parasit. Infeksi menyebar melalui makanan atau air minum yang terkontaminasi. Selain itu, dapat terjadi dari orang ke orang sebagai akibat buruknya kebersihan diri (personal hygiene) dan lingkungan (sanitasi).[1]
Nah, Interlac sendiri diklaim mengandung probiotik atau bakteri baik, yakni Lactobacillus reuteri Protectis yang bekerja dengan cara melawan pertumbuhan bakteri jahat agar sistem pencernaan selalu sehat. Interlacjuga dikombinasikan dengan minyak biji bunga matahari sebagai sumber omega-6, yaitu asam lemak tak jenuh yang dipercaya bermanfaat untuk menjaga kekebalan tubuh dan mengatasi peradangan. Dilansir dari Doktersehat, berikut indikasi atau manfaat Interlac sachet.
Indikasi Interlac Sachet
- Mengatasi gangguan pencernaan bayi prematur.
- Mengurangi angka kematian akibat kerusakan lapisan usus (kejadian NEC) pada bayi prematur.
- Menurunkan angka kejadian feeding intolerance pada bayi prematur.
- Mengurangi kolik pada bayi.
- Mempercepat penyembuhan diare pada bayi, anak-anak, maupun dewasa.
- Mengatasi konstipasi pada bayi, anak-anak, dan orang dewasa.
- Meningkatkan sistem imun pada bayi prematur, bayi, anak-anak, hingga dewasa.
- Mengurangi efek samping pemberian antibiotik pada anak-anak dan dewasa.
Interlac kemasan sachet isi 1 gram biasanya dijual di apotik dengan harga sekitar Rp14 ribuan per sachet. Berikut informasi lengkap mengenai dosis dan cara minum Interlac sachet.
Dosis Interlac Sachet
- Usia > 2 tahun: 2-3 sachet Interlac per hari.
- Usia < 2 tahun: sesuai anjuran dokter.
Cara Minum Interlac Sachet
Interlac sachet dapat diberikan langsung atau dicampur dengan makanan bayi, aduk hingga rata. Selain itu, Interlac juga bisa dicampurkan dengan susu atau air. Segera berikan setelah kemasan Interlac sachet dibuka.
Peringatan & Perhatian Penggunaan Interlac Sachet
- Jangan digunakan melebihi aturan pakai yang dianjurkan.
- Produk Interlac tidak boleh digunakan sebagai pengganti diet bervariasi.
- Simpan Interlac sachet di bawah suhu 25 derajat Celsius.
- Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
- Simpan Interlac sachet dalam ruangan yang terlindung dari cahaya matahari.
- Interlac sachet harus langsung dikonsumsi setelah kemasan dibuka.
- Penggunaan pada anak dibawah umur 2 tahun, sebaiknya ikuti anjuran dari dokter.
Konsumsi suplemen Interlac sachet umumnya dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh dan diklaim tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya. Namun demikian, apabila mengalami gejala alergi seperti gatal-gatal, ruam pada kulit, pembengkakan (pada bibir, wajah, atau mata), atau sesak napas, sebaiknya hentikan pemakaian produk dan segera periksakan ke dokter.
[1] Widodo, S dkk. 2020. Evaluasi Penggunaan Obat Pada Penderita Diare Akut Pasien Pediatri Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Advent Bandar Lampung Periode Juli – Desember 2019. Jurnal Farmasi Lampung. 9(1): 56-68.


Leave a comment